Hukum Sebagai wakil Tuhan Dimuka Bumi Harus Lebih Jeli Dalam...

Sebagai wakil Tuhan Dimuka Bumi Harus Lebih Jeli Dalam Menilai Perkara Gugatan Wasiat

-

- Advertisment -

Surabaya, warnakota.com
Sidang gugatan perdata nomer perkara: 1127/Pdt.G/2020/ PN.Sby
PMH perkara keabsahan warisan Aprilia Okadjaja kembali di gelar di PN Surabaya.

Dalam fakta persidangan berlanjut pada agenda penyerahan bukti terakhir. King Finder Wong sebagai penerima wasiat almarhum menggugat Harijana.

Selama persidangan yang digelar di ruang Tirta 1, PN Surabaya terungkap bahwa saudara kandung almarhum Aprilia Okadjaja (Hioe Swie Fong) yakni Hoie Fie Chung, Hioe Tjing Kie, Hioe Kim Moy, Fenita Okadjaja menyatakan menolak dan melepaskan hak waris dan memberikan hak waris tersebut kepada saudaranya yakni Hioe Wan Yok.

Penolakan dan pelepasan hak waris tersebut tertuang dalam bukti surat pernyataan tertanggal 13/10/2020 dan 14/10/2020 yang ditandatangani oleh keempat saudara almarhum. Setelah adanya surat pernyataan tersebut, Hioe Wan Yok juga melakukan penolakan dan pelepasan hak waris kepada Harijana yang diakui sebagai cucu keponakan tertanggal 11 Oktober 2020.

Kejadian menarik takala Yafet Kurniawan, penasihat hukum tergugat menunjukkan bukti surat pernyataan menolak dan melepaskan ahli waris di muka persidangan.

Namun, saat itu, Ketua Majelis Hakim berinisial K, memberi saran kepada pihak tergugat terkait kata menolak diganti dengan menerima.

“Kalau nolak warisan ya sudah ga usah terus diberikan siapa. Ini berarti diterima. Kemudian diberikan kepada siapa. Istilah tolak waris. Kenapa? Karena seseorang yang menolak warisan otomatis dia tidak mewariskan. Tapi ini kan menerima tapi tidak mau ambil. Ini dalam arti tidak menolak warisan,” kata hakim K saat sidang, Kamis (6/5).

Wellem Mintarja, kuasa hukum penggugat King Finder Wong, saat dikonfirmasi terkait adanya saran dari ketua majelis hakim berinisial K yang memberi saran kepada pihak tergugat agar mengganti kata menolak hak waris menjadi menerima hak waris, mengaku sangat kecewa.

“Kami sangat kecewa dengan sikap hakim yang seharusnya itu bersikap pasif dalam perkara perdata ternyata tidak. Kami mempunyai bukti rekamannya saat sidang pemeriksaan saksi Fenita Okadjaja. Ketua majelis hakim saat itu memberi saran kepada pihak tergugat,” ucap Wellem, saat dikonfirmasi, Senin (10/5).

Pengacara berkantor di Paciran itu merasa ada pengaburan dari duduk perkara yang sebenarnya. Menurutnya surat keterangan dari saudara-saudara Aprilia Okadjaja secara jelas dan tegas menyatakan menolak hak waris. Akan tetapi hakim mengarahkan dengan dibaca sebagai menerima hak waris dan memberikan kepada seorang pihak.

“Dari bukti surat pernyataan itu jelas tidak ada yang berbunyi menerima hak waris almarhum. Hal itu jelas sangat berbeda jauh arti dan akibat hukumnya,” imbuh Wellem.

Wellem juga sangat menyayangkan sikap hakim yang diperlihatkan dalam sidang yang dibuka dan terbuka untuk umum. Dimana sidang tersebut juga diliput oleh berbagai awak media yang merekam jalannya proses persidangan.

“Seharusnya sikap hakim dituangkan dalam putusan bukan di persidangan. Sehingga orang awam bisa membacap arah mata anginnya kemana,” ujarnya.

