Hukum Merasa Dicemarkan. Masbuhin Umumkan Tantangan Pada Pieter Talaway

Merasa Dicemarkan. Masbuhin Umumkan Tantangan Pada Pieter Talaway

-

- Advertisment -

Surabaya.warnakota.com

Mantan kuasa hukum konsumen Sipoa Masbuhin menduga adanya pihak-pihak yang sengaja menyerang dan mencemarkan nama baiknya sebagai advokat dengan isu-isu negatif yang sengaja dihembuskan melalui media massa.
Isu-isu negatif tersebut menurut Masbuhin terkait dengan penanganan kasus PT. Sipoa Group yang pernah ia tangani beberapa tahun lalu. Salah satu isu yang dimaksud Masbuhin adalah adanya tudingan bahwa ia telah menelantarkan klien.
“Saya menduga ada pihak-pihak yang secara sistematis untuk merusak profesi dan kehormatan saya sebagai advokat melalui fitnah dan pencemaran nama baik saya diberbagai media,”papar Masbuhin, melalui keterangan resminya pada wartawan, Senin (15/11/2020).

Masbuhin menjelaskan, ia pertama kali mendapat kuasa dari konsumen Sipoa pada 12 Maret 2018, tujuannya adalah untuk melaporkan para direksi Sipoa ke Polisi. 

Dalam hal ini Masbuhin mengklaim telah menjalanakan isi surat kuasa itu dengan baik hingga turunnya putusan inkrah kasus penipuan yang melibatkan beberapa direksi PT. Sipoa, yakni Aris Birawa, Klemen Sukarno Candra, dan Budi Santoso. 

Mereka bertiga dinyatakan bersalah dan dijatuhi hukuman 6 bulan penjara. Bahkan, pihak Sipoa, kata Masbuhin juga telah menyerahkan sertifikat dengan nilai objek sebesar 110 miliar sebagai jaminan dana refund yang diperuntukkan bagi 900 konsumen Sipoa.

“Sepanjang Saya bekerja sejak 12 Maret 2018 sampai dengan Mei 2019, tidak pernah ada keluhan dan pengaduan terhadap diri Saya dari 900 konsumen yang hak-haknya saya perjuangkan tersebut, apalagi merasa Saya telantarkan.”kata Masbuhin.

Akan tetapi pada sekitar Januari 2020 lalu, sebanyak 131 konsumen Sipoa menunjuk dan memberikan kuasa kepada advokat baru untuk melakukan gugatan di PN Surabaya. Tujuannya adalah meminta refund (pengembalian dana) dari Sipoa Group.

Selain itu, mereka juga menuntut sertifikat dengan objek senilai 110 miliar itu untuk dimiliki hanya oleh 131 orang konsumen Sipoa.

“Padahal maksud penyerahan sertifikat senilai 110 miliar itu adalah untuk mengcover hak – hak konsumen yang jumlahnya 900 konsumen yang saya perjuangkan.” ungkap Masbuhin.

“131 (orang) konsumen (Sipoa) sejak tahun 2018 sampai Juni 2019 hak-haknya telah tercover didalam sertifikat senilai 110 miliar itu,” imbuhnya.

Karena 131 orang kunsumen Sipoa itu melakukan gugatan di Pengadilan, maka lanjut Masbuhin, secara otomatis Sipoa mencoret mereka dari daftar konsumen yang dapat menerima Refund sampai dengan adanya putusan yang Inkrah dari Pengadilan.

“Direksi Sipoa sepanjang tahun 2018 sampai dengan Mei 2019 telah merefund uang total antara Rp. 14 Miliar hingga 15 Miliar lebih kepada Para Client Saya.”ungkapnya.

Sementara untuk konsumen yang belum mendapat uang sebagai refund yang jumlahnya sekitar 900 konsumen dengan kerugian mencapai Rp. 80 Miliar, telah diberi jaminan Sertifikat senilai Rp.110 Miliar.

Penyerahan sertifikat itu diberikan langsung oleh direksi Sipoa di Aula IAIN Sunan Ampel Surabaya pada 29 Juni 2019 silam.
“Penyerahannya dilakukan pada tanggal 29 Juni 2019 lalu dihadapan 900 konsumen sendiri.”papar Masbuhin.

Selain itu, proses penyerahan Sertifikat itu juga dibarengi dengan laporan pertanggungjawaban Masbuhin kepada para klien-nya.

