Umum Warga Laren dan Solokuro Tolak Kebun Tebu

Warga Laren dan Solokuro Tolak Kebun Tebu

-

- Advertisment -

Lamongan ,warnakota.com
Masyarakat di sekitaran hutan di Kecamatan Laren dan Solokuro Kabupaten Lamongan memprotes lahan pinggir hutan dijadikan kebun tebu, karena dianggap dapat mengurangi atau menghabiskan lahan persil warga yang biasanya ditanami padi dan jagung. “karena Masyarak sekitar Hutan tersebut ke depan kita tidak bisa lagi menanam padi yang selama ini menjadi sumber bahan pangan kami. Maka kami menolak kebijakan tersebut” kata salah seorang warga Solokuro, Anas Tohir, Selasa, (13/3). Menurutnya, hasil tanam padi selama selain untuk memenuhi kebutuhan pangan, juga digunakan untuk biaya pendidikan anak – anaknya agar mereka tidak mengalami kebodohan. “Kalau lahan dipinggir hutan tersebut digunakan untuk kebun tebu, terus dari hasil apa lagi yang dapat membiayai anak – anak menuntut ilmu” keluhnya. Menurut Direktur Lembaga Kajian Desa Nur Rozuki mengatakan bahwa rencana diubahnya kawasan hutan gunung kendeng utara di zona kabupaten Lamongan oleh pemerintah pusat menjadi perkebunan tebu adalah kebijakan yang tidak elok. Alasan kami adalah 1. Sebagian dari kawasan itu merupakan hutan lindung yg harus terus dijaga ekosistemnya.

 

Dikawasan ini juga masih hidup habitat sapi hutan jawa atau orang sekitar menyebutnya banteng jawa. 2. Kawasan gunung kendeng utara ini juga menjadi satu dari dua paru – paru kabupaten Lamongan dan paru – paru satunya adalah gunung kendeng seletan yg membujur mulai matup hgg sukorame, Yang menjaga temperatur suhu dan iklim di Lamongan supaya tidak terlalu panas, mengingat Lamongan sebagian besar wilayahnya dataran rendah. 3. Sebagian kawasan gunung kendeng utara di zona kabupaten Lamongan sudah dikelola masyarakat sebagai lahan pertanian dan hutan rakyat. Jika rencana tersebut tetap dipaksa lanjutkan, maka masyarakat Lamongan akan menanggung timpahan kerugian besar dalam jangkah waktu yang panjang bagi anak cucu di masa yang akan datang. Lanjut, Nur Rozuki menjelaskan, area hutan yang akan dijadikan kebun tebu tersebut, diantaranya di Desa Gampang Kecamatan Laren, Desa Solukuro, Desa Dadapan, Dagan, Payaman, Keranji.

 

“Maka bisa dipastikan jika kebun tebu ini tetap berlanjut, banyak sekali warga penggarap persil kehilangan pendapatnya mengingat sebelumnya mereka menanami padi dan jagung” terangnya. Lebih jauh Nur Rozuki , menegaskan sebenarnya kebijakan Presiden Widodo untuk mewujudkan program sosial bagi masyarakat pinggir hutan baik. Karena dapat mendorong masyarakat untuk lebih giat dalam bertani dan beternak. “Maka adanya kebijakan kebun tebu di kawasan hutan dibawah kewenangaan ADM Perhutani Tuban tersebut harus dibatalkan” ungkapnya serius. Sementra itu ADM Perhutani Tuban, Agus Santoso, menjelaskan program kebun tebu tersebut merupakan kebijakan pemerintah pusat agar Indonesia tidak bergantung terkait gula dari negara lain. “Kita Perhutani hanya melaksanakan tugas karena wilayahnya menjadi kewenangan pemerintah pusat”, pungkas Agus . *dra

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest news

Oknum jaksa Mangkrakan Perkara Berkas P21 menjadi P19

Surabaya. Warnakota.com Kepastian hukum dan Keadilan Mulyanto Sampai saat ini Di ombang ambingkan oleh aparat...

Sudah 6 tahun lebih Suhartati Mencari Keadilan Atas Eksekusi Rumahnya

Surabaya. Warnakota.comSudah 6 tahun lebih Jeki Messakh dan Ir.Suhartati Messakh  Patty  mencari keadilan di muka bumi., namun keadilan...

Sidang Gugatan Perlawanan Hukum antara Advokat Belly V.S. Daniel Karamoy, dan kliennya Thie Butje Sutedja

Surabaya .warnakota.com Sidang Gugatan Perlawanan Hukum antara  pengacara (advokat) Belly V.S. Daniel Karamoy, S.H., M.H.,...

Ketua DKD Peradi Jatim Pieter Talaway dan Advokat Masbuhin Saling Membenarkan Argumentasinya Masing Masing

Surabaya. Warnakota.com Rupaya berita panas terkait  Mantan...
- Advertisement -

Tidak Konsisten PN Surabaya Terkait Perkara Eksekusi

Surabaya,warnakota.com  Pengadilan Negeri (PN) Surabaya terkesan tidak tegas soal pelaksanaan eksekusi lahan di Jalan...

Jaksa Perak, Eksekusi Buronan Kasus Kepabeanan Sempat Sembunyi

Surabaya,warnakota.com Pelarian Hasan Nur Effendi selama 5 tahun sejak dinyatakan bersalah oleh Mahkamah Agung...

Must read

Oknum jaksa Mangkrakan Perkara Berkas P21 menjadi P19

Surabaya. Warnakota.com Kepastian hukum dan...

Sudah 6 tahun lebih Suhartati Mencari Keadilan Atas Eksekusi Rumahnya

Surabaya. Warnakota.comSudah 6 tahun lebih Jeki Messakh dan...
- Advertisement -

You might also likeRELATED
Recommended to you