Hukum Sidang Gugatan Kepailitan Semakin Memanas.

Sidang Gugatan Kepailitan Semakin Memanas.

-

- Advertisment -

 

Surabaya,warnakota.com
Kepailitan toko Harapan Baru dan Mitra Teknik milik Lusy alias Kwan Kok Ing warga jalan Kartini No 33 RT 003-RW 003, Kelurahan Brang Bara, Kecamatan Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, ternyata menyisahan sengketa.

Sumber masalahnya karena Bank Rakyat Indonesia (BRI) cabang Sumbawa Besar pada 2013 lalu, melalui putusan No 35/pailit/2012/PN.Niaga Surabaya, menyatakan bahwa kedua toko tersebut pailit.

Sementara syarat pailit dalam Bab II UU No 37 tahun 2004, kepailitan bagian kesatu, syarat dan putusan pailit pada Pasal 2 Ayat 1 berbunyi debitor yang mempunyai dua atau lebih kreditor dan tidak membayar lunas sedikitnya satu utang yang telah jatuh waktu dan dapat ditagih dinyatakan pailit dengan putusan pengadilan, baik atas permohonnya sendiri maupun atas permohonan satu atau lebih kreditornya.

“Gugatan ini dilayangkan lantaran bertentangan dengan syarat-syarat pailit. Pelaksanaan eksekusi terhadap aset saya juga dilakukan secara serampangan, mereka membawa keluar bundelan karung dan barang-barang saya, dan barang-barang tersebut hingga kini tidak diketahui keberadaanya,” ucap Lussy.

Kepada awak media, Lusy menceritakan bahwa dirinya dan BRI cabang Sumbawa Besar sudah bermitra sejak tahun1985, bahkan selama kemitraan tersebut dirinya diberikan predikat sebagai nasabah inti dan kerap mendapatkan tanda penghargaan seperti medali emas dan hadiah-hadiah lain.

Atas prestasi itulah, pada 5 Juni 2006 hingga jatuh tempo 20 Oktober 2011, ia diberikan tambahan kredit modal kerja sebesar Rp 3,2 miliar oleh Direksi BRI Sumbawa Besar untuk pembanguna Depo atau Toko lengkap.

Namun celakanya, saat pembangunan Depo atau Toko tersebut sedang berlangsung, secara sepihak hanya melalui pengumuman di media masa, mendadak pada tahun 2011 BRI cabang Sumbawa Besar menyatakan kreditnya macet. “Padahal saat itu saya masih dalam keadaan membayar pinjaman tersebut dan jangka waktu perjanjian yang kami sepakatipun belum jatuh tempo, sehingga secara immaterial saya sangat dirugikan dengan adanya pengumuman tersebut,” tandas Lusy.

Diungkapkan Lussy, setelah dipailitkan pada tahun 2013, dirinya juga menemukan perbedaan sisa utang yang tidak sama antara BRI Wilayah Denpasar dengan nomor B.1440-KW-XI/RPK/02/2013 tanggal 11 Februari 2013 sebesar Rp 7.397.465.194 dengan yang dikeluarkan BRI Cabang Sumbawa dengan nomor B.695/KC/XI/02/2013 tanggal 11 Februari sebesar Rp 7.019.554.674. “Ini bukan kesalahan system, tapi murni kesengajaan yang dilakukan oleh oknum-oknum yang ada di BRI Sumbawa yang sejak awal sudah berniat tidak baik kepada saya,” ungkap Lusy

Lussy menambahkan, sejak dinyatakan kredit macet pada tahun 2010, aktivitas usahanya yang dimodali BRI Sumbawa Besar yang menjadi kreditor tunggal pun terhenti, pasalnya sejak awal memulai usahanya Lussy idak pernah mempunyai kreditor lain selain BRI cabang Sumbawa, “Otomatis jadi terhenti dan menggantung. Ini disebabkan karena BRI Cabang Sumbawa tidak serius menyelesaikan permasalahan. Padahal saya tetap komitmen menyelesaikan pembangunan Depo atau Toko lengkap tersebut sampai lantai empat pada Juni 2012. Padahal waktu itu saya dan anak perumpuan saya dikantor BRI Cabang Wilayah Denpasar sanggup melunasi sisa utang saya. Tapi anehnya BRI cabang Sumbawa tetap memaksakan kehendaknya agar saya tetap dipailitkan, sementara sisa utang saya tinggal Rp 5,1 milyar dan jaminan yang dijadikan sebagai agunan kredit dalam bentuk benda tidak bergerak berjumlah Rp 31 milyar itupun belum termasuk benda bergerak dan barang-barang yang saya miliki di kedua toko saya,” tambah Lussy.

