Hukum Terdakwa Soejono Candra Di Tuntut 2 Tahun Penjara

Terdakwa Soejono Candra Di Tuntut 2 Tahun Penjara

-

- Advertisment -

Surabaya,warnakota.com

Sidang Perkara Penipuan danPenggelapan yang Mendudukan Terdakwa Soejono Candra dikursi pesakitan.

Sidang kali ini beragendakan pembacaan tuntutan yang dibacakan oleh Jaksa Sulton dari Kejaksaan Negeri Tanjung Perak Surabaya.

Dalam fakta persidangan yang digelar di R Garuda Pengadilan Negeri Surabaya,Dalam surat tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Moch Sulton berbunyi,  perbuatan terdakwa memenuhi unsur pidana melanggar Pasal 378 KUHPidana.
“Terdakwa terbukti bersalah, menjatuhkan tuntutan hukuman pidana 2 tahun penjara kepada terdakwa Soejono Candra,” kata Jaksa yang sering disapa Sulton diruang Garuda.

 

Soejono Candra, terdakwa dalam kasus penipuan dengan modus jual rumah.

Hal yang memberatkan terdakwa terbukti dengan maksud mengutungkan diri secara melawan hukum, dengan tipu muslihat atau rangkaian kebohongan, mengelabui orang lain untuk memberi hutang maupun menghapus piutang secara melawan hukum. Hal yang meringankan terdakwa sopan selama menjalani persidangan.

Atas tuntutan tersebut terdakwa akan mengajukan Pledoi atau pembelaan. “Saya keberatan Bu Hakim, saya akan mengajukan Pembelaan,” ujar terdakwa Soejono Candra kepada ketua majelis hakim Ane Rusiana.

Kasus ini bermula, pada 13 Juni 2004 terdakwa Soejono Candra menemui saksi Lie Soekoyo dengan maksud untuk meminjam uang, tetapi saksi tidak mau. Selanjutnya terdakwa meminta kepada saksi Lie Soekoyo untuk membeli rumahnya yang berada di Perum Unimas Garden Blok C-8 RT. 004 RW. 009 Desa Waru Kec. Waru Kab. Sidoarjo dengan kesepakatan harga sebesar Rp. 660.000.000,- dengan alasan rumahnya akan disita Bank Artha Graha Surabaya. Dan terdakwa meminta rumah tersebut jangan dijual ke orang lain dalam jangka waktu 2 Tahun dengan dalih akan dibeli kembali rumah tersebut oleh terdakwa. Karena merasa kasihan  maka saksi Lie Soekoyo sepakat dan mengikuti kemauan terdakwa.

Pada 14 Juni 2004 saksi Lie Soekoyo bersama saksi Mei Pangestu (istri Lie Soekoyo) dan saksi Anton Eko Lianto (anak Lie Soekoyo) pergi ke Bank Artha Graha bertemu dengan terdakwa, dan memberika uang tunai kepada terdakwa sebesar Rp. 660.000.000. Selanjutnya terdakwa masuk ke bank untuk mengurusi pelunasan,  sedangkan saksi Lie Soekoyo menunggu di luar. Beberapa waktu kemudian terdakwa keluar dari Bank lalu menemui saksi Lie Soekoyo memberikan Roya bukti pelunasan Bank dan sertifikat rumah kepada saksi Lie Soekoyo.

2 tahun kemudian pada tanggal 29 November 2006 terdakwa menemui kembali saksi Lie Soekoyo menyampaikan keinginannya untuk mengesahkan jual beli rumahnya karena tidak sanggup membeli rumahnya kembali dan untuk pengesahan Jual Beli tersebut, terdakwa dibantu oleh saksi Sugiharto untuk pembuatan akta-aktanya.

