Hukum Pengacara Terdakwa .Tantang Hakim dasar Putusan terdakwa

Pengacara Terdakwa .Tantang Hakim dasar Putusan terdakwa

-

- Advertisment -

Surabaya.warnakotà.com

Penasehat Hukum Terdakwa dalam perkara dugaan kepemilikan Narkotika atas nama terdakwa Saluki Bin Jesek dan Sukron arofik Bin Abd Rofik mempertanyakan dasar vonis hakim yang diberikan kepada kedua kiennya.

Usai persidangan yang berlangsung pada Senin (11/12) di Pengadilan Negeri Surabaya, Penasehat Hukum menungkapkan bahwa untuk membuat sebuah keputusan, Hakim harus memiliki minimal 2 alat bukti.

“Kami mempertanyakan dasar hukum dari vonis yang dikeuarkan majelis hakim. Sebab berdasarkan fakta persidangan, kami menilai bahwa Jaksa tidak mampu menghadirkan alat bukti sebagaimana yang diatur dalam asal 184 KUHAP,” tegas salah seorang penasehat hukum terdakwa, Ario Fajri.

Ario Fajri menjelaskan, berdasarkan fakta persidangan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) hanya menghadirkan 3 orang saksi, yakni 2 orang saksi dari kepolisian dan 1 orang saksi pemilik kendaraan. Terkait hal tersebut, 2 orang saksi dari kepolisian yang dihadirkan oleh JPU diduga telah memberikan keterangan yang tidak didasarkan atas fakta yang sesungguhnya.

“Kami telah melakukan Pengaduan kepada Kepala Bidang Profesi dan Pengamanan (Kabid Propam) Polda Jawa Timur terkait dugaan kesaksian palsu yang disampaikan oleh dua oknum polda dari jajaran resnarkoba Polda Jawa timur. Sedangkan 1 orang saksi lain yang dihadirkan JPU bukanlah saksi yang tidak melihat dan mengalami langsung peristiwa yang didakwakan JPU” katanya.

Lebih jauh lagi Ario Fajri mengungkapkan, jika merujuk ada ketentuan pasal 183 KUHAP, dimana hakim dilarang membuat sebuah keputusan tanpa didasarkan dua alat bukti, maka berdasarkan fakta persidangan, Majelis Hakim hanya memiliki satu alat bukti yang dikategorikan sebagai alat bukti Petunjuk. Dalam hal ini, adanya keterangan Laboratorium yang menyatakan bahwa benda yang dibawa oleh terdakwa merupakan benda yang dilarang oleh Undang-Undang 35 Tahun 2009 tentang Narkotika (shabu).

 

Selain itu, Majelis Hakim tidak memiliki alat bukti lain yang mengakibatkan Majelis tidak boleh memutus bersalah sebagaimana putusan yang disebutkan dalam persidangan perkara ini.

“Terkait putusan yang dikeluarkan Majelis Hakim, terdakwa melalui Penasehat Hukum akan mengajukan banding atas putusan tersebut. Selain itu, penasehat hukum juga berencana akan melaporkan majelis hakim ke komisi yudisial karena diduga telah melanggar kode etik persidangan.

 

Bahkan bukan tidak mungkin Penasehat hukum juga akan melaporkan hakim keranah pidana terkait putusan yang telah dikeluarkan,” tegas pengacara dari Jakarta

