Hukum Terdakwa Djie Kian Sioe Di Duga Korban Rekayasa Hukum...

Terdakwa Djie Kian Sioe Di Duga Korban Rekayasa Hukum ,Sang Nenek Harus Bebas

-

- Advertisment -

 

Surabaya.,warnakota.com

Sungguh kasihan Nenek ini yang di duga korban Rekayasa hukum.atas kurang cermatnya  pihak penyidik polisi dan jaksa Penuntut Umum dari kejati dalam mengambil kesimpulan bahwa nenek tersebut di jadihkan tersangkan sekaligus terdakwa .
Dalam sidang yang di gelar di Ruang Garuda Pengadilan negeri Surabaya.(Selasa,20 Maret 2018).yang di pimpin ketua Majelis Pujo saksono SH ,Mhum dan Jaksa Penuntut Umum Nur Rohman SH,dari Kejaksaan Tinggi Surabaya.
Melalui Kuasa hukumnya Pieter Talaway SH.terdakwa  Djie Kian Sioe (75)Warga Jalan Mahakam no 12 Madiun.mendengarkan Epsepsi yang di bacahkan oleh kuasa hukum terdakwa.
Dalam Epsepsinya Bahwa dimana dalam  surat dakwaan Jaksa Penuntut Umum di atur dalam pasal 156 ayat (1) Kuhp jo pasal 143 (2)kuhp .yang di bacahkan pada hari Senin tanggal 12 Maret 2018 ,bahwa terdakwa di dakwa dalam dakwaan  ke  Satu melanggar pasal 263 ayat ayat (1) kuhp.dan  dakwaan ke Dua di dakwa melanggar pasal 263 ayat (2) kuhp.dalam dakwaan satu dan dua di mana Supremasi hukum dalam menegakan keadilan bagi sang Nenek yang harus di dudukan di kursi pesakitan sebagai terdakwa.
Dalam Epsepsinya menyimpulkan bahwa Surat Dakwaan Penuntut Umum telah di susun  secara tidak cermat ,tidak jelas dan tidak lengkap dan keliru dalam menempatkan  perbuatan ter dakwa ke perkara pidana  karena perbuatan terdakwa  bukan tindak pidana,karena ada dasar penetapan hukum sampai inkra dan tetap di menangkan oleh terdakwa.
Dakwaan penuntut umum tidak dapat di terima batal demi hukum tidak  berdasarkan pada pasal 3 ayat  2 Undang Undang no 39 tahun 1999 tentabg hak asasi manusia.setelah membachkan Epsepsi sidang di tundah 2 pekan .
Selesai sidang kuasa hukum terdakwa Pieter Talaway ,secara blak blakan bahwa perkara ini seharusnya tidak sampai ke pengadilan di karenakan  keceroboan penyidik dan jaksa.karena  pada tahun 1999 perkara  ini  sudah di lanjutkan  di kepolisian.dàn di lakukan Leb dan hasilnya bahwa tanda tangan itu asli setelah itu perkara  di SP3 .
Setelah itu tahun 2005 di laporkan lagi  hasilnya di SP 3.sedangkan obyek sudah di jual ke orang laindengan dasar  dan alat bukti yang sama yaitu bukti kwitansi palsu.padahal tanda tangan tersebut hasil leb asli.
Padahal putusan perdata sudah 3 kali sampai ke PK  ( Peninjauan Kembali ) dan putusannya pun di menangkan oleh terdakwa,jelas Pieter  kepada wartawan.
Dari  perkara ini terdakwa Djie Kian Sioe harus bebas murni Hakim sebagai wakil tuhan harus jeli dan amanah serta adil dalam menyikapi perkara ini.*rhy

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest news

Sebagai wakil Tuhan Dimuka Bumi Harus Lebih Jeli Dalam Menilai Perkara Gugatan Wasiat

Surabaya, warnakota.comSidang gugatan perdata nomer perkara: 1127/Pdt.G/2020/ PN.SbyPMH perkara keabsahan warisan Aprilia Okadjaja kembali di gelar di...

IKA Stikosa AWS, Gusdurian dan INTI Surabaya Bagikan 200 Menu Buka Puasa

Surabaya ,warnakota.com Banyak cara dilakukan untuk berbagi kebahagiaan di bulan...

Korem Baladhika Jaya Berkomitmen Bangun Generasi Berakhlak Mulia

        Kota Malang,- Korem 083/Baladhika Jaya berkomitmen untuk mencetak generasi...

Pemohon Renvoi Prosedur Dan Termohon Renvoi Prosedur Ajukan Argumentasi Hukum 

  Surabaya , warnakota.com Sidang lanjutan gugatan Renvoi Prosedur yang dimohonkan Cindro...
- Advertisement -

Keterangan Ahli Menguntungkan Bagi Pengugat , Pemberi Wasiat Bebas Nemberikan Wasiat Kepada Siapapun

Surabaya,warnakota.com Sidang Sengketa waris antara Harijana dan King Finder Wong...

Saya Tidak Pernah Bercerai Dengan Aprilia Okadjaja, Harijana Itu Cucu Keponakan 

Surabaya, warnakota.com Cerita keluarga bahagia dan harmonis meski sudah 28 tahun...

Must read

Sebagai wakil Tuhan Dimuka Bumi Harus Lebih Jeli Dalam Menilai Perkara Gugatan Wasiat

Surabaya, warnakota.comSidang gugatan perdata nomer perkara: 1127/Pdt.G/2020/...
- Advertisement -

You might also likeRELATED
Recommended to you