Nasional Penyuluh Agam Non PNS lebih profesional dan berwawasan luas

Penyuluh Agam Non PNS lebih profesional dan berwawasan luas

-

- Advertisment -

Lamongan,warnakota.com

Penyuluh Agama Islam harus selalu menambah wawasan dengan membaca buku baik yang berbasis agama maupun ilmu pengetahuan lainnya, kata kepala Balai Diklat Kemenag Surabaya ,Dr H. Muhammad Toha, Msi. “Karena seorang penyuluh agama mempunyai tantangan yang cukup besar, diantaranya mampu menjawab berbagai persoalan keagamaan di tengah masyarakat,” kata H.Muhammad Toha, Msi, dihadapan 35 orang Penyuluh Agama Islam Non PNS yang sedang mengikuti kegiatan pelatihan Teknis substantif peningkatan kompetensi bagi penyuluh agama Islam Aula Kemenag Lamongan yang digelar mulai Senin – Minggu (11-17/9). Lanjut Toha, Penyuluh Agama Islam, merupakan ujung tombak dalam pelaksanaan tugas pendidikan Agama Islam pada masyarakat dalam mencapai kehidupan yang bermutu dan sejahtera lahir batin. Penyuluh Agama Islam harus mampu menggerakkan semangat ibadah kepada lingkungan sekitarnya yang beragama Islam. Diantaranya memfasilitasi terbentuknya majelis taklim, menghidupkan pengajian Al-Quran secara rutin di masjid dan rumah-rumah warga. “Maka penyuluh tidak hanya terfokus pada pembinaan spritual dan mental saja. Mereka juga harus mampu menjelaskan definisi keluarga sakinah, menjelaskan bahaya narkoba dan minuman keras kepada masyarakat”, pertegas Toha, panggilan Muhammad Toha. Disisi lain, penyuluh merupakan perpanjangan tangan atas informasi-informasi yang ada di  Kemenag Kabupaten Lamongan kepada masyarakat, baik informasi perundang-undangan maupun peraturan-peraturan yang ada di Kementerian Agama serta masalah yang sering ditanyakan masyarakat, terutama terkait penyelenggaraan Ibadah Haji dan masalah Pernikahan di KUA.

Sementara itu, Kepala Kemenag Kabupaten Lamongan, Mohammad Sholeh menyebutkan, penyuluh haruslah profesional dalam melaksanakan tugasnya ditengah-tengah masyarakat. “Maka itu, setiap penyuluh haruslah meningkatkan kompetensi sebagai juru dakwah atau penyuluh. Merela juga harus memahami masa depan, artinya  mereka harus bisa menjelaskan kondisi hari ini ditambah dengan ide – ide berlian ditambah lagi dengan aksi nyata, agar hidup semakin lebih baik. Lebih jauh Muhammad Sholeh menyebutkan, penyuluh agama Islam   harus tau apa yang harus dilakukan. “Pertama bahwa tugas penyuluh agama itu bertugas memberikan pembinaan mental, moral dan ketakwaan kepatuhan kepada tuhan yang maha esa yaitu Alllah SWT. Maka setiap penyuluh harus dapat melaksanakan fungsi penyuluh yaitu fungsi informatif. Baik tentang pembangunan dan info agama maupun visi Kemenag dan visi kabupaten Lamongan. Mohammad Sholeh juga berharap melalui pelatihan tersebut, penyuluh Agama Islam Non PNS Kabupaten Lamongan akan lebih baik kinerjanya dan kompetensinya dan  profesional.* Dra

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest news

IKA Stikosa AWS, Gusdurian dan INTI Surabaya Bagikan 200 Menu Buka Puasa

Surabaya ,warnakota.com Banyak cara dilakukan untuk berbagi kebahagiaan di bulan...

Korem Baladhika Jaya Berkomitmen Bangun Generasi Berakhlak Mulia

        Kota Malang,- Korem 083/Baladhika Jaya berkomitmen untuk mencetak generasi...

Pemohon Renvoi Prosedur Dan Termohon Renvoi Prosedur Ajukan Argumentasi Hukum 

  Surabaya , warnakota.com Sidang lanjutan gugatan Renvoi Prosedur yang dimohonkan Cindro...

Keterangan Ahli Menguntungkan Bagi Pengugat , Pemberi Wasiat Bebas Nemberikan Wasiat Kepada Siapapun

Surabaya,warnakota.com Sidang Sengketa waris antara Harijana dan King Finder Wong...
- Advertisement -

Saya Tidak Pernah Bercerai Dengan Aprilia Okadjaja, Harijana Itu Cucu Keponakan 

Surabaya, warnakota.com Cerita keluarga bahagia dan harmonis meski sudah 28 tahun...

Bagaikan Minum Pil Pahit  Kapolrestabes Surabaya Terkait Oknum Anggotanya Terlibat Narkoba 

Surabaya,warnakota.com Pesta sabu di hotel tengah kota Surabaya, 5 oknum...

Must read

- Advertisement -

You might also likeRELATED
Recommended to you