 
Dalam persidangan sempat terjadi sedikit ketegangan, pasalnya dari pihak tim kuasa hukum terdakwa meminta agar putusan (vonis) ditunda, namun hal itu ditolak hakim karena putusan sudah terlanjur dibaca.
Ketika majelis hakim kembali membacakan putusan, tim kuasa hukum pun kembali melontarkan kata permintaan supaya putusan ditunda. Merasa terganggu oleh ulah tim kuasa hukum terdakwa, hakimpun melontarkan nada keras mengusir tim kuasa hukum terdakwa dari ruang sidang.
Dengan nada keras KELUAR…….KELUAR  kalian mengganggu konsentrasi saja, bentak hakim. Namun tim kuasa hukum terdakwa membalas bentakan hakim dengan nada cukup keras juga.” Kenapa Pak Hakim Usir Saya, apa alasannya, tidak apa apa saya akan keluar dari ruang sidang, asal pengusiran ini beralasan, jawab tim kuasa hukum terdakwa.
Kemudian segera dilerai oleh Hàkim Sigit Sutriono SH.Mhum selaku hakim anggota sehingga suasana kembali meredah dan sidang pun dilanjutkan.
Dalam amar putusannya, majelis hakim menjatuhkan vonis terhadap kedua terdakwa masing masing selama (8) delapan tahun penjara.
Adapun vonis tersebut dinilai lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Achmad Alikan yang sebelumnya menuntut kedua terdakwa masing masing selama (13) tiga belas tahun penjara.
Perkara tersebut bermula pada Kamis 30 Mart 2017 sekira pukul 23’00 wib, ketika Achmad Farid ditelepon oleh Fauzan teman Ahmada Farid. Setelah mendapat telepon, kemudian Achmad Farid mengajak terdakwa Saluki dan Sukron untuk ikut serta dari Bangkalan menuju ke Desa Semampir Krian Sidoarjo dengan mendarai mobil HONDA Mobilio putih dengan maksud mengirim barang haram.
Namun ironisnya, ketika sampai di tujuan yakni Desa Semampir Krian Sidoarjo tiba tiba terdakwa ditangkap oleh Anggota Dirnarkoba Polda Jatim. Ketika dilakukan penggeledahan, petugas menemukan barang bukti berupa (1) satu kantong plastik berisi shabu seberat 49’23 gram, didalam mobil terdakwa (2) dua buah buku tabungan BCA, (1) satu buah Hand Phone merk Samsung lipat dalam saku celana terdakwa Saluki.
Sementara terhadap diri terdakwa Sukron ditemukan sebuah Hand Phone merk Samsung, selanjutnya kedua terdakwa segera dibawa ke Kantor Polisi guna pemeriksaan lebih lanjut.
Atas perbuatan kedua terdakwa, sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 114 ayat (2) jo pasal 132 ayat (1) Undang Undang RI No.35 tahun 2009 tentang Narkotika.
Saat di konfirmasi.Hakim Sigit selaku humas pengadilan.menjelaskan “
Sigit Sutriono selaku, anggota Majelis Hakim , mencoba meredam suasana dengan memberi penjelasan kepada PH terdakwa agar tidak kerap melakukan sela saat Majelis Hakim membacakan putusan, ujarnya.
” atas pledoi yang di ajukan, Majelis Hakim akan usahakan dengan berunding agar persidangan bisa di lanjutkan pembacaan putusan sembari anggota Majelis mempelajari pledoi tambahan “, ujarnya.
Ia menambahkan, saat Majelis Hakim membaca putusan tidak mungkin untuk di sela oleh PH terdakwa guna menjadikan pertimbangan pledoi yang di ajukan, ini tidak profesionalisme, paparnya.
Sebagai perimbangan dalam persidangan, Sigit Sutriono, selaku anggota Majelis Hakim melemparkan kepada Penasihat Hukum dua (2), guna menyampaikan pendapat.Adapun pendapat yang di sampaikan, Agus Dwi, selaku PH dua (2) yaitu, pihaknya mengharapkan kepada Majelis Hakim agar pledoi yang di ajukan untuk di jadikan pertimbangan, papar nya.*rhy/har

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest news

Peredaran Narkotika Antar Kabupaten Di Vonis 6 Tahun Penjara Dan Denda 1 Milliar Subsider 1 Bulan Penjara

Surabaya, warnakota.comMajelis Hakim Pengadilan Negeri Surabaya menjatuhkan vonis 6 tahun ,denda 1 Milliar...

Di Hadapan Komisi III, Kapolri Paparkan 15 Aplikasi Layanan Publik Semudah Pesan Pizza

Jakarta, warnakota.com Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memaparkan peluncuran 15...

Kapolri Keluarkan Telegram Berangus Premanisme, Ini 5 Hal Yang Harus Dijalankan Kapolda

Jakarta, warnakota.com -Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menerbitkan Surat Telegram...

Forkopimda Jatim Pastikan Vaksinasi di Sampang Berjalan BaikForkopimda Jatim Pastikan Vaksinasi di Sampang Berjalan Baik

Surabaya , warnskota.com Forkopimda Jawa Timur pastikan vaksinasi di kabupaten...
- Advertisement -

Selesai Kegiatan Semua Petugas Wajib Jalani Swab

Surabaya,warnakota.com Beragam sudut pandang masyarakat, mengenai penyekatan dan pemeriksaan swab...

Dukungan Masyarakat untuk Petugas yang Berjuang Melawan Covid-19

Surabaya,warnakota.com Ucapan selamat dan dukungan untuk TNI-Polri dan petugas yang melakukan pemeriksaan kesehatan, di...

Must read

- Advertisement -

You might also likeRELATED
Recommended to you