Umum Rutan Medaeng Ajang Proyek Banding Dan Kasasi Ala Medaeng  

Rutan Medaeng Ajang Proyek Banding Dan Kasasi Ala Medaeng  

-

- Advertisment -

Surabaya,Warnakota.com

Akhir-akhir ini, beberapa pengacara dan jaksa merasa geram dengan ulah tak elok seorang oknum pegawai Rutan Medaeng berinisial Par Bagaimana tidak, selain bertugas sebagai keamanan di Rumah Tahanan Kelas 1 di Surabaya tersebut, Par diduga nyambi menjadi ‘penasihat hukum’ para tahanan yang mengajukan upaya hukum banding dan kasasi. 

Beberapa pengacara mengaku rezekinya diduga direbut oleh Prl dengan cara-cara yang tidak terpuji. Karena posisinya sebagai orang dalam di Medaeng, Par dengan  gampang mendapatkan klien yang tak lain para tahanan. “Cara-caranya itu lho yang tidak etis. Tidak jarang tahanan diintimidasi, kalau tidak mengurus banding ke dia, diancam akan dilayar. 

Akhirnya para tahanan menyerah dan menguasakan kepada Par untuk mengurus bandingnya,” ujar  inisial  Hry yang tidak mau disebutkan namanya,  yang mengaku cukup lama memperhatikan sepak terjang Par.

Menurut Nara Sumber yang tak mau menyebutkan namanya tak jarang Par menggunakan cara yang kasar untuk merebut klien dari pengacara lain. “Dia sebenarnya tahu seorang terdakwa didampingi penasihat hukum di tingkat PN. 

Tapi setelah putusan, terdakwa itu didekatinya, dibujuk-bujuk agar memakai jasanya untuk banding dan kasasi. Kalau terdakwa menolak, baru ditakut-takuti akan dilayar,” sambung nara sumber.

 Apa yang diungkapkan Nara sumber  dibenarkan pengacara lain, salah satu sumberlain mengatakan “Saya mendampingi klien pasutri kasus sabu mulai dari polisi sampai pengadilan. 

Setelah vonis, mereka tidak memakai jasa saya lagi. Ternyata mereka lebih percaya kepada Par. Saya heran, Par ini orang Medaeng tapi kok bisa mengurus banding dan kasasi. Apa diizinkan oleh pimpinannya nyambi-nyambi begitu?” tanya  nara sumber yang tak mau menyebutkan namanya.

Setahu nara sumber  perkara yang banyak diurus Par adalah narkoba. “Karena perkara ini masih memberi peluang pengurangan hukuman di tingkat banding dan kasasi. Par tahu dan memanfaatkannya. 

Jurus Par yang diduga  menggaet klien di dalam Rutan Medaeng ternyata cukup ampuh. “Kini, sekitar 60 sampai 70 persen tahanan yang mengajukan banding atau kasasi memakai jasa Par Tentu saja hal ini membuat pengacara lain iri,” cetus nara sumber pengacara yang banyak menangani perkara narkoba. 

Makanya jangan heran kalau banyak tahanan berbondong-bondong menguruskan perkara kepada Par, ” kata nara sumber yang tak mau menyebutkan namanya.

Untuk memuluskan proyeknya, Par menggandeng seorang pengacara dengan inisial Jk  Setiap harinya pengacara ini tidak pernah terlihat sidang, tapi membawa puluhan berkas perkara dari Par   untuk diajukan banding atau kasasi. “Setiap pekannya, ia mengurus tak kurang dari 100 berkas perkara. Kalau satu perkara dihargai Rp 5 juta sampai Rp 7 juta, hitung saja berapa fee yang mereka dapatkan.
 Benar-benar kerja borongan yang menggiurkan,” ucap nara sumber , pengacara lainnya. 

Bagi nara sumber yang tak mau menyebutkan namanya  apa yang dilakukan Par dan Jk tak lebih dari yang diduga melacurkan hukum , “Hukum kehilangan marwa dan kehormatannya di tangan mereka. Kamis,( 16 April 2020 )

 Bagi mereka yang penting meraup uang sebanyak-banyaknya. Sudah jadi semacam industri,” kecam nara sumber.

Nara sumber tidak yakin dengan mengurus ratusan berkas perkara setiap bulannya, Par dan Jk mampu melakukan tugas advokasi yang sebenarnya. “Jangan-jangan berkas itu hanya diduga copas, hanya ganti nama. Kalau memang begini kan kasihan para tahanan yang menguasakan kepada mereka.

