Hukum Terdakwa Kosmetik Oplosan Menangis , Keterangan Kedua Saksi Memberatkan...

Terdakwa Kosmetik Oplosan Menangis , Keterangan Kedua Saksi Memberatkan Terdakwa

-

- Advertisment -

Surabaya , Warnakota.com

Sidang Kasus kosmetik diduga ilegal dan beroplosan yang sempat heboh lantaran menggunakan para artis sebagai endrose kembali di sidangkanmulai disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya. Rabu,( 26 Juni 2019 ).

Sidang kali ini beragendahkan saksi dimana Jaksa Penuntut Umum Winarko Menghadirkan saksi diantarnya Saksi Ananda Eko Novianto Dan Jihan Sukmawardani. Sidang yang di pimpin oleh ketua majelis Hasbullah dengan di damping kedua Anggota hakim yaitu Hakim Sigit Dan Hakim Hariyanto.

Anehnya ketika sidang akan dimulai Terdakwa Kalina menangis sambil mengusap air mata yang berlinang di pipi.

Dalam persidangan saksi Ananda Eko Novianto menjelaskan , saya baru bekerja 2 bulan di Perusahann ini itupun tidak melamar saya hanya di rekurt dan kedudukan saya di bagian administrasi . Untuk bagian Produksi ada sendiri bagiannya . Saya pun tidak tahu menahu bahan apa yang dibuat terdakwa untuk kosmetik. Terkait masalah kosmetik ini aplosan atau tidak saya tidak tahu, yang saya tahu ada 15 macam dan di jual melalui onlen atau Fes book didalam kota maupun di luarkota dari nilai Rp 200 ribuh sampai Rp 500 ribu . Dalam Satu paket .papar Eko di persidangan.

Sedangkan saksi Jihan menerangkan bahwa kosmetik oplosan itu sempat di daftarkan untuk mendapat hak Paten. Namun ditolak karena bukan merupakan produk asli buatan terdakwa.

Diakui Jihan, bahwa terdakwa memiliki beberapa produk yang telah memiliki hak paten bernama “Orkeys Skin”. Namun yang dipasarkan oleh Terdakwa Karina adalah kosmetik yang tidak memiliki ijin edar. Ungkap saksi di persidangan. Walaupun tanpa ijin edar Produk kosmetik opolsan tersebut kemudian dipasarkan menggunakan jasa endorse para artis termasuk pelantun lagu suket teki Nella Kharisma dan juga Via Vallen.

Dari proyek endorse kosmetik murahan itu, Nella mendapat tawaran menggiurkan dengan bayaran antara 7-15 juta dari pembuat kosmetik oplosan Karina Indah Lestari.Sehingga tidak mempedulikan standard keamanan konsumen. Namun, Nella membantah pernyataan Terdakwa terkait Jumlah bayaran yang ia terima. Dia mengaku hanya mendapat fee sebesar Rp. 1,5 sampai dengan Rp. 3 juta per pekan.

Sebelumnya, Kasubdit Direskrimsus Polda Jatim, AKBP Rofiq Ripto Himawan mengatakan, didalam pemeriksaan pihaknya menyelidiki sejauh mana keterlibatan Nella Kharisma sebagai bintang iklan kosmetik ilegal tersebut. “Seperti, bagaimana standar operasional prosedur (SOP) menerima endorse, etikanya seperti apa serta perlu mencari tahu lebih dulu legalitas produk tersebut”kata dia. Kasus ini mencuat setelah polisi membongkar usaha ilegal milik tersangka Karina Indah Lestari di Kediri, Jatim.

Usaha produk kecantikan yang ia geluti tersebut ternyata tidak memiliki izin edar dari BPOM. Selain produk kecantikan seperti krim, cairan pembersih wajah, bedak, serum dan masker, pelaku juga memproduksi obat-obatan untuk kecantikan. Produk kosmetik yang dijual pelaku berasal dari bahan-bahan produk kosmetik merek terkenal seperti, Marcks Beauty Powder, Mustika Ratu, Viva Lotion, Sabun Papaya, Vasseline, Sriti dan sebagainya.

Dalam menjalankan aksinya, terdakwa Karina Indah Lestari menjual hasil produksinya melalui sosial media yang menggunakan para artis sebagai endrosenya. Karena perbuatannya terdakwa Karina Indah Lestari melanggar Pasal 197 Undang-Undang RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.*rhy

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest news

Lesbi Tawuran DiVonis Dua Bulan 

Surabaya,warnakota.com Pukul sesama lesbi (pencinta sejenis) hingga lebam, kedua terdakwa lesbi yaitu Reni Puspitasari...

Diduga Sentra Kuliner Urip Sumorjo Dibuat Ajang Pungli Langgar Perwali nomor 78 Tahun 2016

Surabaya ,warnakota.comDiduga pelanggaran terhadap aturan yang ada di dalam Dinas koperasi Perwali nomor 78 tahun 2016 yang...

Wooo,,,Baru Tahu Kalau Rumah YKP  Harus Diberikan Kepada Masyarakat 

Surabaya,warnakota.com Pengurus baru Yayasan Kas Pembangunan (YKP) Kota Surabaya, Ketua...

Terdakwa  Venansius Diduga Kebal Hukum Akhirnya Ditahan Oleh Kejaksaan Negeri Surabaya

Surabaya, warnakota.comSurabaya,Terdakwa  Venansius Niek Widodo dikabarkan kembali ditahan atas kasus penipuan dan penggelapan,...
- Advertisement -

Hakim Cantik Manjakan Residivis Penipuan dan Penggelapan terdakwa Venansius tidak ditahan

Surabaya, warnakota.com  Sidang Terbuka terkait  perkara dugaan penipuan 63 milliar...

Sidang Keabsahan Wasiat Terkait Harta Peninggalan, Aprilia Okadjaja

Surabaya,warnakota.comPengadilan Negeri (PN) Surabaya kembali menggelar sidang perebutan harta peninggalan dari (Alm) Aprilia Okadjaja antara King Finder...

Must read

Lesbi Tawuran DiVonis Dua Bulan 

Surabaya,warnakota.com Pukul sesama lesbi...

Diduga Sentra Kuliner Urip Sumorjo Dibuat Ajang Pungli Langgar Perwali nomor 78 Tahun 2016

Surabaya ,warnakota.comDiduga pelanggaran terhadap aturan yang ada...
- Advertisement -

You might also likeRELATED
Recommended to you