Umum Oknum Advokat Lepas Dari Tuduhan Pemerkosa

Oknum Advokat Lepas Dari Tuduhan Pemerkosa

-

- Advertisment -
Kuasa hukum PS Rohman Hakim SH

SurabayaWarnakota.com

Rupanya Inisial PS Lega rasanya dimana pemeritaan yang di duga memojokan atau mencemarkan nama baikbya sudah terjawab. Hasil dari Olah TKP pada Senin,( 17 Juni 2019 ) di Kantor milik Inisial PS di Jalan pandegiling. Tim Penyidik PPA Polrestabes Surabaya melakukan olah TKP di Tempat Kejadian Perkara (TKP) dugaan tindak pidana pemerkosaan yang dituduhkan kepada PS, seorang Advokat berkantor di Jl. Pandegiling, Kota Surabaya pada Senin (17/06/2019). Dari hasil olah TKP tersebut, dapat disimpulkan tidak penah terjadi pemerkosaan. Hal ini diungkap oleh Kuasa Hukum Terlapor, Rahman Hakim SH kepada wartawan. Rahman Hakim menjelaskan, sebelum dilakukan olah TKP, Terlapor (PS) dengan sangat koperatif menghubungi Penyidik agar dilakukan olah TKP di Kantornya (TKP).

Bahkan, PS mempersilahkan Penyidik PPA Polrestabes Surabaya membawa serta Pelapor dan Pengacara Pelapor untuk datang ke lokasi kejadian. “Agar kejadian terungkap dengan terang benderang, klien saya mempersilahkan Pelapor dan Kuasanya untuk hadir dalam olah TKP,”kata Rahman Hakim. Rahman menerangkan, dalam oleh TKP versi Pelapor, Penyidik menemukan beberapa identifikasi. Agar berita dimedia massa tidak simpang siur sehingga mempengaruhi kinerja Penyidik, maka kuasa hukum PS lebih lanjut menerangkan hasil identifikasi yang dapat disimpulakan dari olah TKP Penyidik PPA Polres Surabaya adalah sebagai berikut : Indentifikasi 1 : Pelapor menerangkan datang jam 06.00 Wib dan Terlapor datang jam 09;00 Wib. Kemudian Terlapor menyuruh Pelapor untuk foto copy berkas. Indentifikasi 2 : Pelapor mengaku karena berkas yang akan di foto copy banyak maka Terlapor bolak-balik kantor untuk foto copy berkas-berkas. Pelapor mengaku Terlapor berada di ruang kerjanya.

Indentifikasi 3 : Setelah foto copy sekitar pukul 16;00 Wib ( 4 sore) Pelapor Mandi di kamar mandi Kantor. Pelapor mengaku tidak memiliki peralatan mandi dan tidak membawa handuk. Untuk diketahui, luas kamar mandi hanya 0,5 meter x 0.5 meter. Indentifikasi 4 : Setelah mandi Pelapor duduk di meja kerja Pelapor yang posisinya berada ruang tamu.

Indentifikasi 5 : Pelapor mengaku dipanggil keruang meja kerja Terlapor di ruang tengah. Jarak antara meja kerja Pelapor dengan meja kerja Terlapor sekitar 3 meter dan antara ruang kerja Pelapor dengan Terlapor ada sebuah pintu kaca. Bukan Rolling Door seperti yang disampaikan Kuasa Hukum Pelapor di media massa. Indentifikasi 6 : Pelapor mengaku mendatangi Pelapor di ruang Kerjanya. Kemudian,

Pelapor mengaku Terlapor mengangkat baju Pelapor sebatas dada. Dalam identifikasi tersebut, tidak diterangkan ada sobek BH atau baju Pelapor seperti yang disampaikan Kuasa Hukum Terlapor di media massa. Indentifikasi 7 : Pelapor mengaku didorong dari belakang oleh Terlapor ke sofa. Jarak antara Sofa dan bangku Pelapor sekitar 1 meter. Indentifikasi 8 : Pelapor mengaku Terlapor buka celana setengah lutut. Indentifikasi 9 : Setelah terduduk di Sofa, Pelapor mengaku Celana panjang dan celana dalam Pelapor dibuka sekaligus oleh Terlapor hingga batas lutut.

Indentifikasi 10 : Kemudian, Pelapor mengaku Terlapor menutup pintu kaca pembatas antara meja kerja Terlapor dengan meja kerja Pelapor (ruang tamu). Pelapor juga menerangkan pintu utama tidak dikunci dan terbuka sedikit. Indentifikasi 11 : Pelapor mengaku dalam posisi celana panjang dan celana dalam berada di bawah lutut kaki Pelapor terangkat sambil ditengkuk.

Indentifikasi 12 : Pelapor mengaku Terlapor menidih dari depan dengan tangan kanan Pelapor memenang sofa. Bila dianalisa pengakuan Pelapor membuktikan, saat pemerkosaan terjadi, Pelapor tidak berada dalam paksaan atau tekanan dan keterangan ini membantah keterangan Kuasa Hukum Pelapor di media massa yang menyebut Terlapor menutup (membekap) mulut Pelapor.

Indentifikasi 13 : Pelapor mengaku memasukkan alat vitalnya dari depan dengan posisi kaki ditengkuk dan celana panjang dan celana dalam berada dibawah lutut. (Penyidik berulangkali

Penyidik berulangkali mencoba membenarkan saat posisi alat vital Terlapor dimasuk, karena menurut Penyidik tidak mungkin memasukkan alat vital dari depan).

Indentifikasi 14 : Pelapor mengaku setelah pemerkosaan terjadi, Pelapor memakai celananya kembali. Kemudian menuju tempat duduk meja kerjanya diruang t. Ungkap Rahman Kepada Wartawan. Dari Hasil Olah Tkp ini .akhirnya PS terlepas dari dugaan Tuduhan Pemerkosaan .* jes/tim


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest news

Sidang Gugatan Perlawanan Hukum antara Advokat Belly V.S. Daniel Karamoy, dan kliennya Thie Butje Sutedja

Surabaya .warnakota.com Sidang Gugatan Perlawanan Hukum antara  pengacara (advokat) Belly V.S. Daniel Karamoy, S.H., M.H.,...

Ketua DKD Peradi Jatim Pieter Talaway dan Advokat Masbuhin Saling Membenarkan Argumentasinya Masing Masing

Surabaya. Warnakota.com Rupaya berita panas terkait  Mantan...

Tidak Konsisten PN Surabaya Terkait Perkara Eksekusi

Surabaya,warnakota.com  Pengadilan Negeri (PN) Surabaya terkesan tidak tegas soal pelaksanaan eksekusi lahan di Jalan...

Jaksa Perak, Eksekusi Buronan Kasus Kepabeanan Sempat Sembunyi

Surabaya,warnakota.com Pelarian Hasan Nur Effendi selama 5 tahun sejak dinyatakan bersalah oleh Mahkamah Agung...
- Advertisement -

Merasa Dicemarkan. Masbuhin Umumkan Tantangan Pada Pieter Talaway

Surabaya.warnakota.com Mantan kuasa hukum konsumen Sipoa Masbuhin menduga adanya pihak-pihak yang sengaja menyerang dan...

Advokat Masbuhin Ajukan Banding Atas Sangsi Pemberhentian Setahun dari DKD Peradi Jatim

Surabaya.warnakota.comDewan Kehormatan Daerah (DKD) Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Jawa Timur menjatuhkan sangsi pemberhentian sementara 12 bulan dan...

Must read

- Advertisement -

You might also likeRELATED
Recommended to you