Hukum Sidang Pengelapan Baràng Radio Antik Dari Swiss

Sidang Pengelapan Baràng Radio Antik Dari Swiss

-

- Advertisment -

Surabaya.warnakota.com

Sidang perdana terkait penggelapan barang antik radio  dari Swiss yang di beli oleh terdakwa Nurcholis Hadi Saputra (38) warga Jln Kalimas Baru 3 Surabaya.(Senin.19 Febuari  2018).

 

Sidang yang di gelar di R Tirta 1 dengan agenda pembacaan Dakwaan.dan di pimpin oleh Hakim ketua Majelis Isjuwaedi SH,Mhum serta Jaksa Penuntut Umum  Gede SH dan Saiful SH dari Kejaksaan Negeri Tanjung perak.

 

Dalam Dakwaan nomer Reg.Perk : PDS -01/TG.Perak /02/2018.terdakwa telah melanggar pasàl  102 huruf f undang undang no 10 tahun 1995 tentang kepabeanan jo.Undang Undang no 17 tahun  2006 tentang perubahan atas UU 10 th 1995 jo pasal 55 ayat ke (1) kuhp.

 

Perkara ini berawal pada tanggal 12 sampai 13 2017 dan saksi Rachmad Mulyadi (berkas terpisah) di PT Multi Bintang Abadi Jln Kalianak no 65 Surabaya.

 

Di mana perbuatan terdakwa   mengeluarkan barang import yang belum terselesaikan kewajiban kepabeanan atàu surat surat kepabeanan.

 

Awalnya saksi Rio Imam Sendjojo membeli alat musik Kyburz Swiss merk box GMBP  di beli  dengan cara  pembayarannya di transfer melalui bank OCBC ca ang malang pada tanggal 10 Nofember 2016.

 

Setelah itu Rio menghubungi Vincentius Raymond Alfonsa untuk pengurusan Importasinya pada bulan Januari 2017 dengan biaya Rp 175 juta setelah itu saksi Raymond menghubungi pihak agen dari Italia  untuk menghubungi pihak pengiriman yaitu Kayburz Swiss Music .

 

Sayangnya Raymond tak bisa mengurus importasinya akhirnya Raymond mebghubunggi Rachmat Mulyadi untuk mebgurus Importasinya dengan biaya Rp 160 juta.selanjutnya Rahmad menghubungi Pramuyanto yang merupakan PIC ( Person In Charge).dari PT Manunggal Mitra  Indonesia .sehingga PT MMI tersebut melakukan import terkait barang  Kayburz Swiss music dengan kesepakatan pengurusan Import dan dokumentasi yang di lamukan sendiri oleh Rahmad.

 

Berdasarkan Inward Manifes BC1.1 nomor 001355 tanggal 11 juli 2017 pos 0010

Pada tanggal 30 Mei 2017 terhadap satu set alat musik yang berada di dalam kontainer TCNU 5555922 di kirim lewat pelabuhan .

 

Setelah sampai di pelabuhan pada saat pemeriksàan baràng  antik  berupa radio kurang lebih dari 100 buàh di dalam kontainer akhirnya oleh pihak tps dan bea cukai  di tangguhkan dulu setelah di periksa dokumen tidak sesuai atau meràgukan dengan barang tersebut barang  di amankan .

 

Dari  hasil perbuatannya negara di rugikan kuràng lebih 159 juta akibat perbuatàn terdakwa Nur Cholis Hadi Saputra.*rhy /har

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest news

Lesbi Tawuran DiVonis Dua Bulan 

Surabaya,warnakota.com Pukul sesama lesbi (pencinta sejenis) hingga lebam, kedua terdakwa lesbi yaitu Reni Puspitasari...

Diduga Sentra Kuliner Urip Sumorjo Dibuat Ajang Pungli Langgar Perwali nomor 78 Tahun 2016

Surabaya ,warnakota.comDiduga pelanggaran terhadap aturan yang ada di dalam Dinas koperasi Perwali nomor 78 tahun 2016 yang...

Wooo,,,Baru Tahu Kalau Rumah YKP  Harus Diberikan Kepada Masyarakat 

Surabaya,warnakota.com Pengurus baru Yayasan Kas Pembangunan (YKP) Kota Surabaya, Ketua...

Terdakwa  Venansius Diduga Kebal Hukum Akhirnya Ditahan Oleh Kejaksaan Negeri Surabaya

Surabaya, warnakota.comSurabaya,Terdakwa  Venansius Niek Widodo dikabarkan kembali ditahan atas kasus penipuan dan penggelapan,...
- Advertisement -

Hakim Cantik Manjakan Residivis Penipuan dan Penggelapan terdakwa Venansius tidak ditahan

Surabaya, warnakota.com  Sidang Terbuka terkait  perkara dugaan penipuan 63 milliar...

Sidang Keabsahan Wasiat Terkait Harta Peninggalan, Aprilia Okadjaja

Surabaya,warnakota.comPengadilan Negeri (PN) Surabaya kembali menggelar sidang perebutan harta peninggalan dari (Alm) Aprilia Okadjaja antara King Finder...

Must read

Lesbi Tawuran DiVonis Dua Bulan 

Surabaya,warnakota.com Pukul sesama lesbi...

Diduga Sentra Kuliner Urip Sumorjo Dibuat Ajang Pungli Langgar Perwali nomor 78 Tahun 2016

Surabaya ,warnakota.comDiduga pelanggaran terhadap aturan yang ada...
- Advertisement -

You might also likeRELATED
Recommended to you