Hukum Sidang Sipoa Hadirkan Ahli Pidana

Sidang Sipoa Hadirkan Ahli Pidana

-

- Advertisment -

Surabaya ,Warnakota.com

Sidang dugaan penipuan dan penggelapan  kasus penipuan penjualan Apartemen Royal Avatar World dengan terdakwa Budi Santosa dan Ir Klemen Sukarno Candra kembali dilanjutkan di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Rabu (16/8/2018).

Dalam sidang yang digelar di ruang Cakra ini, pihak terdakwa melalui kuasa hukumnya mendatangkan ahli pidana dari Universitas Bhayangkara DR Solahudin.

 

Banyak hal yang diungkapkan oleh ahli pidana ini diantaranya adalah terkait unsur dalam pasal 372 penggelapn yang mana menurut ahli unsur dalam pasal ini adalah memiliki bisa menguasai atau menggunakan kemudian membelanjakan atau menggadaikan, menjual seolah olah barang tersebut milik dia sendiri.

 

” Konsepsi penipuan terdapat empat modus operandi yakni apakah ada perbuatan tipu muslihat, rangkaian kata bohong, kata-kata  palsu dan nama palsu,” ujar ahli dalam persidangan, Kamis (20/9/2018).

 

Terkait apabila tindakan penipuan itu dilakukan oleh corporate, menurut ahli maka hal itu harus digugat secara perdata.

 

Apakah dengan adanya proses pidana bisa mengembalikan kerugian, menurut ahli hal itu tidak bisa mengembalikan kerugian kecuali bisa dilakukan dengan menggugat perdata.

 

” Kalau ganti rugi maka harus dimintakan dalam peradilan perdata, ” ujarnya.

 

Usai sidang, Franki Desima Waruwu SH MHum didampingi Andry Ermawan kuasa hukum Budi Santosa dan Ir Klemen Sukarno Candra mengatakan, dari keterangan ahli yang didatangkan ke persidangan ada beberapa hal yang menguntungkan terdakwa yang pertama terkait dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menyertakan pasal 55 namun dalam dakwaan JPU tidak disebut siapa pasal 55 KUHP atau turut serta yang dimaksud.

 

” Kalau menurut hukum matreiil mestinya harus disebutkan terperinci, siapa yang dimaksud dengan turut serta tersebut, ” ujar Franky.

 

Pada intinya lanjut Franky, semua yang diterangkan ahli pidana tadi di persidangan menguntungkan kedua terdakwa.

 

Terpisah Andry Ermawan menyatakan  sebuah dakwaan adalah pegangan dalam sebuah perkara, oleh karenanya dakwaan itu harus jelas, cermat. Sementara dalam dakwaan Jaksa menyertakan pasal 55 namun disisi lain, dalam dakwaan Jaksa menyebut perbuatan dilakukan secara bersama-sama.

 

” Sedangkan menurut ahli, pasal 55 KUHP harus diuraikan dengan jelas siapa yang turut serta siapa yang pelaku utama,” ujarnya. *rhy

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest news

Lesbi Tawuran DiVonis Dua Bulan 

Surabaya,warnakota.com Pukul sesama lesbi (pencinta sejenis) hingga lebam, kedua terdakwa lesbi yaitu Reni Puspitasari...

Diduga Sentra Kuliner Urip Sumorjo Dibuat Ajang Pungli Langgar Perwali nomor 78 Tahun 2016

Surabaya ,warnakota.comDiduga pelanggaran terhadap aturan yang ada di dalam Dinas koperasi Perwali nomor 78 tahun 2016 yang...

Wooo,,,Baru Tahu Kalau Rumah YKP  Harus Diberikan Kepada Masyarakat 

Surabaya,warnakota.com Pengurus baru Yayasan Kas Pembangunan (YKP) Kota Surabaya, Ketua...

Terdakwa  Venansius Diduga Kebal Hukum Akhirnya Ditahan Oleh Kejaksaan Negeri Surabaya

Surabaya, warnakota.comSurabaya,Terdakwa  Venansius Niek Widodo dikabarkan kembali ditahan atas kasus penipuan dan penggelapan,...
- Advertisement -

Hakim Cantik Manjakan Residivis Penipuan dan Penggelapan terdakwa Venansius tidak ditahan

Surabaya, warnakota.com  Sidang Terbuka terkait  perkara dugaan penipuan 63 milliar...

Sidang Keabsahan Wasiat Terkait Harta Peninggalan, Aprilia Okadjaja

Surabaya,warnakota.comPengadilan Negeri (PN) Surabaya kembali menggelar sidang perebutan harta peninggalan dari (Alm) Aprilia Okadjaja antara King Finder...

Must read

Lesbi Tawuran DiVonis Dua Bulan 

Surabaya,warnakota.com Pukul sesama lesbi...

Diduga Sentra Kuliner Urip Sumorjo Dibuat Ajang Pungli Langgar Perwali nomor 78 Tahun 2016

Surabaya ,warnakota.comDiduga pelanggaran terhadap aturan yang ada...
- Advertisement -

You might also likeRELATED
Recommended to you