Hukum Persahabatan Di Ujung Permusuhan,Gara Gara Perkara Penggelapan Dan Penipuan.

Persahabatan Di Ujung Permusuhan,Gara Gara Perkara Penggelapan Dan Penipuan.

-

- Advertisment -

 

Surabaya,warnakota.com

Sungguh malang Nasib Soejono Candra (67 ) Warga Jl Perum Unimas Blok C-3 RT 004 RW,009 Waru Kab Sidoarjo.Di usia Senja seharusnya menikmati Ketenangan hidup ,berkumpul dengan Istri,anak dan Cucu.

Tapi sayangnya terdakwa ini di dudukan di kursi Pesakitan sebagai terdakwa  yang di duga melakukan Penipuan dan Penggelapan.

Awalnya Terdakwa Di Tahan di Kepolisian sampai ke Kejaksaan Tanjung Perak sampai Ke Pengadilan .

Dalam Sidang Ke Dua Terdakwa Mengajukan Penangguhan Di karenakan terdakwa Sakit,Sehingga Penangguhan di di terima oleh ketua Majelis Hakim dialihkan menjadih Tahanan Kota.

Berdasarkan Dakwaan Nomer Reg Perk;Pdu.125/0.5.42/04/2017.

Awalnya  pada tanggal 13 Juni 2004 Terdakwa Soejono  Candra mendatangi Rumah teman akrabnya yaitu Lie Soekoyo (korban) untuk meminjam uang ,tetapi Lie Soekoyo tidak mau meminjamkan.

Akhirnya Tedakwa menawarkan agar Lie Soekoyo untuk membeli rumahnya yang terletak di Jl Perum Unimas Garden Blok C -8,RT 004,RW 009,Desa Waru,Kecamatan Waru,Kabupaten Sidoarjo.

Rumah Di jual dengan kesepakatan harga Rp 660 juta.dengan alasan rumah akan di sita Bank Artha Graha Surabaya.

Terdakwa minta kepada Lie Soekoyo agar rumah tersebut jangan di jual ke orang lain ,dalam jangka 2 tahun rumah tersebut akan di beli kembali.

Karena merasa kasihat namanya teman baik akhirnya permintaan Terdakwa di turuti terjadilah kesepakatan yang di saksihkan oleh Mei Pangestu (Istri Soekoyo) dan Anton Eko Lianto (Anak Soekoyo).

Akhirnya ada pertemuan di Bank Artha Graha

Surabaya ,di sinilah Lie Soekoyo memberihkan uang Tunai Sebesar Rp 660 juta ,untuk penyelesaian rumah terdakwa agar tidak di sita oleh bank.

Penyelesaian di bank sudah selesai ,bahkan terdakwa memperlihatkan Roya dan Sertifikat Rumah .

Seiring jalan dan waktu 2 tahun berjalan sudah pada tanggal 29 November 2006.Terdakwa Sejono Candra Mendatangi Rumah Korban Lie Soekoyo untuk mengajukan suatu permintaan  di karenakan terdakwa tidak sanggup membeli rumahnya kembali,

Akhirnya munculah kesepakatan mengesahkan jual beli rumah Terdakwa.pada tanggal 30 November 2006 di Notaris Sugiarto Jl Bubutan NO  117 A Surabaya.

Di Notaris Sugiarto ini terjadi Akta Pernyataan Jual Beli No 9 tanggal 30 November 2006,Yang isinya bahwa rumah di jual dengan harga Rp 660.125.000  (Enam Ratus Enam Puluh Juta Seratus Dua Puluh Limah Ribuh Rupiah).

Sekaligus di buatkan Akta Kuasa Jual No 10 tanggal 30 November 2006.Pembuatan akta yang di lakukan di Notaris Sugiarto SH,MH di jl Bubutan no 117 A Surabaya.Di saksikan oleh Yen Jet Ha ( IstriTerdakwa Soejono Candra),Mei Pangestu (Istri Lie Soekoyo) dan Anton Eko Lianto (Anak Lie Soekoyo.

