Hukum Terdakwa Penipuan Tanah Di Kaliasin Pompa Di Sidangkan

Terdakwa Penipuan Tanah Di Kaliasin Pompa Di Sidangkan

-

- Advertisment -

Surabaya,Warnakota.com

Sidang atas perkara Penipuan Tanah yang melibatkan terdakwa  Mohammad Sutomo Hadi (50)warga Kalijudan.di hadapan Majelis Terdakwa duduk dengan tertunduk malu mendengarkan Pembacaan Eksepsi yang di bacahkan oleh Kuasa Hukum Terdakwa .

Terdakwa didudukan lantaran di duga perkara penipuan penipuan jual beli rumah di jalan Kaliasin Pompa No 83.yang di lakukan bersama-sama dengan Cicik Permatadias Suciningrum (berkas terpisah) .

dalam eksepsi atau nota keberatan atas dakwaan  JPU Damang Anubowo yang pada persidangan pekan lalu mendakwa dirinya telah melakukan penipuan uang Rp 2 miliar milik korban Sie Probo Wahyudi alias Gie Pin

 

Eksepsi atau nota keberatan itu dibacakan oleh Penasihat Hukum terdakwa, Mochammad Arifin di hadapan majelis hakim yang dipimpin Maxi Sigarlaki SH MH isinya, menyatakan bahwa dakwaan JPU tidak jelas dan  kabur.

“Surat dakwaan tidak cermat, tidak jelas dan kabur. Baik dalam menguraikan unsur-unsur dari tindak pidana maupun dalam menguraikan cara tindak pidana dilakukan. Tida ada kesesuaian antara unsur-unsur tindak pidana dengan cara tindak pidana dilakukan. Perkara ini kejadiannya pada September 2012, bukan Pebruari 2012,” kata Arifin

 

Selain itu, Arifin juga menyatakan bahwa obyek perkara masih dalam sengketa perdata di PN Surabaya, yang saat ini dalam taraf pembuktian.belum ada ketetapan hukum yang pasti oleh Pengadilan Negeri Surabaya.

 

Obyek perkara masih diuji di peradilan perkara perdata, sehingga perbuatan yang dilakukan kliennya belum dapat dibuktikan apakah merupakan tindak pidana atau hanya sengketa keperdataan saja.

 

“Pemeriksaan perkara nomer 84/Pid.B/2017/PN Sby harus ditundah dulu mengingat perkara No PDM-274/Epp.2/03/2917 saat ini sedang diuji,” ungkap Arifin.

 

Terdakwa Sutomo Hadi harus berurusan dengan polisi lantaran aksi penggelapan dan penipuan. Pria berusia 52 tahun asal Jalan Kalijudan Taruna, Surabaya, ini di tangkap  anggota Satreskrim Polrestabes Surabaya di Masjid Al Akbar, Sabtu (25/3/2017).

 

Sutomo merupakan buron polisi atas tindak penggelapan dan penipuan uang Rp 2 miliar milik korban bernama Sie Probo Wahyudi.

 

Uang sebesar itu merupakan pembelian tanah dijalan Kenjeran 348-350 Surabaya pada pertengahan tahun 2015 lalu.

 

Perkara penipuan Sutomo berawal pada bulan September 2012, ketika korban Sie Probo Wahyudi minta bantuan Margono mencarikan tanah. Margono pun menjelaskan kepada korban Sie Probo Wahyudi alias Gie Pin bahwa ada tanah yang dijual di jalan Kenjeran No.348-350 Surabaya dan seluruh surat-surat tanahnya dibawa oleh terdakwa Mochammad Sutomo Hadi.

 

Akhirnya korban Sie Probo Wahyudi alias Gie Pin bertemu dengan terdakwa Mochammad Sutomo Hadi. Terdakwa Mochammad Sutomo Hadi menawarkan tanah yang terletak di Jl. Kenjeran No.348-350 Sutomo menawarkan tanah di daerah Kenjeran yang dikatatan milik Cicik Permatadias.

 

Oleh korban Sie Probo Wahyudi tanah disepakati dibeli dengan harga Rp 2 miliar. pada hari Senin tanggal 17 Februari 2014 di kantor notaris Eny Wahjuni, SH. Jl. Kertajaya IX-C/40A Surabaya.

 

Untuk pembayaran, korban memberi lebih dulu Rp 1,3 miliar sebagi uang muka. Kemudian sisanya dijanjikan dibayar korban setelah proses pembutan surat hak milik (SHM) selesai.

 

Kepada korban, Sutomo menjanjikan kepengurusan SHM akan beres selama enam bulan. Korban pun memberikan uang Rp 1 miliar kepada Sutomo untuk menyelesaikan urusan SHM. Tetapi sampai sekarang belum selesai.

 

Dari hasil penyidikan polisi, Sutomo Di duga merakayasa ikatan jual beli tanah (IJB). Sejatinya tanah tersebut bukan milik Cicik Permatadias, melainkan milik Puji Astutik.

 

Atas temuan fakta tersebut, Cicik Permatadias Suciningrum juga ditetapkan sebagai tersangka, lantaran ikut bekerja sama dalam kasus ini.

 

Pada 18 Oktober 2016, Mohammad Sutomo Hadi divonis 12 bulan penjara oleh hakim PN Surabaya untuk kasus penjualan rumah di Jalan Kaliasin Gang Pompa No 83 seluas 110 M2.

 

Namun, pada 10 Januari 2017, Pengadilan Tinggi Jawa Timur menjatuhkan vonis 18 bulan penjara kepada Sutomo Hadi, setelah upaya banding yang diajukan oleh jaksa Welly dari Kejaksaan Negeri Surabaya*TIM

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest news

IKA Stikosa AWS, Gusdurian dan INTI Surabaya Bagikan 200 Menu Buka Puasa

Surabaya ,warnakota.com Banyak cara dilakukan untuk berbagi kebahagiaan di bulan...

Korem Baladhika Jaya Berkomitmen Bangun Generasi Berakhlak Mulia

        Kota Malang,- Korem 083/Baladhika Jaya berkomitmen untuk mencetak generasi...

Pemohon Renvoi Prosedur Dan Termohon Renvoi Prosedur Ajukan Argumentasi Hukum 

  Surabaya , warnakota.com Sidang lanjutan gugatan Renvoi Prosedur yang dimohonkan Cindro...

Keterangan Ahli Menguntungkan Bagi Pengugat , Pemberi Wasiat Bebas Nemberikan Wasiat Kepada Siapapun

Surabaya,warnakota.com Sidang Sengketa waris antara Harijana dan King Finder Wong...
- Advertisement -

Saya Tidak Pernah Bercerai Dengan Aprilia Okadjaja, Harijana Itu Cucu Keponakan 

Surabaya, warnakota.com Cerita keluarga bahagia dan harmonis meski sudah 28 tahun...

Bagaikan Minum Pil Pahit  Kapolrestabes Surabaya Terkait Oknum Anggotanya Terlibat Narkoba 

Surabaya,warnakota.com Pesta sabu di hotel tengah kota Surabaya, 5 oknum...

Must read

- Advertisement -

You might also likeRELATED
Recommended to you