Hukum Terdakwa Vincensius Gabriel Buce Rahayaan, Bos kayu asal kepulauan...

Terdakwa Vincensius Gabriel Buce Rahayaan, Bos kayu asal kepulauan Maluku Divonis Hakim 1 tahun 6 bulan

-

- Advertisment -

Surabaya, Warnakota.com

Sidang perkara Pembalakan Kayu yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Sidang kali ini Beragendakan Putusan yang dibacakan oleh ketua majelis Hakim Yohanes SH,MH,

dalam Amar Putusan Terdakwa Divonis dengan hukuman 1 tahun 6 bulan dan denda Rp 500 juta kepada terdakwa, Putusan hakim ini rupanya tak seirama dengan Tuntutan Jaksa Penuntut Umum Sehingga Jaksa belum Bisa Menerima putusan tersebut masih Pikir Pikir .

Pertimbangan Pertimbangan hakim bahwa terdakwa dibebasan dari Dakwaan Pertama Dan Kedua dikarenakan Locus Delicti berada di wilayah Maluku dimana dalam pasal 84 kuhp ayat 1 maupun ayat 2 perkara ini seharusnya disidangkan ditempat wilayah pengadilan Maluku Sayangnya dalam dakwaan Ke Tiga Terdakwa Vincensius Gabriel Buce Rahayaan, Bos kayu asal kepulauan Maluku.

Menurut hakim bahwa terdakwa terbukti bersalah melakukan pemalsuan dokumen sebagaimana diatur dalam pasal 88 ayat (1) huruf a Junto pasal 14 huruf a UU No. 18/2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan. Vonis itu terkait pengiriman ribuan kubik kayu yang tidak dilengkapi dengan dokumen dari Provinsi Maluku menuju Surabaya. Karena Terdakwa sendiri mengakui perbuatannya pada saat pemeriksaan terdakwa.

Tak hanya itu saja pertimbangan yang memberatkan terdakwa tidak mematuhi program pemerintah dalam melestarikan hutan. Sedangkan yang meringankan terdakwa belum pernah ditahan , berterus terang dan tidak berbelit belit dalam persidangan

Sedangkaan barang bukti dari hasil kejahatan dari dokumen yang dipalsukan dokumennya dirampas negara, sedangkan kayu yang lainnya fiberkan pada terdakwa.ungkap hakim di persidangan.

Usai persidangan Ginanjar selaku Jaksa Yang menyidangkan kepada wartawan memaparkan,” tentang rendahnya putusan hakim. “ yang tidak sesuai dengan tuntutan 6 tahun dan denda 1 miliar, mungkin penilaian hakim berbeda. Sehingga lebih mengarah terhadap pemalsuan SKSHHKO”, jawabnya. “Kalau upaya banding, kami akan kordinasi dulu sama pimpinan”, ujarnya.*rhy

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest news

Sidang Narkoba Pembelaan Kuasa Hukum Tidak Sependapat Dengan Tuntutan Jaksa

Surabaya,warnakota.comSidang penyala gunaan Narkoba yang disidangkan ketua Majelis Hakim Cantik Ni Putu Purnami SH,MH di Ruang Candra...

Gugatan Keabsahan Wasiat Semakin Memanas King Finder dan Harijana Saling Lapor

Surabaya,warnakota.com  Perseteruan antara King Finder Wong dengan Harijana terkait harta...

Lesbi Tawuran DiVonis Dua Bulan 

Surabaya,warnakota.com Pukul sesama lesbi (pencinta sejenis) hingga lebam, kedua terdakwa lesbi yaitu Reni Puspitasari...

Diduga Sentra Kuliner Urip Sumorjo Dibuat Ajang Pungli Langgar Perwali nomor 78 Tahun 2016

Surabaya ,warnakota.comDiduga pelanggaran terhadap aturan yang ada di dalam Dinas koperasi Perwali nomor 78 tahun 2016 yang...
- Advertisement -

Wooo,,,Baru Tahu Kalau Rumah YKP  Harus Diberikan Kepada Masyarakat 

Surabaya,warnakota.com Pengurus baru Yayasan Kas Pembangunan (YKP) Kota Surabaya, Ketua...

Terdakwa  Venansius Diduga Kebal Hukum Akhirnya Ditahan Oleh Kejaksaan Negeri Surabaya

Surabaya, warnakota.comSurabaya,Terdakwa  Venansius Niek Widodo dikabarkan kembali ditahan atas kasus penipuan dan penggelapan,...

Must read

Sidang Narkoba Pembelaan Kuasa Hukum Tidak Sependapat Dengan Tuntutan Jaksa

Surabaya,warnakota.comSidang penyala gunaan Narkoba yang disidangkan ketua...
- Advertisement -

You might also likeRELATED
Recommended to you