Kriminal Raden Pandu Kepala Cabang BRI Sumbawa Diduga Tidak Berani...

Raden Pandu Kepala Cabang BRI Sumbawa Diduga Tidak Berani Bertemu Debitur Pailit Yang Menanyakan Hutang

-

- Advertisment -

Surabaya,Warnakota.com

Sekitar pukul pukul 10 .00 WIB .kurang lebih 500 massa Melakukan aksi demo di Kantor BRI Cabang Sumbawa.Senin,( 26 Nofember 2018 ).Mereka Menuntut agar pihak BRI dan kurator yang melakukan penyitaan Asset Milik Lusi Dan Suaminya Atun Yunadi Berupa toko Harapan Baru di Jalan Kartini Kelurahan Brang Bara ,Sumbawa Besar.

Demo berlangsung selama 2 jam membuat masyarakat  nyaris rincuh saling dorong mendorong lantaran di gerbang utama di blokade puluhan aparat kepolisian sumbawa.polisi tak ijinkan massa masuk.

Aksi Demo dipimpin langsung oleh Lusy selaku pemilik toko Harapan Baru  ,lantaran minta kejelasan Besarnya hutang yang di bebankan pihak BRI Berubah rubah begitu juga dengan Barang milik pribadi Pengusaha yang masih berada di dalam toko yang tidak termasuk dalam Material yang di sita ,hilang di curi maling .

Berkat negosiasi yang dilakukan Kasat Shabara, IPTU Mulyadi SH didampingi Kepala Polsubsektor Kota, IPDA M Yusuf dan IPDA Legiman selaku Kaur Bin Ops Sabhara, situasin terkendali. Akhirnya Dua orang perwakilan massa yakni Ny Lusy dan putrinya diizinkan masuk untuk bertemu dengan manajemen BRI setempat.

Sayangnya Pertemuan Dengan Pimpinan Cabang BRI ,Raden Pandu Bagja Sumawijaya tidak berada di tempat.

Lusi dan Anaknya hanya di temui oleh Dua Stafnya,berkali kali Lusi jika ingin bertemu dengan pimpinan Cabang BRI  pasti di temui oleh dua Stafnya.rasa kekecewaan Lusi tak bisa terbenam .

Walaupun permasalahan di jelaskan pada Dua Staf BRI to hanya sifatnya di Dengar tanpa ada jawaban.

Menurut Lusi ,setiap kali saya ingin menyelesaikan membayar hutang pasti pihak Bank menolak ,dalam hal ini banyak sekali kejanggalan masalah perkara kepailitan saya, Kalau memang benar kenapa takut,Raden Pandu untuk menemui saya .apakah Perkara Kepailitan saya ada Dugaan Rekayasa Yang tidak sesuai dengan Prosedur dan Undang Undang Kepailitan.

Aneh sekali  karena jumlah hutang yang disebutkan pihak Bank selalu berubah-berubah, fluktuatif. Saat datang pertama, ditawarkan untuk membayar hutang sebesar Rp 9 milyar lebih.

Itupun hutang ini dibayar setelah ada pelelangan asset miliknya yang disita. Ny Lusy menolak karena hutang menurut perhitungannya hanya Rp 5,1 milyar. Setelah beberapa lama, Ny Lusy kembali datang. Kali ini hutangnya dinaikkan menjadi Rp 17 milyar. Hanya dalam hitungan menit, hutang diturunkan menjadi Rp 15 Milyar. Karena jumlah hutang versi bank yang semakin tidak jelas,

Akhirnya datang pihak BNI menemuinya. Orang BNI ini mengatakan bahwa pihaknya bersedia melakukan take over hutang Ny Lusy di Bank BRI. Tapi BNI didampingi legalnya meminta agar saya melunasi hutang Rp 13 Milyar.

Saya  menolaknya karena hutang di BNI memiliki bunga yang tinggi. Pihak BNI pun menurunkan jumlah hutang menjadi Rp 11 Milyar, lalu turun lagi Rp 9 Milyar.

Tak berselang lama informasi dari Hakim Pengawas bahwa hutang yang harus dibayar Ny Lusy Rp 8,3 Milyar. Selanjutnya informasi dari pengacaranya, bahwa Bank telah menurunkan hutang Ny Lusy menjadi 7,3 milyar. “Ini aneh, mana ada hutang piutang turun terus,” jelas lusi.

Yang menarik di dalam Demo ini kompaknya warga dan karyawan yang antusias dengan menanda tangani di kain lebih dari 500 tandan tangan hanya keinginannya toko harapan Baru di  buka karena toko ini merupakan toko satu satunya yang terlengkap di kota Sumbawa.
 
