Hukum Vonis 5 Bulan Prof Lañy Dinyatakan Bersalah Palsukan Surat

Vonis 5 Bulan Prof Lañy Dinyatakan Bersalah Palsukan Surat

-

- Advertisment -

 

 

Surabaya (beritajatim.com) Majelis hakim yang diketuai Maxi Sigarlaki menjatuhkan hukuman pidana penjara selama lima bulan pada Prof Dr Lanny Kusumawati, Kamis (10/8/2018). Vonis ini lebih berat bila dibandingkan dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ali Prakoso yang dalam sidang sebelumnya menuntut pidana penjara selama tiga bulan.

 

 

Dalam pertimbangan putusan hakim disebutkan jika guru besar ilmu hukum Universitas Surabaya (Ubaya) ini dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana pemalsuan surat sebagaimana tertuang dalam pasal 263 ayat 1 KUHP.

 

 

Dalam pertimbangan putusan hakim juga disebutkan jika semua unsur dalam pasal 263 ayat 1 telah terbukti dilakukan oleh terdakwa. Dan tak satupun pembelaan atau pledoi dari terdakwa maupun kuasa hukumnya dipertimbangkan oleh hakim.

 

 

” Semua unsur telah terpenuhi maka, terdakwa harus dinyatakan bersalah dan harus dihukum,” ujar hakim Maxi dalam amar putusannya.

 

 

Selain itu, hakim juga mempertimbangkan hal yang memberatkan yakni terdakwa tidak mengakui perbuatannya dan perbuatan terdakwa dapat menghilangkan kepercayaan sebagai notaris. Sedangkan hal meringankan, terdakwa belum pernah dihukum serta bersikap sopan selama persidangan.

 

 

” Mengadili, menyatakan terdakwa terbukti secara sah membuat surat palsu, menjatuhkan pidana penjara selama lima bulan,” ujar hakim Maxi dalam putusannya.

 

 

Atas vonis ini, terdakwa Prof Lanny terlihat tertunduk lesu. Dia menyatakan tidak menerima putusan hakim dan melakukan upaya banding. ” Saya banding pak hakim,” ujarnya usai berkomunikasi dengan kuasa hukumnya.

 

 

Usai sidang, kuasa hukum terdakwa yakni Syaiful Fahrudin menyatakan bahwa vonis ini tidak sesuai dengan fakta persidangan. Sebab menurut dia kerugian yang dialami pelapor ini bukan karena cover note yang dibuat terdakwa. ” Ini kan masalahnya pelapor mengajukan SHM ditolak oleh BPN dan itu bukan karena cover note,” ujarnya.

 

 

Dia juga menyayangkan hakim yang tidak mempertimbangkan sama sekali pembelaan yang diajukan dan juga memvonis terdakwa lebih tinggi dari tuntutan Jaksa. ” Itu tidak benar hakimnya, berlebihan itu,” ujarnya.

 

 

Perlu diketahui, Prof. Dr Lanny Kusumawati Dra SH Mhum ditetapkan tersangka atas laporan Suwarlina Linaksita ke Polrestabes Surabaya. Dia dituding memberikan keterangan palsu pada akte otentik berupa cover notes dan kemudian surat keterangan perihal cover notes tersebut digunakan seseorang yang bernama Eka Ingwahjuniarti untuk mengeksekusi rumah dan tanah yang berlokasi di Jalan Kembang Jepun 29 Surabaya, yang ditempati pelapor sejak tahun 1931 tersebut.*rhy /tim

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest news

Sebagai wakil Tuhan Dimuka Bumi Harus Lebih Jeli Dalam Menilai Perkara Gugatan Wasiat

Surabaya, warnakota.comSidang gugatan perdata nomer perkara: 1127/Pdt.G/2020/ PN.SbyPMH perkara keabsahan warisan Aprilia Okadjaja kembali di gelar di...

IKA Stikosa AWS, Gusdurian dan INTI Surabaya Bagikan 200 Menu Buka Puasa

Surabaya ,warnakota.com Banyak cara dilakukan untuk berbagi kebahagiaan di bulan...

Korem Baladhika Jaya Berkomitmen Bangun Generasi Berakhlak Mulia

        Kota Malang,- Korem 083/Baladhika Jaya berkomitmen untuk mencetak generasi...

Pemohon Renvoi Prosedur Dan Termohon Renvoi Prosedur Ajukan Argumentasi Hukum 

  Surabaya , warnakota.com Sidang lanjutan gugatan Renvoi Prosedur yang dimohonkan Cindro...
- Advertisement -

Keterangan Ahli Menguntungkan Bagi Pengugat , Pemberi Wasiat Bebas Nemberikan Wasiat Kepada Siapapun

Surabaya,warnakota.com Sidang Sengketa waris antara Harijana dan King Finder Wong...

Saya Tidak Pernah Bercerai Dengan Aprilia Okadjaja, Harijana Itu Cucu Keponakan 

Surabaya, warnakota.com Cerita keluarga bahagia dan harmonis meski sudah 28 tahun...

Must read

Sebagai wakil Tuhan Dimuka Bumi Harus Lebih Jeli Dalam Menilai Perkara Gugatan Wasiat

Surabaya, warnakota.comSidang gugatan perdata nomer perkara: 1127/Pdt.G/2020/...
- Advertisement -

You might also likeRELATED
Recommended to you