Hukum Saksi Korban Menangis , Kuasa Hukum Terdakwa Merasa ada...

Saksi Korban Menangis , Kuasa Hukum Terdakwa Merasa ada Kejanggalan

-

- Advertisment -

 

Surabaya,warnakota.com
Perkara Kasus pelecehan perawat terhadap pasien kembali di gelar di Ruang Tirta 2 Pengadilan Negeri Surabaya.

Sidang yang di pimpin ketua majelis hakim yaitu Agus Hamzah SH ,Mhum  dàn Jaksa Penuntut Umun Damang SH dan Dedy SH ,sidang kali ini Jaksa Penuntut Umum Menghadirkan saksi Korban Widyanti beserta Suami Yudi dan 2 saksi lainnya.sayangnya sidang tertutup .

Sidang yang berjalan 60 menit tertutup bagi awak media dan pengunjung.selesai sidang rupanya keterangan  keempat saksi  sangat lah memberatkan terdakwa Zunaidi Abdillah.

Dalam fakta persidangan saksi korban pada saat itu menangis karena saksi merasa tertekan dan trauma karena peristiwa tersebut di jelaskan lagi di persidangan.

Proses sidang yang digelar tertutup karena terkait pelecehan seksual. Hanya saja, dalam proses keterangan korban Widyanti, dia menjawab pertanyaan hakim terkait kronologis kejadian dengan emosional , Dari balik pintu kaca, dia menjabarkan peristiwa pelecehan itu, terutama saat terdakwa dikatakan meremas payudara dan kemudian memainkan putingnya. Dia lalu menangis dan mengusap air matanya dengan tisu yang disediakan petugas. Dia lalu melanjutkan keterangannya pada hakim. “Saya menangis karena menceritakan kronologis yang mengingatkan saya. Saya masih trauma,” papar Widyanti seusia sidang, Senin (23/4).

 

Selain Widyanti, sidang juga menghadirkan suami korban, Yudi Wibowo. Yudi juga menceritakan bahwa dalam video kasus pelecehan itu, dia dianggap mengancam terdakwa untuk mengakui perbuatannya. “Lha buat apa saya mengancam terdakwa. Saya ini pengacara, dan tahu konsekuensi hukum kalau mengancam,” urainya.

 

Sementara itu, dari penjelasan pengacara terdakwa, M Sholeh, sebenarnya reaksi emosi atau menangis dari Widyanti adalah hal biasa. Yang menjadi perhatiannya, adalah pengakuan korban dimana dia bisa menjawab pertanyaan terdakwa pasca operasi itu. Namun ketika terdakwa dianggap melecehkan korban, kenapa korban hanya diam saja. “Pengakuan korban, dia sempat memberi perlawanan dengan menggerakkan badannya. Ini agak janggal,” tuturnya.

 

Selain itu, dia juga mempertanyakan lamanya reaksi korban untuk melapor, saat ada pelecehan. Kejadian pelecehan sekira pukul 13, sedangkan video dan laporan baru muncul sekira pukul 21. “Lha, kenapa kok tak langsung dilaporkan saat itu juga. Korban menjawab bahwa awalnya dia malu, namun karena jengkel dan marah, maka malam itu dia melapor. Ini yang juga aneh,” pungkasnya. Sidang berikutnya akan digelar Kamis (26/4) dengan agenda keterangan saksi. *rhy

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest news

Peredaran Narkotika Antar Kabupaten Di Vonis 6 Tahun Penjara Dan Denda 1 Milliar Subsider 1 Bulan Penjara

Surabaya, warnakota.comMajelis Hakim Pengadilan Negeri Surabaya menjatuhkan vonis 6 tahun ,denda 1 Milliar...

Di Hadapan Komisi III, Kapolri Paparkan 15 Aplikasi Layanan Publik Semudah Pesan Pizza

Jakarta, warnakota.com Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memaparkan peluncuran 15...

Kapolri Keluarkan Telegram Berangus Premanisme, Ini 5 Hal Yang Harus Dijalankan Kapolda

Jakarta, warnakota.com -Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menerbitkan Surat Telegram...

Forkopimda Jatim Pastikan Vaksinasi di Sampang Berjalan BaikForkopimda Jatim Pastikan Vaksinasi di Sampang Berjalan Baik

Surabaya , warnskota.com Forkopimda Jawa Timur pastikan vaksinasi di kabupaten...
- Advertisement -

Selesai Kegiatan Semua Petugas Wajib Jalani Swab

Surabaya,warnakota.com Beragam sudut pandang masyarakat, mengenai penyekatan dan pemeriksaan swab...

Dukungan Masyarakat untuk Petugas yang Berjuang Melawan Covid-19

Surabaya,warnakota.com Ucapan selamat dan dukungan untuk TNI-Polri dan petugas yang melakukan pemeriksaan kesehatan, di...

Must read

- Advertisement -

You might also likeRELATED
Recommended to you