Sementara itu, saat ditanya terkait dengan aset berupa safety deposit box (SDB) di bank Permata, Wellem mengatakan bahwa atas nama bersama yakni Aprilia Okadjaja OR King Finder Wong yang dibuktikan dengan surat yang dikeluarkan oleh pihak bank tersebut.

“Sedangkan untuk rekening bank di HSBC juga tercantum hal yang sama. Sebanyak 5 rekening itu atas nama bersama yakni Aprilia Okadjaja OR King Finder Wong,” ujarnya.

Tak hanya itu, Wellem juga menjelaskan bukti adanya surat keterangan wasiat yang belum dibatalkan. Hingga April 2021 surat keterangan wasiat tersebut masih terdaftar di Kemenkumham.

“Surat wasiat sejak awal telah terdaftar di Kemenkumham dengan nomor: AHU.2-AH.04.01-4853,” jelasnya.

Dan yang perlu diingat, kata Wellem, hubungan kliennya dengan Aprilia Okadjaja bukan hanya sekedar pasien, melainkan juga King Finder Wong adalah komisaris di PT ALIMIJ.
“Jadi bukan hanya sekedar tukang pijat, klien kami juga komisaris pada perusahaan PT ALIMIJ,” tandas dia.

diketahui Gugatan ini berjalan lantaran adanya Surat Wasiat nomer Akta Wasiat Nomor 67 tertanggal 30 November 2019 dari Almarhum Apriliana Okadjaja Akta Wasiat Nomor 67 tertanggal 30 November 2019 yang memberikan semua harta bendanya kepada King Finder Wong , Berupa Rumah di jalan Kedondong Nomor 22 Surabaya, berikut dengan segala sesuatu yang berdiri dan tertanam diatas tanah tersebut yang memuat jenis, sifat, dan peruntukannya dianggap sebagai benda tetap atas nama Aprilia Okadjaja. Rumah di jalan Margorejo Indah XIX Nomor 20-D Surabaya, berikut dengan segala sesuatu yang berdiri dan tertanam diatas tanah tersebut yang memuat jenis, sifat, dan peruntukannya dianggap sebagai benda tetap atas nama Aprilia Okadjaja.

Tanah dan gudang di jalan Tanjungsari Taman KM 21, Trosobo, Kabupaten Sidoarjo, berikut dengan segala sesuatu yang berdiri dan tertanam diatas tanah tersebut yang memuat jenis, sifat, dan peruntukannya dianggap sebagai benda tetap atas nama Aprilia Okadjaja Tabungan Deposito beserta lainnya atas nama Aprilia Okadjaja.

Tabungan, Deposito, Safety Box beserta isinya atas nama Aprilia Okadjaja Ny. Dimana dalam Petitumnya Memerintahkan turut Tergugat IV untuk membuka dan mengeluarkan isi dari safety box, dikarenakan semua dokumen asli yang berupa surat-surat berharga dan sertifikat-sertifikat tanah dan bangunan yang tertuang dalam akta Nomor 67 aquo bisa untuk dilaksanakan sita jaminan.

Dengan demikian tanpa adanya nama  Dua orang tersebut tidak bisa Membuka rekening apapun dimana sudah tercantum wasiat yang diberikan kepada King Finder Wong karena merupakan kunci dari Isi Wasiat tersebut .*sri

Sebagai wakil Tuhan Harus Lebih Jeli Dalam Menilai Perkara Gugatan Wasiat

Surabaya
Sidang gugatan perdata nomer perkara: 1127/Pdt.G/2020/ PN.Sby
PMH perkara keabsahan warisan Aprilia Okadjaja kembali di gelar di PN Surabaya.

Dalam fakta persidangan berlanjut pada agenda penyerahan bukti terakhir. King Finder Wong sebagai penerima wasiat almarhum menggugat Harijana.

