Hukum Pencurian Kantor Partai Berkaya Atas Perintah Basir

Pencurian Kantor Partai Berkaya Atas Perintah Basir

-

- Advertisment -

Surabaya, Warnakota.com

Sidang perkara yang membelit Supriadi bin Ali Mudin dan Margi KA atau Ridawan bin Kastolan kembali digelar dengan agenda keterangan saksi korban Usman Hakim di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya.

Usman Hakim Mengatakan, Bahwa saat itu saya saya datang ke kantor DPD Partai Berkaya mau mengambil ijazah untuk persyaratan maju sebagai bakal calon Wali Kota Surabaya.saat itu kantor keadaan terkunci sehingga saya telepon Abah Ridwan ,Adi tidak tidak ada yang mengakat setalah menunggu lama akhirnya pintu dirusak,begitu masuk di dalam kantor ternyata kursi , komputer raib dan lainnya.

“Kemudian Adi datang ke Kantor lalu saya tanyakan apakah tau siapa yang mencuri barang -barang Kantor ,ia (Terdakwa Adi ) tidak tahu , Sehingga atas inisiatif saya melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Tenggilis,”Kata Usman Hakim selaku ketua DPC Partai Berkaya kota Surabaya di hadapan Majelis Hakim.Rabu (16/10/2019).

Di ruang Garuda 2 Pengadilan Negeri Surabaya. Ia menambahkan kalau Adi waktu itu mengaku dan terus terang tidak akan saya Lapor polisi, Setelah Polisi datang kemudian memeriksa Adi dan mengaku yang membukakan kunci kantor tersebut. Mendengar kesaksian Korban Ketua Majelis Hakim Mashuri Efendi menanyakan kepada kedua terdakwa bagaimana keterangan Saksi. “Benar yang Mulia,”Cetus Kedua Terdakwa.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Maryani Melindawati dari Kejaksaan Negeri Surabaya benar kamu yang bahwa kunci, Kedua terdakwa membenarkan telah membawah kunci dan masing -masing mendapat uang Rp.1.000.000 Hakim Mashuri Efendi siapa saja yang mencuri di kantor DPC Berkarya Surabaya. Adi mengatakan, Bahwa saya membukan kantor dan ikut membatu mengakat kursi. Sementara Ridwan Cuma bediri didepan yang masuk Basir bersama kedua temannya.

“Itu semua atas perintah Basir ,” kata Kedua terdakwa. Untuk diketahui, Supriyadi dan Ridwan ditangkap setelah mengambil barang berharga milik Usman Hakim. Aksi pencurian ini dilakukan bersama Heri Siswoyo alias Basir yang sekarang jadi buronan polisi Adapun yang dicuri yakni 10 set kursi dan meja Direktur, 1set meja dari kayu jati, 1 unit AC, 1 unit komputer LG, 1 unit laptop merk HP, 1 buah sertifikat tanah, 4 lembar ijasah dan 4 buah buku tabungan. Barang curian dan dokumen penting kemudian dibawa Heri Siswoyo untuk dijual kepada orang lain. Hasil curian,

Supriyadi dan Ridwan mendapat bagian Rp 1 juta. Akibat perbuatannya, terdakwa didakwa melanggar ketentuan sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 363 ayat (1) ke-3, ke-4 KUHP.*rhy

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest news

Sebagai wakil Tuhan Dimuka Bumi Harus Lebih Jeli Dalam Menilai Perkara Gugatan Wasiat

Surabaya, warnakota.comSidang gugatan perdata nomer perkara: 1127/Pdt.G/2020/ PN.SbyPMH perkara keabsahan warisan Aprilia Okadjaja kembali di gelar di...

IKA Stikosa AWS, Gusdurian dan INTI Surabaya Bagikan 200 Menu Buka Puasa

Surabaya ,warnakota.com Banyak cara dilakukan untuk berbagi kebahagiaan di bulan...

Korem Baladhika Jaya Berkomitmen Bangun Generasi Berakhlak Mulia

        Kota Malang,- Korem 083/Baladhika Jaya berkomitmen untuk mencetak generasi...

Pemohon Renvoi Prosedur Dan Termohon Renvoi Prosedur Ajukan Argumentasi Hukum 

  Surabaya , warnakota.com Sidang lanjutan gugatan Renvoi Prosedur yang dimohonkan Cindro...
- Advertisement -

Keterangan Ahli Menguntungkan Bagi Pengugat , Pemberi Wasiat Bebas Nemberikan Wasiat Kepada Siapapun

Surabaya,warnakota.com Sidang Sengketa waris antara Harijana dan King Finder Wong...

Saya Tidak Pernah Bercerai Dengan Aprilia Okadjaja, Harijana Itu Cucu Keponakan 

Surabaya, warnakota.com Cerita keluarga bahagia dan harmonis meski sudah 28 tahun...

Must read

Sebagai wakil Tuhan Dimuka Bumi Harus Lebih Jeli Dalam Menilai Perkara Gugatan Wasiat

Surabaya, warnakota.comSidang gugatan perdata nomer perkara: 1127/Pdt.G/2020/...
- Advertisement -

You might also likeRELATED
Recommended to you