 
Selain tanda tangan ada sebuah banner yang bertuliskan 
“: Kenapa Kami Di Paksa Bangkrut Kurator BRI Tidak Bertanggung Jawab “.
Diungkapkan Lussy,  dimana perusahaannya toko harapan baru dipailitkan pada tahun 2013, dirinya juga menemukan perbedaan sisa utang yang tidak sama antara BRI Wilayah Denpasar dengan nomor B.1440-KW-XI/RPK/02/2013 tanggal 11 Februari 2013 sebesar Rp 7.397.465.194 dengan yang dikeluarkan BRI Cabang Sumbawa dengan nomor B.695/KC/XI/02/2013 tanggal 11 Februari menurut OJK sebesar Rp 5.892.308.252.00
 “Ini bukan kesalahan system, tapi murni kesengajaan yang dilakukan oleh oknum-oknum yang ada di BRI Sumbawa yang sejak awal sudah berniat tidak baik kepada saya,” ungkap Lusy.
Masih menurut Lusi banyak barang barang saya yang hilang saya merasa di rugihkan dengan sejumlah kurang lebih Rp 2 Milyar, Lalu  siapa yang bertanggung jawab jawa atas hilangnya barang barang saya yang ada di dalam Toko.Pihak Kurator atau Kepolisian.Jelas Lusi kepada wartawan.
Di tempat berbeda menurut Humas Pengadilan Surabaya yang sekaligus hakim Pengawas.menjelaskan adanya barang barang milik Lusi yang di pailitkan itu bukanlah tangung jawab hakim pengawas  melainkan tangung jawab pihak kurator, hakim pengawas hanya bisa merima laporan lewat surat .dan tidak turun mengontrol barang di Sumbawa, itupun sudah di atur di dalam undang undang  Kepailitan.jelas hakim sigit kepada wartawan.
Sayangnya pihak Najib selaku Kurator saat di konfirmadi lewat WAnya dengan nomor 08139240 XXXX. Terkait barang yang hilang .Najib lewat Wa nya hanya menjawab ‘ Barang yang hilang itu kata siapa, Suka suka mulut Lusi Mo Omong apa saja ” itu jawaban Najib Melalui Wa nya .
Perlu di ketahui ,

Lusy alias Kwan Kok Ing warga jalan Kartini No 33 RT 003-RW 003, Kelurahan Brang Bara, Kecamatan Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, Pemilik Toko Harapan Baru ternyata menyisakan sengketa. Sumber masalahnya karena Bank Rakyat Indonesia (BRI) cabang Sumbawa Besar pada 2013 lalu, melalui putusan No 35/pailit/2012/PN.Niaga Surabaya, menyatakan bahwa kedai toko tersebut pailit.

Sementara syarat pailit dalam Bab II UU No 37 tahun 2004, kepailitan bagian kesatu, syarat dan putusan pailit pada Pasal 2 Ayat 1 berbunyi debitor yang mempunyai dua atau lebih kreditor dan tidak membayar lunas sedikitnya satu utang yang telah jatuh Tempo dapat ditagih dinyatakan pailit dengan putusan pengadilan, baik atas permohonnya sendiri maupun atas permohonan satu atau lebih kreditornya.

“Gugatan ini dilayangkan lantaran bertentangan dengan syarat-syarat pailit. Pelaksanaan eksekusi terhadap aset saya juga dilakukan secara serampangan, mereka membawa keluar bundelan karung dan barang-barang saya, dan barang-barang tersebut hingga kini tidak diketahui keberadaanya..

Hingga berita ini naik pihak Raden Pandu selaku kepala cabang BRI Sumbawa belum di konfirmasi.*rhy

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest news

Peredaran Narkotika Antar Kabupaten Di Vonis 6 Tahun Penjara Dan Denda 1 Milliar Subsider 1 Bulan Penjara

Surabaya, warnakota.comMajelis Hakim Pengadilan Negeri Surabaya menjatuhkan vonis 6 tahun ,denda 1 Milliar...

Di Hadapan Komisi III, Kapolri Paparkan 15 Aplikasi Layanan Publik Semudah Pesan Pizza

Jakarta, warnakota.com Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memaparkan peluncuran 15...

Kapolri Keluarkan Telegram Berangus Premanisme, Ini 5 Hal Yang Harus Dijalankan Kapolda

Jakarta, warnakota.com -Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menerbitkan Surat Telegram...

Forkopimda Jatim Pastikan Vaksinasi di Sampang Berjalan BaikForkopimda Jatim Pastikan Vaksinasi di Sampang Berjalan Baik

Surabaya , warnskota.com Forkopimda Jawa Timur pastikan vaksinasi di kabupaten...
- Advertisement -

Selesai Kegiatan Semua Petugas Wajib Jalani Swab

Surabaya,warnakota.com Beragam sudut pandang masyarakat, mengenai penyekatan dan pemeriksaan swab...

Dukungan Masyarakat untuk Petugas yang Berjuang Melawan Covid-19

Surabaya,warnakota.com Ucapan selamat dan dukungan untuk TNI-Polri dan petugas yang melakukan pemeriksaan kesehatan, di...

Must read

- Advertisement -

You might also likeRELATED
Recommended to you