Hukum Siapakah....Tersangka Baru Dalam Perkara Korupsi Wali Kota Batu

Siapakah….Tersangka Baru Dalam Perkara Korupsi Wali Kota Batu

-

- Advertisment -
Surabaya,warnakota.com
Sidang perkara kasus Korupsi suap Wali Kota Batu Eddy Rumpoko yang terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) bersama Filipus Djab, salah seorang pengusaha di Kota Batu, dan Edi Setiawan selaku Kabag Unit Layanan Pengadaan Pemkot Batu oleh KPK pada tanggal 16 Septemberi 2017 lalu, karena menerima “Si Hitam dan undangan” alias mobil mewah merek Toyota New Alphard type 3.5 Q A/T Tahun 2016 warna hitam dan  uang suap sebesar Rp 295 juta tak lama lagi akan “finis”.
Sesuai fakta persidangan dari keterangan saksi-saksi yang dihadirkan JPU KPK kehadapan Majelis Hakim terungkap, pengambilan si hitam alis Toyota New Alphard pemberian Filipus Djab terhadap Eddy Rumpoko melibatkan supir pribadinya yaitu Junaedi, anggota TNI AD berpangkat Kopral Satu.
Dalam persidangan, JPU KPK menunjukkan bukti berupa hasil percakapan Lila Widya Rahajeng dengan Yuyun mantan Sekpri Wali Kota, Lila Widya Rahajeng dengan Zadim selaku Kepala Bepeda Kota Batu, Lila Widya Rahajeng dengan Eddy Rumpoko. Dalam percakapan itulah terbongkar, peran Lila menerima uang “siluman” untuk Eddy Rumpoko, diantaranya dari Muhamad Ali Umar sebesar Rp Rp 50 juta melalui Edy Setiawan.
Fakta persingan tanggal 20 Maret 2018, Kepada Majelis Hakim Junaedi mengakui, menandatangani dokumen saat mengambil mobil ke deler atas perintah Eddy Rumpoko. Selain itu, Junaedi juga mengakui, telah masang sendiri Nomor Polisi “palsu” N 507 BZ saat mengantar Megawati ke Blitar tanpa memiliki STNK. Selain itu, Junaedi juga mengakui menerima gaji dari APBN/APBD sebagai anggota TNI AD maupun sebagai supir pribadi Wali Kota Eddy Rumpoko sejak 2008.
Selain Junedi, keterangan Sekretaris pribadi Wali Kota Batu Eddy Rumpoko, Lila Widya Rahajeng yang sempat membuat JPU KPK maupun Majelis Hakim merasa “jengkel” karena keterangannya berbelit-belit dan tidak mengakui apa yang ditanyakkan JPU KPK saaat itu, diantaranya mengenai si hitam, penghapusan dokumen di computer yang berada di lantai 5 kantor Wali Kota dan membakar dokumen berupa laporan keuangan mantan sekrtaris pribadi Wali Kota, Yuyun, dan penerimaan uang sebesar Rp 50 juta dari Muhamad Ali Umar lewat Edi Setiawan.
Saksi Kopral Satu (AD) Junaidi saat diperlihatkan barang bukti terkait mobil Toyota Alphard (Selasa, 20 Maret 2018)
Setelah Junaedi dan Lila Widya Rahajeng wanita cantik berusia muda (25) ada pula Diah selaku staf di Pemkot Batu yang mengatakan, pernah menerima uang dari seorang rekanan bernama Yusuf untuk Eddy Rumpoko. Menurut Diah, bahwa uang itu diserahkannya ke Wali Kota melalui Lila Widya Rahajeng, namum tak diakuinya juga.
 Setelah Junaedi, Lila Widya Rahajeng wanita dan Diah, masih ada Direktur PT Dailbana Prima Indonesia yakni Esther Tedjakusuma selaku istri “gelap” Filipus Djab, yang memenangkan proyek meubler dengan nilai anggaran sebesar Rp 4,7 milliar.
Terkait dengan hal ini, JPU KPK Ronald Ferdinand Worontika, kepada wartawan media ini mengatakan, tidak menutup kemungkinan akan dilakukan penyelidikan baru sesuai fakta persidangan.
“Memang sesuai fakta persidangan dari keterangan Yunaedi, Lila dan pemberian uang oleh Yusuf, tidak menutup kemungkinan akan dilakukan penyelidikan baru,” kata JPU KPK Ronal.
JPU KPK saat memperlihatkan Barang Bukti kepada Lila dan Diah sedang duduk (Jumat, 16 Maret 2018)
“Apakah ada tersangka baru sesuai fakta dan bukti-bukti yang ditunjukkan JPU KPK di persidangan dalam pasal  55 KUHP,” tanya wartawan ini kemudian.
Hal itu dikatan JPU KPK Ronald seusai sidangan pembacaan surat tuntutan terhadap Eddy Rumpoko dan Edi Setiawan. Sementara Filipus Djab sudah divonis 2 tahun penjara pada bulan lalu.
Kasus suap OTT ini berawal pada sekitar tahun 2012, terdakwa Eddy Rumpoko berkenalan dengan Fiilipus Djab, seorang penusaha yang sedang mengurus ijin mendirikan Hotel miliknya yakni Hotel Amarta Hills di Kota Batu. Dan Filipus Djab pun mejadi rekanan di Kota Batu yang mengikuti beberapa proyek pengadaan Meubelair dan seragam kantor, menggunakan CV Amarta Wisesa miliknya dan PT Dailbana Prima Indonesia*di kutip dari beritakorupsi.co

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest news

Diduga Sentra Kuliner Urip Sumorjo Dibuat Ajang Pungli Langgar Perwali nomor 78 Tahun 2016

Surabaya ,warnakota.comDiduga pelanggaran terhadap aturan yang ada di dalam Dinas koperasi Perwali nomor 78 tahun 2016 yang...

Wooo,,,Baru Tahu Kalau Rumah YKP  Harus Diberikan Kepada Masyarakat 

Surabaya,warnakota.com Pengurus baru Yayasan Kas Pembangunan (YKP) Kota Surabaya, Ketua...

Terdakwa  Venansius Diduga Kebal Hukum Akhirnya Ditahan Oleh Kejaksaan Negeri Surabaya

Surabaya, warnakota.comSurabaya,Terdakwa  Venansius Niek Widodo dikabarkan kembali ditahan atas kasus penipuan dan penggelapan,...

Hakim Cantik Manjakan Residivis Penipuan dan Penggelapan terdakwa Venansius tidak ditahan

Surabaya, warnakota.com  Sidang Terbuka terkait  perkara dugaan penipuan 63 milliar...
- Advertisement -

Sidang Keabsahan Wasiat Terkait Harta Peninggalan, Aprilia Okadjaja

Surabaya,warnakota.comPengadilan Negeri (PN) Surabaya kembali menggelar sidang perebutan harta peninggalan dari (Alm) Aprilia Okadjaja antara King Finder...

Rumah Janda Dilalap Si Jago Merah

Surabaya,warnakota.comPeristiwa kebakaran terjadi di Jalan Dukuh Mbulak Banteng Sekolahan RT 03, RW 01 , pukul 21 :10...

Must read

- Advertisement -

You might also likeRELATED
Recommended to you