Setelah di buatkan Akta  tedakwa masih mengajukan permintaan tambahan uang Rp 25 .000;(Dua Puluh Lima Juta) untuk Biaya Transportasi Pengosongan Rumah di Jl Perum Unimas Garden Blok C -8,RT 004,RW 009,Desa Waru,Kecamatan Waru,Kabupaten Sidoarjo.

Bahkan terdakwa minta tempo 3 tahun untuk Pengosongan Rumah yaitu tahun 2009. akhirnya Soekoyo membuatkan Akta Pengosongan Rumah  No 11 tanggal 30 November 2006.

Pada intinya di Kantor Notaris Sugiarto SH,MH, di Jl Bubutan No 117 A Surabaya,Terjadi  Pembuatan 3 Akta diantaranya 1,Akta Jual Beli Rumah No 9 tanggal 30 November 2006. 2.Akta no 10 Tanggal 30 November 2006 dan 3. Akta No 11 Tanggal 30 November 2006 terkait Pengosongan rumah tahun 2009.

Berjalannya waktu tahun 2009 ternyata Terdakwa Soejono Candra Ingkar Janji ,Rumah tidak di kosongkan ,Setelah di selidiki.

 

Rumah yang terletak di Jl Perum Unimas Garden Blok C -8,RT 004,RW 009,Desa Waru,Kecamatan Waru,Kabupaten Sidoarjo.

Ternyata Rumah tersebut sudah di sewakan kepada Fredy Tjandra selama 10 tahun.berdasarkan  Akta no 11 tanggal 17 April 2007 yang di buat di Notaris yang sama yaitu Notaris Sugiarto SH,MH Jl Bubutan no 117 A Surabaya.

Dalam Akta yang isinya bawa rumah di kontrakan selama 10 tahun dengan harga Rp 25 juta mulai tahun 2007 sampai 2016.Karena Lie Soekoyo merasa di Tipu Oleh Terdakwa Soejono Candra dan Notaris Sugiarto akhirnya melaporkan Ke polisi.

Perbuatan Terdakwa Soejono Candra di Jerat  Pasal 372 ,Pasal 266 ayat (1),Pasal 378 Kuhp, Pasal 264 ayat ke (1) jo pasal 55 ayat (1) ke 1 Kuhp .

Dari perbuatan Terdakwa Soekoyo Candra Lie Soekoyo mengalami kerugian  sebesar Rp 660 125.000, dan Rp 25 .000.000.

Sedangkan Notaris Sugiarto Juga Di Laporkan Ke Polisi Namun berkasnya masih belum P21 masih tahap 2 di Kejaksaan Negeri Tanjung Perak.*RHY

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest news

Sidang Gugatan Perlawanan Hukum antara Advokat Belly V.S. Daniel Karamoy, dan kliennya Thie Butje Sutedja

Surabaya .warnakota.com Sidang Gugatan Perlawanan Hukum antara  pengacara (advokat) Belly V.S. Daniel Karamoy, S.H., M.H.,...

Ketua DKD Peradi Jatim Pieter Talaway dan Advokat Masbuhin Saling Membenarkan Argumentasinya Masing Masing

Surabaya. Warnakota.com Rupaya berita panas terkait  Mantan...

Tidak Konsisten PN Surabaya Terkait Perkara Eksekusi

Surabaya,warnakota.com  Pengadilan Negeri (PN) Surabaya terkesan tidak tegas soal pelaksanaan eksekusi lahan di Jalan...

Jaksa Perak, Eksekusi Buronan Kasus Kepabeanan Sempat Sembunyi

Surabaya,warnakota.com Pelarian Hasan Nur Effendi selama 5 tahun sejak dinyatakan bersalah oleh Mahkamah Agung...
- Advertisement -

Merasa Dicemarkan. Masbuhin Umumkan Tantangan Pada Pieter Talaway

Surabaya.warnakota.com Mantan kuasa hukum konsumen Sipoa Masbuhin menduga adanya pihak-pihak yang sengaja menyerang dan...

Advokat Masbuhin Ajukan Banding Atas Sangsi Pemberhentian Setahun dari DKD Peradi Jatim

Surabaya.warnakota.comDewan Kehormatan Daerah (DKD) Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Jawa Timur menjatuhkan sangsi pemberhentian sementara 12 bulan dan...

Must read

- Advertisement -

You might also likeRELATED
Recommended to you