Sidang Perdana Chin chin Penuhi Ruang Sidang

0
164

foto-chin-chin

Surabaya, Warna Kota

Sidang Perdana yang mendudukan Terdakwa Tri Susilowati Yusuf ,yang di gelar di Ruang Kartika Pengadilan Negeri Surabaya .

Walaupun sidang yang di padati Puluhan ibu –ibu hanya untuk  memberikan dukungan moral kepada terdakwa Tri Susilowati Yusuf selaku  mantan direktur Empire Palace Surabaya, yang dilaporkan oleh suaminya sendiri atas kasus penggelapan dan pencurian .

Sidang yang beragenda pembacaan dakwaan dari jaksa penuntut umum Kejari Surabaya .Bahkan  Dalam dakwaan jaksa, terdakwa dijerat pasal penggelapan dan pencurian. Atas dakwaan ini, terdakwa akan melakukan eksepsi pada persidangan berikutnya .

Menurut  kuasa hukum yang akan  mengajukan penangguhan penahanan kepada terdakwa, karena saat ini anak terdakwa sedang sakit merindukan ibunya. Bahkan ,Menurut kuasa hukum , Pieter Talaway, dakwaan jaksa dinilai keliru, karena dalam kasus ini seharusnya tidak bisa dipidanakan, dikarenakan status terdakwa masih belum cerai.  Di samping itu, belum ada perpisahan harta. Perlu di ketahui bahwa  Tri Susilowati Yusuf alias Chinchin , dilaporkan oleh suaminya sendiri ke Polrestabes Surabaya , atas tuduhan penggelapan dan pencurian .Di tempat terpisah  Sekelompok massa yang tergabung dalam Pemuda Pancasila (PP) melakukan aksi unjuk rasa di depan Pengadilan Negeri (PN) Surabaya.

Mereka menuntut agar majelis hakim PN Surabaya tidak menangguhkan penahanan terhadap mantan direktur utama PT Blauran Cahaya Mulia (BCM) ini.

Selain berorasi, massa juga membuat spanduk yang bertuliskan “Jangan kasih hati penipu besar seperti Trisulowati (Chin Chin), jangan biarkan berkeliaran,” ujar Basuki.

Ada juga spanduk yang bertuliskan “Trisulowati/Chin Chin wanita penipu, berkedok wanita terhormat tapi bermoral laknat”.
Dalam orasinya, massa juga menuntut agar PN Surabaya lebih arif dan bijaksana dalam memimpin sidang yang hari ini mengagendakan dakwaan ini.

“Kita menuntut PN Surabaya lebih arif dan bijaksana dalam melaksanakan sidang Chin Chin, dan hakim harus bersikap seadil-adilnya,” ujar koordinator aksi Basuki Rahmad, Rabu (14/12/2016).

Basuki menambahkan, pihaknya mewakili korban yakni ketua PP yang membeli ruko di Larangan Sidoarjo dimana Chin Chin sebagai pengelolanya.

“Kami mewakili PP dimana salah satu ketua kami menjadi korban. Ketua kami membeli ruko pada Mei 2015 di Larangan Sidoarjo dimana Chin-Chin sebagai pengelola. Namun sampai akhir tahun 2016 lahan masih kosong dan kasusnya sudah dilaporkan ke polisi,”

Dalam permasalahan ini seharusnya kita melihat segi negatifnya ,jika terdakwa Chin Chin di tahan ,padahal sang anak masih membutuhkan kasih sayang ibu ,seharusnya hakim lebih bisa menerima ,

Banyak perkara Penggelapan dan Penipuan tidak di tahan asalkan ada Penjamin ,tidak menghilangkan barang bukti dan terdakwa komperatif tidak melarihkan diri,hal ini kan bisa terjadi pada terdakwa Chinchin tidak di tahan alias Penagguhannya di terima oleh hakim.*RHY

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here