Hukum PH Terdakwa Hennry J Gunawan Terkait Tuntutan Jaksa 4...

PH Terdakwa Hennry J Gunawan Terkait Tuntutan Jaksa 4 Tahun ,Sangat Abaikan Fakta Persidangan

-

- Advertisment -

Surabaya,Warnakota.com

Sidang tuntutan Henry J Gunawan selaku  Direktur Utama PT Gala Bumi Perkasa (GBP) .kembali di gelar di pengadilan Negeri Surabaya.

Tuntutan yang di bacakan oleh Jaksa Penuntut Umum Darwis Sh dan Harwidie sh yang di bacakan secara bergantian.

 

Yang memakan waktu kurang lebih 1 jam dengan jumlah 150 halaman.

Terdakwa hendri di nyatahkan secara syah bersalah dan melanggar pasal 378 kuhp.

Akibat  perbuatannya banyak pedagang pasar turi yang mengalami kerugihan dengan jumlah total ratusan juta.

 

Bahkan dalam pertimbangan pertimbangan tuntutan Jpu tidak memberikan alasan alasan yang meringankan hukuman  atau menghapus pidana Henry Jacosity Gunawan pada kasus penipuan pedagang pasar turi ini.

 

Jaksa justru banyak menemukan alasan yang memberatkan perbuatan Bos PT GBP tersebut.

 

Ada lima pertimbangan yang memberatkan pada tuntutan Henry Jacosity Gunawan. Pertimbangan itu adalah, sikap berbelit-belit saat persidangan, tidak mengakui perbuatannya dan masih terlibat tiga kasus pidana lain, satu kasus masih menempuh upaya hukum banding dan dua kasus lainnya dalam proses pelimpahan ke PN Surabaya. Sedangkan pertimbangan yang terahkir adalah perbuatannya telah merugikan sejumlah pedagang Pasar Turi sebesar Rp 1.013.994.500 (satu miliar, tiga belas juta, sembilan ratus sembilan puluh empat  lima ratus rupiah).

 

Berikut adalah nama-nama 12 Pedagang Pasar Turi dan nilai uang diembat Henry Jacosity Gunawan yang tertuang dalam tuntutan jaksa.

 

1. Abdul Syukur, senilai Rp 33.610.000

2. M Elham, senilai Rp 223.347.500

3. Syech senilai, Rp 57. 425.000

4. M Taufiq Aljufri, senilai Rp 338.712.500

5. Ong David,  senilai Rp 36.812.500

6. Tjio Hiok Tjen, senilai Rp 36.812.500

7. Suchaimi, senilai Rp 46.489.500

8. H Abdul Muin, senilai Rp 102.335.000

9. Benny Fanne T, senilai Rp 362.762.500

10. Ashari, senilai Rp 32.762.500

11. Choirul Anwar, senilai Rp 36.812.500

12. Badrus Soleh, senilai Rp 36.212.500

 

Menuntut terdakwa Henry Jacosity Gunawan dengan hukuman 4 tahun penjara.

 

Atas tuntutan tersebut, Hakim Rohmad memberikan kesempatan pada terdakwa Henry maupun tim penasehat hukumnya untuk mengajukan pembelaan. “Terdakwa juga boleh mengajukan sendiri pembelaannya atau bisa melalui tim penasehat hukum saudara,”ucap Hakim Rochmad pada terdakwa Henry Jacosity Gunawan.

 

kuasa hukum Henry mengaku akan mengajukan nota pledoi (pembelaan) pada sidang selanjutnya.

“Kami minta waktu 2 minggu untuk menyiapkan nota pledoi,” kata tim kuasa hukum Henry kepada majelis hakim yang diketuai Rochmad.

 

 

Usai sidang, Deni Aulia Ahmad SH ,salah satu kuasa hukum Henry menyebut, tuntutan 4 tahun penjara tidak berdasar.

 

Pasalnya mengacu pada fakta persidangan. Akar masalah yang mendasar yaitu Pemkot (Surabaya) belum memberikan HGB atas nama PT GBP. Sehingga hal itulah PT GBP tidak bisa melanjutkan proses sesuai IJB (Ikatan Jual Beli),” ungkapnya.

 

Kewajiban Pemkot Surabaya yang dimaksud adalah tercantum dalam perjanjian antara Pemkot Surabaya dan PT GBP dengan nomor 180/1096/436.1.2/2010 dan GBP/DIR/III/001/2010 tertanggal 9 Maret 2010. Berdasarkan perjanjian kerjasama itu seharusnya Pemkot Surabaya memberikan persetujuan perubahan hak pakai menjadi hak pengelolaan (HPL) atas tanah eks bangunan Pasar Turi.

 

Selain itu, pemkot seharusnya juga memberikan persetujuan kepada PT GBP untuk pengurusan HGB di atas HPL untuk jangka waktu 25 tahun. Selama ini PT GBP tidak bisa mengurus HGB di atas HPL karena restu dari Pemkot tak kunjung turun.

 

Bahkan menurut Deni, JPU telah mengabaikan fakta yang mendasar tersebut dan memilih untuk memberikan tuntutan 4 tahun penjara. “Jadi seolah-olah jaksa tidak mau mengetahui hal yang paling mendasar itu. Dan bahkan tidak menyinggung keberadaan Pemkot Surabaya yang wanprestasi,” terangnya.

