Hukum Tiga Saksi dari JPU Yang Dihadirkan , Hanya...

Tiga Saksi dari JPU Yang Dihadirkan , Hanya 2 saksi Keterangannya Membingungkan Majelis Hakim

-

- Advertisment -

Surabaya, Warnakota.com

Sidang perkara alih fungsi kawasan hutan produksi yang mendudukan terdakwa Vincencius Gabriel Buce Rahayaan dikursi Pengadilan Negeri Surabaya. Sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Surabaya dipimpin Hakim Ketua Majelis Dr. Yohanes, SH, Mh dengan dua hakim anggota Dede dan Ginting, sementara Jaksa Penuntut Umum Ginanjar dan Jaksa Adief Swandaru dari Kasi Barang Bukti.

Seperti kita ketahui, sidang untuk terdakwa Vincencius Gabriel Buce Rahayaan beragendakan keterangan 7 saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum .

Setelah disumpah ke 7 saksi akhirnya hakim memerintakan 3 orang saksi untuk dimintai keterangannya sedangkan sisanya 4 saksi sidang berikutnya.

Dari Tiga Saksi Diantaranya Saksi 1, Fitri√†n Suri Tri Saputra 2, Saksi Agung Hariono dan 3, Tri Hendra Dalam fakta persidangan saksi Fitrian ditanya oleh Hakim ketua Majelis untuk menerangkan duduk permasalahan perkara sehingga saksi ada dipersidangan ini, Menurut saksi , ” bahwa saksi membeli kayu sebanyak 3 kali untuk yang kedua kali membeli kayu pada bulan September dan Nofember 2018 aman tidak ada masalah , sedangkan yang terakhir kita beli 14 Contenner pada bulan Januari 2019 ini yang bermasalah.

Saksi menegaskan dia membeli dari ambon jenis kayu Merbabu dan dimuat oleh Kontenner Tomas dengan kapal Muara Emas sampai di Gresik tanggal 21 Febuari 2019 setelah dibongkar dan di kirim oleh CV Cahaya di Jalan Mayjen Sungkono Kebomas Gresik dengan menggunakan 14 Tleller masing masing Tleler ada suratnya.

Setelah tiba di tanjung Perak Surabaya Bongkar muat dari 11 tleller ada tiga tleler yang dianggap dokumen palsu diantaranya ; 1.NO SKSHH KO NO TTA 028458. 2. NO SKSHH KO NO TTA 0284060 3.NO SKSHH KO TTA 0284062. Dari 3 surat yang palsu ini akhirnya 14 kayu Merbabu dimana saya telah mengeluarkan uang yang sudah saya bayar Rp 500 juta disita oleh Pihak Polisi Kehutanan dan barang tersebut dititipkan di penitipan barang Tanjung Perak. Jelas saksi di persidangan.

Beda dengan Saksi Agung Hariono dimana saksi ini diperintahkan oleh tim Penyidik untuk ambil titi koordinat yang ada 26 titik dengan mengunakan alat yang hanya melihat dari Bujur Timur dan Lintang Selatan. Saya pun ketempat TKP dengan Saksi Tim Penyidik dimana dari 26 titik kordinat yang 24 merupakan Tunggak yang masuk dalam jenis hutan Produksi dimana kawasan hutan tersebut boleh dikuasai dengan syarat syarat tertentu. Dari hasil pengambilan titi tunggak kordinat lalu dituangkan digambar warna merah dan putih oleh Ahli kehutanan. Sayangnya ketika hakim bertanya terkait terdakwa mengambil kayu di warna merah.” Ungkap saksi kepada wartawan disinilah hakim dede menjadi binggung karena apa yang diterangkan saksi tidak nyambung kedalam pokok perkara. Dimana yang sebenarnya terdakwa pengambilan kayu diwarna putih yaitu hutan Produksi bukan hutan Koservasi Sayangnya dari keterangan saksi membuat keTiga Majelis Hakim binggung lantaran yang diterangkan oleh saksi tidak nyambung ke pokok perkara. Sama halnya dengan saksi yang keTiga yaitu Tri Hendra dimana saksi dihadirkan kepersidangan terkait pemilik Treller yang disewa PT Mitra Pasifik .

Ada 2 mobil treller yang disewa dengan nopol L 801 UK dan L195 UP. Dari 2 mobil Traller tersebut menurut saksi di kemudikan oleh Salabi dan Joko , surat jalan ada sesuai dengan Surat. Sayangnya ada perbedaan keterangan didalam BAP Drivernya bukan Nama Joko Dan Salabi yang tidak sesuai dengan keterangan Saksi. Dimana dari keterangan saksi Tri Hendra membuat Hakim Heran. Ungkap saksi di persidangan.