Pada 30 November 2006 saksi Lie Soekoyo bersama dengan istrinya Mei dan anaknya saksi Anton menuju kantor Notaris saksi Sugiarto di JL. Bubutan Surabaya. Kemudian terjadi pembicaraan antara  terdakwa dengan Lie Soekoyo mengenai  jual beli rumah sehingga oleh saksi Sugiarto dibantu Akta pernyataan jual beli No. 9 Tanggal 30 November 2006 dengan nilai jual Rp. 660.125.000,- dan Akta kuasa jual No. 10 Tanggal 30 November 2006.

Selain itu dalam pembicaraan antara saksi Lie Soekoyo dengan terdakwa, terdakwa juga meminta tambahan uang sebesar Rp. 25.000.000,- terdakwa mengatakan kepada saksi Lie Soekoyo uang tersebut digunakan biaya transportasi perabotan rumah tangga saat pengosongan rumah dan terdakwa berjanji akan menggosongkan rumah, dalam tenggang waktu 3 Tahun mulai tanggal 30 November 2006 sampai tanggal 30 November 2009. Untuk itu dibuatlah juga Akta pengosongan rumah No. 11 Tanggal 30 November 2006.

Dengan adanya Akta tersebut, saksi Lie Soekoyo merasa yakin akan janji terdakwa sehingga saksi Lie Soekoyo tidak keberatan untuk memberikan uang senilai Rp. 25.000.000. Sampai lewat batas waktu yang ditentukan, terdakwa tidak melakukan pengosongan rumah tersebut, sehingga saksi Lie Soekoyo merasa ditipu.

Saat DiKonfirmasi Jaksa Sulton,menjelaskan bahwa perkara ini tidak ada Rekayasa,Dikarenahkan saya tidakbisa mendatangkan saksi Notaris SUGIARTO,dikarenahkan Saksi Sugiarto Sakit dan di rawat di rumah sakit Jakarta,itupum yang mengatakan Dokter dengan bukti surat dokter,jadi berita miringtidakhadirnya saksi Sugiarto bukan rekayasa tetapi benar benar sakit,jelas jaksa Sulton kepada wartawan.*RHY/HAR

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest news

Sebagai wakil Tuhan Dimuka Bumi Harus Lebih Jeli Dalam Menilai Perkara Gugatan Wasiat

Surabaya, warnakota.comSidang gugatan perdata nomer perkara: 1127/Pdt.G/2020/ PN.SbyPMH perkara keabsahan warisan Aprilia Okadjaja kembali di gelar di...

IKA Stikosa AWS, Gusdurian dan INTI Surabaya Bagikan 200 Menu Buka Puasa

Surabaya ,warnakota.com Banyak cara dilakukan untuk berbagi kebahagiaan di bulan...

Korem Baladhika Jaya Berkomitmen Bangun Generasi Berakhlak Mulia

        Kota Malang,- Korem 083/Baladhika Jaya berkomitmen untuk mencetak generasi...

Pemohon Renvoi Prosedur Dan Termohon Renvoi Prosedur Ajukan Argumentasi Hukum 

  Surabaya , warnakota.com Sidang lanjutan gugatan Renvoi Prosedur yang dimohonkan Cindro...
- Advertisement -

Keterangan Ahli Menguntungkan Bagi Pengugat , Pemberi Wasiat Bebas Nemberikan Wasiat Kepada Siapapun

Surabaya,warnakota.com Sidang Sengketa waris antara Harijana dan King Finder Wong...

Saya Tidak Pernah Bercerai Dengan Aprilia Okadjaja, Harijana Itu Cucu Keponakan 

Surabaya, warnakota.com Cerita keluarga bahagia dan harmonis meski sudah 28 tahun...

Must read

Sebagai wakil Tuhan Dimuka Bumi Harus Lebih Jeli Dalam Menilai Perkara Gugatan Wasiat

Surabaya, warnakota.comSidang gugatan perdata nomer perkara: 1127/Pdt.G/2020/...
- Advertisement -

You might also likeRELATED
Recommended to you