Selama persidangan yang digelar di ruang Tirta 1, PN Surabaya terungkap bahwa saudara kandung almarhum Aprilia Okadjaja (Hioe Swie Fong) yakni Hoie Fie Chung, Hioe Tjing Kie, Hioe Kim Moy, Fenita Okadjaja menyatakan menolak dan melepaskan hak waris dan memberikan hak waris tersebut kepada saudaranya yakni Hioe Wan Yok.

Penolakan dan pelepasan hak waris tersebut tertuang dalam bukti surat pernyataan tertanggal 13/10/2020 dan 14/10/2020 yang ditandatangani oleh keempat saudara almarhum. Setelah adanya surat pernyataan tersebut, Hioe Wan Yok juga melakukan penolakan dan pelepasan hak waris kepada Harijana yang diakui sebagai cucu keponakan tertanggal 11 Oktober 2020.

Kejadian menarik takala Yafet Kurniawan, penasihat hukum tergugat menunjukkan bukti surat pernyataan menolak dan melepaskan ahli waris di muka persidangan.

Namun, saat itu, Ketua Majelis Hakim berinisial K, memberi saran kepada pihak tergugat terkait kata menolak diganti dengan menerima.

“Kalau nolak warisan ya sudah ga usah terus diberikan siapa. Ini berarti diterima. Kemudian diberikan kepada siapa. Istilah tolak waris. Kenapa? Karena seseorang yang menolak warisan otomatis dia tidak mewariskan. Tapi ini kan menerima tapi tidak mau ambil. Ini dalam arti tidak menolak warisan,” kata hakim K saat sidang, Kamis (6/5).

Wellem Mintarja, kuasa hukum penggugat King Finder Wong, saat dikonfirmasi terkait adanya saran dari ketua majelis hakim berinisial K yang memberi saran kepada pihak tergugat agar mengganti kata menolak hak waris menjadi menerima hak waris, mengaku sangat kecewa.

“Kami sangat kecewa dengan sikap hakim yang seharusnya itu bersikap pasif dalam perkara perdata ternyata tidak. Kami mempunyai bukti rekamannya saat sidang pemeriksaan saksi Fenita Okadjaja. Ketua majelis hakim saat itu memberi saran kepada pihak tergugat,” ucap Wellem, saat dikonfirmasi, Senin (10/5).

Pengacara berkantor di Paciran itu merasa ada pengaburan dari duduk perkara yang sebenarnya. Menurutnya surat keterangan dari saudara-saudara Aprilia Okadjaja secara jelas dan tegas menyatakan menolak hak waris. Akan tetapi hakim mengarahkan dengan dibaca sebagai menerima hak waris dan memberikan kepada seorang pihak.

“Dari bukti surat pernyataan itu jelas tidak ada yang berbunyi menerima hak waris almarhum. Hal itu jelas sangat berbeda jauh arti dan akibat hukumnya,” imbuh Wellem.

Wellem juga sangat menyayangkan sikap hakim yang diperlihatkan dalam sidang yang dibuka dan terbuka untuk umum. Dimana sidang tersebut juga diliput oleh berbagai awak media yang merekam jalannya proses persidangan.

“Seharusnya sikap hakim dituangkan dalam putusan bukan di persidangan. Sehingga orang awam bisa membacap arah mata anginnya kemana,” ujarnya.

Sementara itu, saat ditanya terkait dengan aset berupa safety deposit box (SDB) di bank Permata, Wellem mengatakan bahwa atas nama bersama yakni Aprilia Okadjaja OR King Finder Wong yang dibuktikan dengan surat yang dikeluarkan oleh pihak bank tersebut.

“Sedangkan untuk rekening bank di HSBC juga tercantum hal yang sama. Sebanyak 5 rekening itu atas nama bersama yakni Aprilia Okadjaja OR King Finder Wong,” ujarnya.

Tak hanya itu, Wellem juga menjelaskan bukti adanya surat keterangan wasiat yang belum dibatalkan. Hingga April 2021 surat keterangan wasiat tersebut masih terdaftar di Kemenkumham.

“Surat wasiat sejak awal telah terdaftar di Kemenkumham dengan nomor: AHU.2-AH.04.01-4853,” jelasnya.

