Umum PKL depan Pengadilan  Negeri Surabaya Mengeluh Sepi Dampak Wabah...

PKL depan Pengadilan  Negeri Surabaya Mengeluh Sepi Dampak Wabah Virus Corona

-

- Advertisment -

Surabaya,Warnakota.com

Sejumlah pedagang kaki lima (PKL) yang biasa berjualan di area Pengadilan Negeri Surabaya , mengeluhkan sepinya pembeli dalam beberapa hari belakangan.Omzet mereka turun drastis karena mewabahnya virus corona (Covid-19).

Seperti diketahui, gubernur  dan Peratura Mahkama Agung dan di instruksikan oleh Ketua Pengadilan Negeri Surabaya,

telah mengeluarkan edaran terkait upaya pencegahan virus corona.Dimana  Membatasi pengunjung yang masuk ke area Pengadilan, keluarga terdakwa/pengunjung sidang di larang masuk area Pengadilan Negeri  kecuali para pihak yang berkaitan dengan perkara, pers, aparat keamanan.

Hal ini berdampak terhadap sejumlah Pedagang Kaki lima, karena sebagian besar konsumen mereka adalah pengunjung.

Seperti yang dikeluhkan  Nardi   (37 ), seorang penjual  bakso, yabg mewakili penjual makanan Liannya di lingkungan  Pengadilan Negeri Surabaya,Selasa,( 24/3/2020).

 Ia mengatakan sudah 2 hari ini omzetnya turun karena  sepi pembeli.

 kami PKL yang ada di sekeliling kantor yang hanya mengharapkan staf-staf yang datang makan atau sarapan ke tempat kami. 

Ia sebenarnya juga merasa khawatir tertular virus corona karena berada di tempat umum. Namun ia mengaku terpaksa harus berjualan untuk menafkahi keluarganya.

“Sebenarnya takut, iya tapi bagaimana lagi karena kami masih banya hutang , kriditan yang harus bayar, apa boleh buat resiko untuk bertahan hidup  menafkahi krlyarga apalagi kita kan bukan pegawai pemetintah yang dapat gaji  bulanan.

“Kami berharap bagaimana gitu kebijaksanaan dari pemerintah,” tambahnya.

Seorang penjual  es  Saridele , nasi Soto Aqua Dll tebu  juga menyampaikan hal yang senada dengan itu.

 Dia mengatakan, dagangannya sepi.

“Jauh bisa dikatakan penurunan omzet Kami sampai dengan 70 persen,” katanya.

Dia menuturkan, biasanya dalam sehari ia bisa mengantongi 80 persen   Namun sejak mewabahnya virus corona ia hanya mendapatkan Omzet sekitar 30 persen  dalam sehari.

“Mulai Senin kemarin omzet jauh turun hanya dapat 30 sampai 50 persen Itu pun harus sampai malam. Biasanya sore lah habis. Tapi bukan hanya kita, seluruh pedagang di Indonesia ikut merasakan bahkan dunia,” kata Nardi dkk, Ia berharap agar wabah corona ini bisa berakhir. 

Pantauan lokasi, di lingkungan  Pengadilan Negeri Surabaya tampak sepi lalu lalang orang bisa dihitung.*Rhy

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest news

Sebagai wakil Tuhan Dimuka Bumi Harus Lebih Jeli Dalam Menilai Perkara Gugatan Wasiat

Surabaya, warnakota.comSidang gugatan perdata nomer perkara: 1127/Pdt.G/2020/ PN.SbyPMH perkara keabsahan warisan Aprilia Okadjaja kembali di gelar di...

IKA Stikosa AWS, Gusdurian dan INTI Surabaya Bagikan 200 Menu Buka Puasa

Surabaya ,warnakota.com Banyak cara dilakukan untuk berbagi kebahagiaan di bulan...

Korem Baladhika Jaya Berkomitmen Bangun Generasi Berakhlak Mulia

        Kota Malang,- Korem 083/Baladhika Jaya berkomitmen untuk mencetak generasi...

Pemohon Renvoi Prosedur Dan Termohon Renvoi Prosedur Ajukan Argumentasi Hukum 

  Surabaya , warnakota.com Sidang lanjutan gugatan Renvoi Prosedur yang dimohonkan Cindro...
- Advertisement -

Keterangan Ahli Menguntungkan Bagi Pengugat , Pemberi Wasiat Bebas Nemberikan Wasiat Kepada Siapapun

Surabaya,warnakota.com Sidang Sengketa waris antara Harijana dan King Finder Wong...

Saya Tidak Pernah Bercerai Dengan Aprilia Okadjaja, Harijana Itu Cucu Keponakan 

Surabaya, warnakota.com Cerita keluarga bahagia dan harmonis meski sudah 28 tahun...

Must read

Sebagai wakil Tuhan Dimuka Bumi Harus Lebih Jeli Dalam Menilai Perkara Gugatan Wasiat

Surabaya, warnakota.comSidang gugatan perdata nomer perkara: 1127/Pdt.G/2020/...
- Advertisement -

You might also likeRELATED
Recommended to you