Sementara itu, Henry menyebut bahwa dirinya tidak pernah menjanjikan status strata title kepada para pedagang. “Tidak ada itu janji (strata title), kan saat itu sudah terjadi penjualan. Sudah ada pembayaran sejak dipegang Teguh Kinarto,

 

Totok Lusida, dan Junaedi. Itu sudah terjadi penjualan lebih dulu,” bebernya.

 

Menurut Henry, saat itu dirinya hanya membantu para pedagang agar bisa secepatnya berjualan karena pasar turi sudah dibangun. “Banyak permintaan dari Pemkot agar kami memberi subsidi ke beberapa orang agar diberi keringanan dan kami berikan. Tapi saya yakin kebenaran pasti akan terbuka dan terungkap,” tutur Henry.

 

 

 

Perlu di ketahui bangunan pasar turi berdiri kokoh sedangkan pedagang bisa berjualan .banyak  pedagang yang berjualan di pasarturi tapi kenapa para pedagang tidak mau berjualan seakan akan henry yang menjadikan dalang agar tidak bisa berjualan karena alasan alasan yang tak masuk akal.

 

Dalam hal perkara ini ada indikasi Pemkot lepas Tanggung jawab.dan tak.masuk akal kalau henry di dakwa pasal 378 karena uang semua masih ada dan utuh jaustru uang Henry yang nilainya kurang lebih Rp 5 M,belum ada kejelasannya .di duga pula tuntutan jaksa tak punya persaan selalu memojokan terdakwa karena bangunan berdiri kokoh masih bisa di buat jualan.

 

Sepertinya ada dugaan di balik layar ada ulah oknum oknum yang melempar bola panas  agar terdakwa dijadikan tumbal dalam perkara ini.

 

Perlu di ketahui,

kasus tipu gelap ini dilaporkan pada 2015 lalu di Polda Jatim. Namun saat penyidikan, kasus yang merugikan 13 pedagang Pasar Turi sebesar Rp 1.013.994.500 itu akhirnya diambil alih Bareskrim Polri.

 

Alhasil, hasil penyidikkan Henry Jacosity Gunawan ditetapkan sebagai tersangka hingga statusnya pun berubah menjadi terdakwa karena perkaranya telah disidangkan di PN Surabaya.

 

Aksi penipuan Henry Jacosity Gunawan ini dilakukan pasca terbakarnya Pasar Turi. Saat itu Henry sebagai investor kembali membangun pasar turi dan menjual kios baru pada sejumlah pedagang.

 

Nah saat penjualan kios itulah , Bos PT GBP ini menjanjikan adanya sertifika strata title pada para pembeli kios. Dengan dalih bisa memperkaya pedagang lantaran bisa dijaminkan ke Bank.

 

Tertarik dengan progam Henry pada penjualan stand yang bersertifikat  strata title, para pedagang akhirnya menyetujui pelunasan 80 persen atas pembelian stand tersebut dan melakukan penandatanganan PPJB.

Pelunasan pembayaran 80 persen itu dilakukan pada Oktober 2013, yang terdiri dari pembayaran sertifikat sebesar Rp 10 juta/stand, pembayaran BHTB sebesar 5 Persen dari harga stand dan pembayaran.

Dalam perkara ini Hakim sebagai wakil tuhan lebih bijak dan teliti dalam membuat suatu putusan.*rhy

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest news

Sidang Gugatan PMH Advokat Belly V.S. Daniel Karamoy, S.H., M.H., Dua Kali Tidak Dihadiri Tergugat

Surabaya.warnakota.com Sidang Gugatan Perlawanan Hukum antara  pengacara (advokat) Belly V.S. Daniel Karamoy, S.H., M.H.,...

Diduga Anggaran Apbd Dimanfaatkan Kampanye ERJI Bukan Covid-19

Surabaya,warnakota.com  Komisi A DPRD Surabaya menengarai dana kelurahan dimanfaatkan Pemkot...

Oknum jaksa Mangkrakan Perkara Berkas P21 menjadi P19

Surabaya. Warnakota.com Kepastian hukum dan Keadilan Mulyanto Sampai saat ini Di ombang ambingkan oleh aparat...

Sudah 6 tahun lebih Suhartati Mencari Keadilan Atas Eksekusi Rumahnya

Surabaya. Warnakota.comSudah 6 tahun lebih Jeki Messakh dan Ir.Suhartati Messakh  Patty  mencari keadilan di muka bumi., namun keadilan...
- Advertisement -

Sidang Gugatan Perlawanan Hukum antara Advokat Belly V.S. Daniel Karamoy, dan kliennya Thie Butje Sutedja

Surabaya .warnakota.com Sidang Gugatan Perlawanan Hukum antara  pengacara (advokat) Belly V.S. Daniel Karamoy, S.H., M.H.,...

Ketua DKD Peradi Jatim Pieter Talaway dan Advokat Masbuhin Saling Membenarkan Argumentasinya Masing Masing

Surabaya. Warnakota.com Rupaya berita panas terkait  Mantan...

Must read

- Advertisement -

You might also likeRELATED
Recommended to you