Dan yang perlu diingat, kata Wellem, hubungan kliennya dengan Aprilia Okadjaja bukan hanya sekedar pasien, melainkan juga King Finder Wong adalah komisaris di PT ALIMIJ.
“Jadi bukan hanya sekedar tukang pijat, klien kami juga komisaris pada perusahaan PT ALIMIJ,” tandas dia.

diketahui Gugatan ini berjalan lantaran adanya Surat Wasiat nomer Akta Wasiat Nomor 67 tertanggal 30 November 2019 dari Almarhum Apriliana Okadjaja Akta Wasiat Nomor 67 tertanggal 30 November 2019 yang memberikan semua harta bendanya kepada King Finder Wong , Berupa Rumah di jalan Kedondong Nomor 22 Surabaya, berikut dengan segala sesuatu yang berdiri dan tertanam diatas tanah tersebut yang memuat jenis, sifat, dan peruntukannya dianggap sebagai benda tetap atas nama Aprilia Okadjaja. Rumah di jalan Margorejo Indah XIX Nomor 20-D Surabaya, berikut dengan segala sesuatu yang berdiri dan tertanam diatas tanah tersebut yang memuat jenis, sifat, dan peruntukannya dianggap sebagai benda tetap atas nama Aprilia Okadjaja.

Tanah dan gudang di jalan Tanjungsari Taman KM 21, Trosobo, Kabupaten Sidoarjo, berikut dengan segala sesuatu yang berdiri dan tertanam diatas tanah tersebut yang memuat jenis, sifat, dan peruntukannya dianggap sebagai benda tetap atas nama Aprilia Okadjaja Tabungan Deposito beserta lainnya atas nama Aprilia Okadjaja.

Tabungan, Deposito, Safety Box beserta isinya atas nama Aprilia Okadjaja Ny. Dimana dalam Petitumnya Memerintahkan turut Tergugat IV untuk membuka dan mengeluarkan isi dari safety box, dikarenakan semua dokumen asli yang berupa surat-surat berharga dan sertifikat-sertifikat tanah dan bangunan yang tertuang dalam akta Nomor 67 aquo bisa untuk dilaksanakan sita jaminan.

Dengan demikian tanpa adanya nama  Dua orang tersebut tidak bisa Membuka rekening apapun dimana sudah tercantum wasiat yang diberikan kepada King Finder Wong karena merupakan kunci dari Isi Wasiat tersebut .Red

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest news

Peredaran Narkotika Antar Kabupaten Di Vonis 6 Tahun Penjara Dan Denda 1 Milliar Subsider 1 Bulan Penjara

Surabaya, warnakota.comMajelis Hakim Pengadilan Negeri Surabaya menjatuhkan vonis 6 tahun ,denda 1 Milliar...

Di Hadapan Komisi III, Kapolri Paparkan 15 Aplikasi Layanan Publik Semudah Pesan Pizza

Jakarta, warnakota.com Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memaparkan peluncuran 15...

Kapolri Keluarkan Telegram Berangus Premanisme, Ini 5 Hal Yang Harus Dijalankan Kapolda

Jakarta, warnakota.com -Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menerbitkan Surat Telegram...

Forkopimda Jatim Pastikan Vaksinasi di Sampang Berjalan BaikForkopimda Jatim Pastikan Vaksinasi di Sampang Berjalan Baik

Surabaya , warnskota.com Forkopimda Jawa Timur pastikan vaksinasi di kabupaten...
- Advertisement -

Selesai Kegiatan Semua Petugas Wajib Jalani Swab

Surabaya,warnakota.com Beragam sudut pandang masyarakat, mengenai penyekatan dan pemeriksaan swab...

Dukungan Masyarakat untuk Petugas yang Berjuang Melawan Covid-19

Surabaya,warnakota.com Ucapan selamat dan dukungan untuk TNI-Polri dan petugas yang melakukan pemeriksaan kesehatan, di...

Must read

- Advertisement -

You might also likeRELATED
Recommended to you