Hukum Terdakwa Yang Ringan Tangan Pada Istri Disidangkan

Terdakwa Yang Ringan Tangan Pada Istri Disidangkan

-

- Advertisment -

Sidoarjo,Warnakota.com

Sidang kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang dialami korbanĀ  RS dengan pelaku Satryo Bagus Susanto ( 32 ) warga Pondok Jati Sidoarjo, Kembali di gelar di Pengadilan Negeri Sidoarjo.

Dalam fakta persidangan kali ini Jaksa Ardhi Patma SH , menhadirkan  4 saksi diantaranya Saksi RS , Rila hartini selaku Ibu Kandung korban ,Subandi selaku RT, dan  Heri S selaku Tetangga.
Dalam sidang yang dipimpin oleh ketua Majelis Hakim Finsen SH,Mhum dan didampingi dua anggotanya Ridwan SH,Mhum dan Sugiarti SH,Mhum.

Didepan persidangan RS menerangkan, ringan tangan terdakwa tak hanya sekali namun berkali kali , dulu pernah saya laporkan  tapi saya cabut mengingat saya sedang hamil, saya pikir dia sadar ternyata tidak,
Saya sudah tak kuat hidup dengannya  karena sering kali ringan tangan bahkan saya mengajukan gugatan cerai, ujar RS di persidangan .
Tak hanya itu keterangan saksi Rila selaku ibu kandung yang setiap  harinya tinggal dengan  RS sangat kenyang melihat pertengkaran dan pengancaman dengan mengatakan ” Tak bunuh atau Tak pateni”,  saya  sebagai ibu melihat anak saya diperlakukan saya tak trima, lebih baik  pisah saja, ujarnya dipersidangan.

Begitu juga dengan saksi Subandi dan Heri S menerangkan , pada saat  itu ada kerja bakti dan mendengarkan kalau ada suara minta tolong dari rumah terdakwa tapi siapa yang minta tolong, saya tidak tahu.ungkap Saksi di persidangaan.
Dari keterangan saksi saksi oleh terdakwa diakui memang ada pemukulan.
Usai sidang menurut kuasa hukum terdakwa , antara istri dan suami sama kerasnya tidak ada yang mengalah .memang ada  pemukulan setidak tidaknya apa sebab sehingga suami ringan tangan , sebagai istri kalau memang dilarang pergi seharusnya  menurut,  mungkin gak bakalan seperti ini , Apalagi keluarga terdakwa sudah minta maaf, ujarnya.

Beda dengan ibu korban ,” saya tidak mau anak saya menjadi korban ringan tangan  lebih baik saya setuju dengan  anak saya kalau memang gak ada kecocokan yang udah  pisah aja, apalagi dari tedakwa dan keluarganya tidak ada yang minta maaf , saya udah kenyang melihat dan mendengar pertengkaran  anak saya .” ujarnya pada wartawan.
Di ketahui peristiwa ini terjadi pada tanggal 29 September 2019 pada saat itu RS meminta ijin untuk mengikuti Kegiatan acara club sepeda montor bersama suami ( terdakwa ) sayangnya suami tidak mengijinkan , akhirnya RS memutuskan untuk pergi sendiri, akhirnya terdakwa menarik  baju belakang RS hinggga terduduk di kasur ruang  tv dan memukul kepala  RS sebanyak Satu kali, dan pada saat itulah ibu korban melerai sambil mengendong anak  RS, sayangnya Suami tidak bisa mengontrol emosi akhirnya mainan Mik melayang ke RS dan mengenai mata sebelah kanan tak hanya itu suami melayangkan pukulan di punggung sebanyak 2 kali.
Berdasarkan hasil Visut Et Repertum nomor 1733/ Ket / IV.6 .AU/L /2019 dengan kesimpulan adanya luka memar dan luka lecet pada tubuh saksi RS ,akibat persentuhan dengan benda tumpul, akibat perbuatannya trdakwa di jerat pasal 44 ayat ( 1 ) Undang Undang RI. NO 23  tahun 24 tentang penghapusan kejerasan dalam rumah tangga.*Rhy

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest news

Oknum jaksa Mangkrakan Perkara Berkas P21 menjadi P19

Surabaya. Warnakota.com Kepastian hukum dan Keadilan Mulyanto Sampai saat ini Di ombang ambingkan oleh aparat...

Sudah 6 tahun lebih Suhartati Mencari Keadilan Atas Eksekusi Rumahnya

Surabaya. Warnakota.comSudah 6 tahun lebih Jeki Messakh dan Ir.Suhartati Messakh  Patty  mencari keadilan di muka bumi., namun keadilan...

Sidang Gugatan Perlawanan Hukum antara Advokat Belly V.S. Daniel Karamoy, dan kliennya Thie Butje Sutedja

Surabaya .warnakota.com Sidang Gugatan Perlawanan Hukum antara  pengacara (advokat) Belly V.S. Daniel Karamoy, S.H., M.H.,...

Ketua DKD Peradi Jatim Pieter Talaway dan Advokat Masbuhin Saling Membenarkan Argumentasinya Masing Masing

Surabaya. Warnakota.com Rupaya berita panas terkait  Mantan...
- Advertisement -

Tidak Konsisten PN Surabaya Terkait Perkara Eksekusi

Surabaya,warnakota.com  Pengadilan Negeri (PN) Surabaya terkesan tidak tegas soal pelaksanaan eksekusi lahan di Jalan...

Jaksa Perak, Eksekusi Buronan Kasus Kepabeanan Sempat Sembunyi

Surabaya,warnakota.com Pelarian Hasan Nur Effendi selama 5 tahun sejak dinyatakan bersalah oleh Mahkamah Agung...

Must read

Oknum jaksa Mangkrakan Perkara Berkas P21 menjadi P19

Surabaya. Warnakota.com Kepastian hukum dan...

Sudah 6 tahun lebih Suhartati Mencari Keadilan Atas Eksekusi Rumahnya

Surabaya. Warnakota.comSudah 6 tahun lebih Jeki Messakh dan...
- Advertisement -

You might also likeRELATED
Recommended to you