Hukum Sidang Gugatan Bandara Juanda,Tidak adanya Pos Polisi

Sidang Gugatan Bandara Juanda,Tidak adanya Pos Polisi

-

- Advertisment -

Menampilkan 20170110_210733.jpg

 

Surabaya (warnakota.com)

Sidang Gugatan  tidak adanya Kantor Polisi di dalam area Bandara International  Juanda  Surabaya.Sidang gugatan yang di lakukan oleh  Advokat M Sholeh Tim selaku Pengugat  sedangkan Tergugat yaitu Presiden JOKOWI.

KAPOLRI, dan KASAL .

Sidang yang di gelar di Ruang Garuda Pengadilan Negeri Surabaya,

Sidang Kali ini Beragenda saksi yang di hadirkan oleh Tergugat, Diantaranya Saksi dari  Yuwono, dan kepala organda udara pak H.Tohar maupun dari JM Angkasa Pura,

Di hadapan Majelis Hakim Saksi menjelaskan, Bahwa Pengelolahan Bandara memang di serahkan ke Departemen Perhubungan oleh Angkatan Laut.Namun untuk Pengamanan masih di pegang oleh TNI Angkatan Laut karena Juanda adalah milik Angkatan Laut.

Bahkan selama ini Tidak ada Pengaduan Dari Masyarakat terkait adanya Tindak Pidana.sedangkan  keamanan di Bandara selama ini tidak ada masalah terkait Pengamanan, Bahkan TNI Angktan Laut tidak pernah mempersoalkan  Polisi untuk melakukan Pengamanan  di Bandara .

Dalam pengamanan kita selalu bekerja sama  dengan Polisi  dalam segala Kegiatan. jelas keterangan saksi di hadapan Majelis Hakim.

Selesai Sidang Menurut Elok Selaku Penggugat, Menjelaskan Bahwa Bandara Juanda Memang lokasi lahannya milik TNI AL, seharusnya  ada pos polisi, Di area juanda tidak ada. sedangkan pos polisi dibandara itu kan sipil yang mengacu pada kepres no 63 tahun 2004, yaitu Di mana Wilayah obyektifitas nasional harus ada pos polisi seperti halnya di  area Bandara Juanda,

Yang kita mintakan supaya di area  juanda ada pos polisi.kita hanya menggugat pertama Presiden RI, Kepolisian RI, TNI AL.

Menurut saksi bahwa Bandara Juanda sudah aman  tidak terjadi tindak pidana,kejahatan meskipun tidak ada pos polisi di area Bandara  juanda, namun pada kenyataanya, pencurian ada pembobolan bank jatim ada, tapi kenapa dari saksi Angkasa Pura  mengatakan  semua aman.

Harapan saya agar di sana ada pos polisi,

Itu,kan wilayah obyektifitas nasional  jika tejadi pencurian otomatis  melalui sat gas TNI AL dulu baru ke Kepolisian otomatis memakan waktu, lah maunya supaya ini di persingkat

Memang Dari saksi tergugat tiga mengatakan SOP  pengamanan berdasarkan Kepres 63 padahal  dari kepres 63 semua yang berhak mengamankan yaitu dari kepolisianl  bukan dari TNI AL, memang Bandara Juanda punya wilayah TNI AL, walaupun sipilnya menumpang, bukan berarti bahwa kepolisian tidak boleh disitu,

Isi gugatan kami meminta kepada presiden memerintahkan kepada Panglimah TNI AL, agar memerintah polisi untuk membuat pos, Jelas Elok kepada wartawan.

Beda Dengan Totok selaku Kuasa Hukum dari Tergugat TNI AL,Menerangkan,” Bahwa Pembuktian  sesuai dengan ketentuan hukum prosedur  hukum ,artinya bahwa saksi yang di hadirkan sesuai dengan ketentuan. Memang  bandara juanda.  Jika  pihak sipil yang menumpang di tentara sehinga di situ keamanan pertahanan,semua keamanan kewenangan suatu pemilik Angkatan Laut suatu pangkalan udara.

Kalau dari saksi pak DM Yuwono,dan kepala organda udara pak H.Tohar maupun dari JM Angkasa Pura,selama ini pelaksanaan penegak hukum berjalan dengan baik dengan polisi walapun polisi tidak ada disana tetapi tidak menghambat tugas polisi di sana artinya masyarakat

disana terlindungi terayomi dan terlayani dengan baik,jika terjadi suatu tindakan negative,selama ini kita Jelaskan dan Berdasarkan KUHP siapapun boleh,melakukan penangkapan terhadap orang melakukan tindak pidana ,bahkan tersangkanya kemudian di serahkan ke yang berwenang dengan barang buktinya.

 

Tidak ada kata tidak aman, beberapa penghargaan inter nasional yang diper oleh mulai tahun yang didirikan sampai 2016, keamanan merupakan tolak ukur karena, Bandara Juanda mendapat prestasi international, kalau memang juanda di anggap tidak aman kenapa Juanda  dapat prestasi.

 

Harapan kami gugatan kami di tolak, Jelas Totok kepada Wartawan*RHY

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest news

Sidang Gugatan Perlawanan Hukum antara Advokat Belly V.S. Daniel Karamoy, dan kliennya Thie Butje Sutedja

Surabaya .warnakota.com Sidang Gugatan Perlawanan Hukum antara  pengacara (advokat) Belly V.S. Daniel Karamoy, S.H., M.H.,...

Ketua DKD Peradi Jatim Pieter Talaway dan Advokat Masbuhin Saling Membenarkan Argumentasinya Masing Masing

Surabaya. Warnakota.com Rupaya berita panas terkait  Mantan...

Tidak Konsisten PN Surabaya Terkait Perkara Eksekusi

Surabaya,warnakota.com  Pengadilan Negeri (PN) Surabaya terkesan tidak tegas soal pelaksanaan eksekusi lahan di Jalan...

Jaksa Perak, Eksekusi Buronan Kasus Kepabeanan Sempat Sembunyi

Surabaya,warnakota.com Pelarian Hasan Nur Effendi selama 5 tahun sejak dinyatakan bersalah oleh Mahkamah Agung...
- Advertisement -

Merasa Dicemarkan. Masbuhin Umumkan Tantangan Pada Pieter Talaway

Surabaya.warnakota.com Mantan kuasa hukum konsumen Sipoa Masbuhin menduga adanya pihak-pihak yang sengaja menyerang dan...

Advokat Masbuhin Ajukan Banding Atas Sangsi Pemberhentian Setahun dari DKD Peradi Jatim

Surabaya.warnakota.comDewan Kehormatan Daerah (DKD) Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Jawa Timur menjatuhkan sangsi pemberhentian sementara 12 bulan dan...

Must read

- Advertisement -

You might also likeRELATED
Recommended to you