Hukum Pidana Perkara Hak Paten ada dugaan dipaksakan karena diduga...

Pidana Perkara Hak Paten ada dugaan dipaksakan karena diduga Terdakwa tidak tunduk Pada Putusan MA 

-

- Advertisment -

Surabaya,warnakota.com

Sidang Hak Paten kembali di gelar di pengadilan negeri Surabaya dengan agenda pemeriksaan terdakwa .

Keterangan terdakwa di hadapan majelis hakim menerangkan terdakwa merupakan direktur  PT SJI yang bergerak di bidang Industri merk   Dragon Fly  memiliki persamaan konfigurasi dengan desain industri   bidang pembuatan  kompor .gerobak.

 .sprepat  import sebagaian kita import.

Kita  karyawan indonesia sprepart, karet tangan bahan . Gerobak dorong kaki, buatan sendiri sejak tahun 1978 .

Sedangkan gerobak  dorong  berdiri tahun 2008  belum mendaftarkan desainnya . Kalau tahun 2008 udah mendaftarkan merk,

Karena   udah masuk ke percetakan tahun 2008 dan terbit sertifijat 2008 merk .

Sprepart Kita beli di pasaran cina dan itu bukan hal yang baru  dan tidak pernah melihat hak produksinya  bapak jonsen . Sedangkan kita  tidak mengetahui kalau bapak Chung Se memegang hak Ijin Industri pegangan karet dan gerobak .ujarnya.

Tahunya  kita ada polisi datang dan memberitahu  tetapi pihak polisi tidak menunjukan  persamaannya di prodak kita .yang saya tahu kalau milik.kita ada 7 lobang sedangkan punyanya beliau ada 6 lubang ujarnya.

Mengenai gugatan perdata sudah Ada putusan dari MA tidak sama persis tetapi menyerupai.

Dua poin dalam putusan MA yang mempojokan  kita  dan ada kerugian materiil 250jt dan immateriil 1 milyar belum kita bayar karena kita melihat kasus pidana ini jalan.

Ada niat dan rencana untuk membayar ganti rugi pernah memhubungi kepada pengacara dan ada niat baik untuk membayar denda setelah itu kita hubungi tim pengacara nya  Pelapor.

Permintaan Tidak sesuai  dengan Putusan MA malah melebihi dari putusan MA.ujar terdakwa di persidangan.

Usai persidangan. Pengacara terdakwa, Adv. Rizal Haliman SH MH, CIL bersama Adv. Anandyo Susetyo SH,MH pria yang akrab disapa anton, mengungkapan 

Kita sebenarnya mau ada penyelesaian kalau mau damai dan di cabut. Kita setuju dgn ganti rugi materiil 250jt dan ganti rugi immateriil nya 50jt. Sehingga total 300jt tapi pihak pelapor tidak setuju, karena tidak ada kesepakatan dalam hal pembayaran karena semua tergantung dari Pelapor, itu yang bicaranya kuasa pelapor.

Kita mau menyelesaikan 300jt diatas itu klien kami berat utk melaksanakannya karena kita masih ada penyelesaian  di pengadilan tentang Amaning penyelesaian  Eksekusi, kita sudah berniat penyelesaian ganti rugi materiil 250 juta dan dia menolak kemudian kita udah menawarkan  lagi restorasi justice lewat kejaksaan  mengirim surat dan mau membayar 300 juta sesuai hukuman yang ada di KUHP tetapi dia tidak mau terus bagaimana karena  kita udah menjalankan dan mengacu pada putusan MA .

Kita di sidang kan udah memohon dan kita mematuhi putusan hakim .” Ujar Rizal Haliman SH MH, dan tim.

Perlu di ketahui terdakwa Chung She didakwa oleh Jaksa Penuntut Umum Dedy Arisandy SH tentang pegangan karet gerobak, pada tiga merek gerobak dorong tersebut.

Pada merek Das Gluck yang diproduksi oleh PT Mitra Anarwata Sasmaya (MAS). Dan sebagai Direkturnya adalah Chung She yang menjumpai ada produk  gerobak dorong PT SJI  yang komponen  gerobaknya, yaitu pegangan karet, kaki gerobak, dan kupingan klaim gerobak, serupa dengan barang miliknya yang sudah mendapat hak desain industry.

Dia sudah membuat pengumuman di surat kabar pada tahun 2012 lalu. Chung She meminta pihak lain yang memproduksi barang tersebut berhenti agar terhindar dari tuntutan hukum. Namun begitu, PT SJI tetap mengedarkan barangnya di pasaran. 

 gerobak dorong merek Faralla, Dragon Fly dan Seagull memiliki persamaan konfigurasi dengan desain industri milik Chung She.  Kesamaan barang terletak pada  konfigurasi pegangan karet gerobak.

Nah, karet tersebut telah didaftarkan perlindungan atas konfigurasi desain industri sesuai sertifikat tertanggal 18 Agustus 2009 lalu.  Namun, terdakwa Hau memperoleh pegangan karet tersebut secara impor, tanpa persetujuan dari Chung She.

Perbuatan SJI itu dianggap telah merugikan Chung She dan melanggar pasal 54 ayat 1 jo pasal 9 ayat 1 Undang- Undang RI Nomor 31 Tahun 2000 tentang desain industri.*rhy

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest news

Lesbi Tawuran DiVonis Dua Bulan 

Surabaya,warnakota.com Pukul sesama lesbi (pencinta sejenis) hingga lebam, kedua terdakwa lesbi yaitu Reni Puspitasari...

Diduga Sentra Kuliner Urip Sumorjo Dibuat Ajang Pungli Langgar Perwali nomor 78 Tahun 2016

Surabaya ,warnakota.comDiduga pelanggaran terhadap aturan yang ada di dalam Dinas koperasi Perwali nomor 78 tahun 2016 yang...

Wooo,,,Baru Tahu Kalau Rumah YKP  Harus Diberikan Kepada Masyarakat 

Surabaya,warnakota.com Pengurus baru Yayasan Kas Pembangunan (YKP) Kota Surabaya, Ketua...

Terdakwa  Venansius Diduga Kebal Hukum Akhirnya Ditahan Oleh Kejaksaan Negeri Surabaya

Surabaya, warnakota.comSurabaya,Terdakwa  Venansius Niek Widodo dikabarkan kembali ditahan atas kasus penipuan dan penggelapan,...
- Advertisement -

Hakim Cantik Manjakan Residivis Penipuan dan Penggelapan terdakwa Venansius tidak ditahan

Surabaya, warnakota.com  Sidang Terbuka terkait  perkara dugaan penipuan 63 milliar...

Sidang Keabsahan Wasiat Terkait Harta Peninggalan, Aprilia Okadjaja

Surabaya,warnakota.comPengadilan Negeri (PN) Surabaya kembali menggelar sidang perebutan harta peninggalan dari (Alm) Aprilia Okadjaja antara King Finder...

Must read

Lesbi Tawuran DiVonis Dua Bulan 

Surabaya,warnakota.com Pukul sesama lesbi...

Diduga Sentra Kuliner Urip Sumorjo Dibuat Ajang Pungli Langgar Perwali nomor 78 Tahun 2016

Surabaya ,warnakota.comDiduga pelanggaran terhadap aturan yang ada...
- Advertisement -

You might also likeRELATED
Recommended to you