 Karena para tahanan itu mengajukan upaya hukum dengan membayar tentunya ingin hukumannya diringankan,” tandas nara sumber yang tak mau menyebutkan namanya.

Dari pantauan di lapangan, terutama di Medaeng, nama Par bukan asing lagi. Saat ini sosoknya bak Dewa Penolong bagi mereka yang hendak mengajukan upaya hukum. “Anak saya dan temannya yang satu paket kena masing-masing Rp 2,5 jt. Yang ngurus orang dalam (Medaeng),” terang nara sumber  kerjanya sebagai penjahit  yang mangkal di sekitar  wilayah PN Surabaya. 

Sementara itu Lia, warga Pandegiling, terang-terangan menyebut Par yang mengurus banding anaknya yang terjerat perkara narkoba. “Untuk banding dan kasasi Rp 5 juta. Mudah-mudahan hukuman anak saya bisa dikurangi,” harap Lia. 
Ulah Prl juga dikeluhkan beberapa jaksa di Kejaksaan Negeri Surabaya dan Kejaksaan Perak.  “Gara-gara Prl banyak perkara yang seharusnya sudah dieksekusi harus tertunda. Misalnya, ada perkara yang terdakwanya sudah menerima putusan. Tahu-tahu beberapa bulan kemudian ada relaas bahwa terdakwa banding. Padahal mau dieksekusi. Setelah diselidiki yang mengurus banding ini Par Cs,” terang seorang jaksa yang enggan disebutkan namanya .

Sementara menurut J Pur selaku Kasi dibagian pengaduan di Menkumham Jalan Kayon Surabaya, mengatakan kalau memang  pegawai rutan Medaeng Nyambi makelar banding itu salah.

Tetapi jika  staf medaeng mengarakan jika banding ada Lembaga hukum yang disediakan lapas.

Setelah itu baru bagian lembaga hukum tersebut memberikan penjelasan dan persyaratan yang dibutuhkan.masalah biaya  itu urusannya dari lembaga hukum ,

Kalau memang perbuatan oknum  staf Medaeng yang coba voba jadi makelar dan  benar benar terbukti maka pihak pimpinan akan memberikan sangsi, Ujar J Pur pada wartawan.

Sementara Hakim Pengadilan yang tak mau disebutkan namanya , mengatakan kalau Prl  adalah staf Rutan Medaeng tugasnya hanya mengarakan  ke Bagian Hukum yang ada di medaeang, kalau Prl ini adalah Advokat tak masalah tetapi Prl bukan Seorang Advokat, itu udah ada pelanggaran SOP .
Dan itu harus benar banar bisa di buktikan perbuatan Prl, dan pihak Menkumham harus bisa mengambil kebijakan. Ujar hakim yang tidak mau disebutkan namanya.


Hinģga berita ini di beritakan pihak wartawan warnakota belum konfirmasi pada inusial Prl dan Jk.*Rhy

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest news

Sidang Gugatan PMH Advokat Belly V.S. Daniel Karamoy, S.H., M.H., Dua Kali Tidak Dihadiri Tergugat

Surabaya.warnakota.com Sidang Gugatan Perlawanan Hukum antara  pengacara (advokat) Belly V.S. Daniel Karamoy, S.H., M.H.,...

Diduga Anggaran Apbd Dimanfaatkan Kampanye ERJI Bukan Covid-19

Surabaya,warnakota.com  Komisi A DPRD Surabaya menengarai dana kelurahan dimanfaatkan Pemkot...

Oknum jaksa Mangkrakan Perkara Berkas P21 menjadi P19

Surabaya. Warnakota.com Kepastian hukum dan Keadilan Mulyanto Sampai saat ini Di ombang ambingkan oleh aparat...

Sudah 6 tahun lebih Suhartati Mencari Keadilan Atas Eksekusi Rumahnya

Surabaya. Warnakota.comSudah 6 tahun lebih Jeki Messakh dan Ir.Suhartati Messakh  Patty  mencari keadilan di muka bumi., namun keadilan...
- Advertisement -

Sidang Gugatan Perlawanan Hukum antara Advokat Belly V.S. Daniel Karamoy, dan kliennya Thie Butje Sutedja

Surabaya .warnakota.com Sidang Gugatan Perlawanan Hukum antara  pengacara (advokat) Belly V.S. Daniel Karamoy, S.H., M.H.,...

Ketua DKD Peradi Jatim Pieter Talaway dan Advokat Masbuhin Saling Membenarkan Argumentasinya Masing Masing

Surabaya. Warnakota.com Rupaya berita panas terkait  Mantan...

Must read

- Advertisement -

You might also likeRELATED
Recommended to you