Usai sidang Jarot SH selaku tim Kuasa hukum terdakwa mengatakan terkait keterangan dari ke 3 saksi hanya Dua saksi yang ketetangannya meringankan terdakwa dimana saksi Agung Hariono dia hanya melaksanakan dari tim Penyidik untuk mengukur atau menentukan titi kordinat ketika ditanya hakim jenis kayu dll banyak tidak tahunya Karena itu sebagai dasar penyidik untuk menentuhkan bahwa hutan yang diambilnya masuk ke wilayah hutan koservasi.

Salah satunya yang ada kaitannya dengan kayunya menurut mereka. Warna putih hutan rakyat ,warna merah hutan koservasi atau milik negara tapi oleh penyidik mereka dibawah ke hutan konservasi maka hasilnya yah konservasi yang sebenarnya tidak ada hubungannya dengan terdakwa.

Sedangkan keterangan dari saksi Tri Hendra apa yang dikatakan saksi masalah Driver nya tidak dama dengan BAP. Sehingga keterangan dari kedua saksi membuat hakim bingung , mana kontennernya yang dipakai dan yang mana disita ada dugaan masih rancu. Masalah kayu yang disita dari 14 Kontener itu merupakan Kewenangan penyidik.” Ungkap Jarot Kepada wartawan.

Beda dengan Jaksa Ginanjar saat dikonfirmasi oleh wartawan mengatakan terkait saksi agung Hariono jaksa hanya bisa menjawab nanti ada ahlinya yang menerangkan.

Sedangkan saksi yang ketiga Tri hendra dari awal saya udah mengatakan terkait mobil Trallernya diakui oleh saksi, ungkap jaksa pada wartawan.

Perlu diketahui perkara ini terkuak lantaran Perlu di ketahui perkara ini terkuak lantaran terdakwa diduga melakukan tindak pidana setiap orang dilarang memuat , membongkar, mengeluarkan , mengangkat , menguasai , memiliki hasil penebangan dikawasan hutan tanpa izin .

Setiap orang dilarang membeli, memasarkan , mengolah hasil hutan kayu yang berasal dari kawasan hutan yang diambil atau dipungut secara tidak sah setiap orang dilarang memalsukan surat keterangan, sahnya hasil hutan kayu menggunakan surat keterangan sahnya hasil hutan untuk kayu mrnggunakan surat keterangan sahnya hasil hutan kayu yang palsu.

Sehingga terdakwa di jerat pasal 83 ayat 1 huruf A jo pasal 12 huruf D dan / atau pasal 87 ayat ( 1 ) huruf B jo pasal 12 huruf L dan / atau pasal 88 ayat ( 1 ) huruf B jo pasal 14 Undang Undang nomor 18 tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan jo pasal 55 Kuhp .*rhy

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest news

Peredaran Narkotika Antar Kabupaten Di Vonis 6 Tahun Penjara Dan Denda 1 Milliar Subsider 1 Bulan Penjara

Surabaya, warnakota.comMajelis Hakim Pengadilan Negeri Surabaya menjatuhkan vonis 6 tahun ,denda 1 Milliar...

Di Hadapan Komisi III, Kapolri Paparkan 15 Aplikasi Layanan Publik Semudah Pesan Pizza

Jakarta, warnakota.com Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memaparkan peluncuran 15...

Kapolri Keluarkan Telegram Berangus Premanisme, Ini 5 Hal Yang Harus Dijalankan Kapolda

Jakarta, warnakota.com -Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menerbitkan Surat Telegram...

Forkopimda Jatim Pastikan Vaksinasi di Sampang Berjalan BaikForkopimda Jatim Pastikan Vaksinasi di Sampang Berjalan Baik

Surabaya , warnskota.com Forkopimda Jawa Timur pastikan vaksinasi di kabupaten...
- Advertisement -

Selesai Kegiatan Semua Petugas Wajib Jalani Swab

Surabaya,warnakota.com Beragam sudut pandang masyarakat, mengenai penyekatan dan pemeriksaan swab...

Dukungan Masyarakat untuk Petugas yang Berjuang Melawan Covid-19

Surabaya,warnakota.com Ucapan selamat dan dukungan untuk TNI-Polri dan petugas yang melakukan pemeriksaan kesehatan, di...

Must read

- Advertisement -

You might also likeRELATED
Recommended to you