Umum Warga Dusun Gerong Resah Mata Pencariannya diduga di caplok...

Warga Dusun Gerong Resah Mata Pencariannya diduga di caplok Bangunan wisata pantai Gerong

-

- Advertisment -

Lamongan, warnakota

Dengan adanya pembangunan  tempat wisata Pantai Gerong  , Warga dusun Gerong, Paciran kabupaten Lamongan menjadi  resah .

Mengingat adanya peraturan baru yang dulu bisa menjemur ikan Rebon ( ikan teri kecil bahan terasi ) sekarang tidak diperkenankan.padahal 

dengan adanya pembangunan tempat  wisata  pantai gerong, pasalnya setelah terealisasi ada aturan baru tidak diperkenankan untuk penjemuran ikan Rebon dimana penjemuran ikan rebon tersebut merupakan mata pencarian sejak peninggalan nenek monyang.

Bahkan bangunan tersebut sudah terealisasi sejak  pengajuan proposal kepada salah satu anggota DPR.saat pihaknya mencalonkan kades setempat.

Bangunan yang seluas kurang lebih 15×50 dibangun dan diperbaiki secara gratis oleh perantara dari Hilal Akmar (46) .

Dari hasil informasi awak media yang dihimpun dilapangan  kepada salah satu pemilik, Hj Titin (52) mengatakan,”  beberapa waktu yang lalu pihaknya mendapat tawaran karena, merasa diperbaiki secara gratis dan secara lisan berjanji tetap boleh melakukan penjemuran, pemilik lahan pun akhirnya sepakat.

“Dua tahun yang lalu Hilal menawarkan pembangunan kepada saya dan pemilik lahan lainnya untuk dibangun wisata, dengan catatan masih boleh penjemuran, namun seiring berjalannya waktu, sekarang dilarang,”ujar umik sapaan akrab titin.

Lanjut katanya, ” hal ini merupakan mata pencarian saya dan warga sekitar, dan sudah puluhan tahun sejak turun temurun, hasil bumi ikan teri untuk pembuatan bahan terasi, kalau dilarang kita makan apa,”ujar dengan nada kesal.

Warga yang kecewa dan geram melihat kebijakan Hilal yang menurutnya merugikan warga pun siap untuk melakukan pembongkaran paving tersebut.

“Kalau tau ujung ujungnya dilarang, mending dari dulu warga tidak mengijinkan, kita sudah puluhan tahun menjemur Rebon disitu, dan ini merupakan mata pencaharian kami, dan kalau memang tidak diperbolehkan lebih baik dibongkar saja,”ucapnya Hj Titin.

Senadah disampaikan Nur Hannan(50) tokoh masyarakat Gerong saat ditemui beberapa awak media menceritakan awal dibangunnya tempat dengan pemavingan, bermula saat Hilal mencalonkan diri  sebagai kepala desa.

Lebih lanjut Nur Hannan menjelaskan, “Dulu pembangunan ini  dimulai waktu Hilal mencalonkan diri sebagai kepala desa dan warga setuju dengan adanya pembangunan tersebut dan warga tetap diperbolehkan menggunakan lahan tersebut  sebagai tempat  penjemuran Rebon.

seiring berjalannya waktu dia gagal menjadi kepala desa dan sekarang malah melarang warga menggunakan lahan tersebut,” ujarnya sambil menunjukkan lokasinya.

Guna keseimbangan pemberitaan wartawan mencoba menghubungi Hilal Akmar melalui Phone +62 822-3052-XXXX, dalam tanggapannya terkait dugaan larangan pihaknya tidak merasa melarang, namun hanya menyampaikan keluhan dari beberapa warga.

“Yang ngelarang siapa?, saya hanya menyampaikan keluhan warga yang sebagian tidak setuju penjemuran rebon tersebut,”ujarnya

Ditambahkan Hilal yang tergabung anggota LSM ini, kalau saya diduga sebagai profokator, itu tidak benar mas, memang pembangunan itu saya yang ajukkan melalui proposal yang tak tujuhkan kepada anggota DPR, dan terealisasi, setelah jadi yaaa sudah,”pungkasnya

Khusnul Khuluq, selaku kepala desa setelah dikonfirmasi awak media ini, membenarkan bahwa lahan penjemuran Rebon dusun Gerong tersebut merupakan milik warga dan pemiliknya ada tiga orang dan lahan tersebut  dari dulu sampai sekarang memang dipergunakan warga Gerong sebagai tempat penjemuran Rebon yang merupakan sumber mata pencaharian mereka.

Khuluq selaku kepala desa juga membenarkan bahwa rencana pembangunan lahan untuk wisata tersebut belum ada konfirmasi ke kepala desa dan pembangunan tersebut sama sekali tidak menggunakan anggaran dari pemerintah desa.

Khuluq berjanji akan menyelesaikan perkara ini dan akan menengahi serta akan turun sendiri ke lokasi  sebagai mediator antara oknum tersebut dengan warga setempat khususnya warga Gerong, karena ini menyangkut sumber mata pencaharian warganya.*red

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest news

Diduga Sentra Kuliner Urip Sumorjo Dibuat Ajang Pungli Langgar Perwali nomor 78 Tahun 2016

Surabaya ,warnakota.comDiduga pelanggaran terhadap aturan yang ada di dalam Dinas koperasi Perwali nomor 78 tahun 2016 yang...

Wooo,,,Baru Tahu Kalau Rumah YKP  Harus Diberikan Kepada Masyarakat 

Surabaya,warnakota.com Pengurus baru Yayasan Kas Pembangunan (YKP) Kota Surabaya, Ketua...

Terdakwa  Venansius Diduga Kebal Hukum Akhirnya Ditahan Oleh Kejaksaan Negeri Surabaya

Surabaya, warnakota.comSurabaya,Terdakwa  Venansius Niek Widodo dikabarkan kembali ditahan atas kasus penipuan dan penggelapan,...

Hakim Cantik Manjakan Residivis Penipuan dan Penggelapan terdakwa Venansius tidak ditahan

Surabaya, warnakota.com  Sidang Terbuka terkait  perkara dugaan penipuan 63 milliar...
- Advertisement -

Sidang Keabsahan Wasiat Terkait Harta Peninggalan, Aprilia Okadjaja

Surabaya,warnakota.comPengadilan Negeri (PN) Surabaya kembali menggelar sidang perebutan harta peninggalan dari (Alm) Aprilia Okadjaja antara King Finder...

Rumah Janda Dilalap Si Jago Merah

Surabaya,warnakota.comPeristiwa kebakaran terjadi di Jalan Dukuh Mbulak Banteng Sekolahan RT 03, RW 01 , pukul 21 :10...

Must read

- Advertisement -

You might also likeRELATED
Recommended to you