Lussy juga menuding persidangan pailit yang diajukan BRI cabang Sumbawa Besar ke Pengadilan Niaga Surabaya sengaja dilakukan untuk menghabisi dirinya, sebab kreditor kedua atau kreditor siluman yang ditarik oleh BRI cabang Sumbawa, yaitu Perusahaan Asuransi Kebakaran PT Beringin Sejahtera Arthamakmur (BSAM), tidak pernah hadir dan datang untuk menuntut haknya dalam persidangan. “Semenjak saya dinyatakan pailit .

Dengan ketidak terimanya yang di duga ada indikasi pelanggaran hukum pada saat di sita saya berada di cina dan tidak ada surat atau sonasi .seharusnya kan ada surat pemberitahuan dulu.

Perkara ini muncul saya pubya hutang di BRI,6,1 M pada tahun 2010 setelah itu saya bayar tinggal sisa nya dan saya masih membayar bunga lalu saya di katakan pailit dan ada pinjaman 3 tapi yang 2 saya tidak kenal pajak apa yang tidak saya bayar,saya selalu  bayar pajak.ketika saya tanya mereka tak bisa jawab ,jelas Lussi kepada wartawan..

Beda dengan apa yang di katakan oleh Lussy semua di sangkal oleh Dr Najib bahwa apa yabg dikatakan lussi tidak benar.saya melakukan penyitaan ada dasarnya hukumnya saya Kasasi .Inkra dan PK kan udah benar .

Dan ada perintah undang undang setelah hakim mengetuk palu.saya tidak menghitung nilai hutangnya karena itu berurusan dengan BRInya,karena tugas Kurator menyita aset.

Saya udah melakukan perdamaiannya dan sudah saya kirimkan surat pemberitahuan.malah menantang saya,otomatis saya buktikan karena ini perintah undang undang.saya ini bukan pengacara tapi Kurator perintah undang undang.

Bodoh dan tololnya saya jika saya menyita aset tak mematuhi dan perintah undang undang.semua sesuai prosedur,jelas Dr Najib selaku Kurator kepada wartawan.*rhy

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest news

Sidang Gugatan PMH Advokat Belly V.S. Daniel Karamoy, S.H., M.H., Dua Kali Tidak Dihadiri Tergugat

Surabaya.warnakota.com Sidang Gugatan Perlawanan Hukum antara  pengacara (advokat) Belly V.S. Daniel Karamoy, S.H., M.H.,...

Diduga Anggaran Apbd Dimanfaatkan Kampanye ERJI Bukan Covid-19

Surabaya,warnakota.com  Komisi A DPRD Surabaya menengarai dana kelurahan dimanfaatkan Pemkot...

Oknum jaksa Mangkrakan Perkara Berkas P21 menjadi P19

Surabaya. Warnakota.com Kepastian hukum dan Keadilan Mulyanto Sampai saat ini Di ombang ambingkan oleh aparat...

Sudah 6 tahun lebih Suhartati Mencari Keadilan Atas Eksekusi Rumahnya

Surabaya. Warnakota.comSudah 6 tahun lebih Jeki Messakh dan Ir.Suhartati Messakh  Patty  mencari keadilan di muka bumi., namun keadilan...
- Advertisement -

Sidang Gugatan Perlawanan Hukum antara Advokat Belly V.S. Daniel Karamoy, dan kliennya Thie Butje Sutedja

Surabaya .warnakota.com Sidang Gugatan Perlawanan Hukum antara  pengacara (advokat) Belly V.S. Daniel Karamoy, S.H., M.H.,...

Ketua DKD Peradi Jatim Pieter Talaway dan Advokat Masbuhin Saling Membenarkan Argumentasinya Masing Masing

Surabaya. Warnakota.com Rupaya berita panas terkait  Mantan...

Must read

- Advertisement -

You might also likeRELATED
Recommended to you