“Dengan demikian setelah tanggal 29 Juni 2019, hubungan professional saya sebagai Advokat dengan klien telah selesai secara tuntas dan final.”kata dia.

Dilaporkan Mantan Klien
Masbuhin mengaku terkejut atas laporan Empat orang mantan Klien-nya ke Dewan Kehormatan Daerah (DKD) Peradi Jatim.

Laporan itu dibuat pada Februari 2020 lalu atas tuduhan menelantarkan mereka. 
Alasan yang dikemukakan, sepanjang bulan Oktober 2019 hingga Nopember 2019 mereka tidak dapat menemui atau berkomunikasi dengan Masbuhin.
“Mereka itu statusnya sudah menjadi mantan klien saya sejak tanggal 29 Juni 2019, dan faktanya walau mantan klien, mereka tetap bisa bertemu dengan saya pada tanggal 23 November 2019 lalu.”terangnya.

Fakta tersebut menurut Masbuhin telah ia paparkaan pada proses sidang DKD Peradi Jatim, akan tetapi menurutnya hal itu sama sekali tidak dihiraukan oleh DKD.

“Semua fakta dan bukti ini sudah saya sampaikan ke DKD Peradi Jatim, tetapi tidak dihiraukan sama sekali.”paparnya.

Sementara, kuasa hukum Masbuhin, Purwanto juga menyesalkan sikap DKD Peradi Jatim yang dianggapnya kurang profesional. Pihaknya meminta DKD Peradi kedepannya untuk lebih selektif dalam menangani setiap laporan yang masuk di kelembagaan.

“Kalau yang namanya laporan atau pengaduan adanya penelantaran klien itu harus dihubungkan dengan hasil pencapaian yang telah dilakukan (Advokat). Kalau pencapaiannya telah terpenuhi lantas apa yang dimasalahkan. Jadi saya menilai, DK ini tidak solutif dan tidak profesional,”tandas Purwanto.

Tantangan Pada Pieter Talaway
Masbuhin dalam kesempatan yang sama juga menyoal statment dari Ketua DKD Peradi Jatim Pieter Talaway yang dimuat oleh media harian asal Surabaya pada 7 November 2020 lalu. Dimana menurut Masbuhin, Piter telah menudingnya menjadi kuasa hukum direksi Sipoa sejak 6 Februari 2019. 

“Pada tanggal 6 Februari 2019, Masbuhin menjadi Pengacara Direksi Sipoa yang menjadi Tersangka dalam kasus tersebut sebelum mereka disidang.”ujar Masbuhin menirukan pernyataan Pieter.

Masbuhin dalam hal ini menegaskan tidak pernah menjadi kuasa hukum Sipoa sepertihalnya tuduhan Pieter.

Pernyataan Pieter tersebut menurut Masbuhin merupakan pernyataan tendensius tanpa didasari bukti.

“Pernyataan yang tidak disertai bukti, tendensius, dan saya duga untuk mengiring opini kepada semua orang (melalui) media masa agar kehormatan Saya sebagai Pengacara menjadi rusak.”kata Masbuhin.

Masbuhin memastikan bakal menempuh upaya hukum apabila Pieter tidak segera melakukan klarifikasi. Ia bahkan menantang piter untuk membuktikan klaim nya itu.

“Kalau saudara Pieter Talaway bisa membuktikan bahwa (tanggal 16 Februari 2019 Masbuhin menjadi Pengacara Direksi Sipoa yang menjadi Tersangka dalam kasus tersebut sebelum mereka disidang), Saya menyatakan bahwa saya tidak akan banding dan akan pensiun jadi Advokat,”tegas Masbuhin.

Direksi Sipoa lanjut Masbuhin, memang pernah memberi kuasa kepadanya pada tanggal 6 Februari 2019, tepatnya 8 hari sebelum perkara sipoa diputus oleh Pengadilan Negeri Surabaya, tepatnya pada 14 Februari 2019. Saat iti status hukum direksi Sipoa sudah jadi Terdakwa di Pengadilan.

“Isi, maksud dan tujuan kuasa sipoa kepada saya adala agar Saya nantinya kalau putusan Direksi Sipoa berkekuatan hukum tetap, Saya diminta untuk mengambilkan asset-asset sipoa yang disita, dan dikembalikan kepada Para Konsumen dan klien saya sebagai bentuk refund dan pertanggungjawab sipoa kepada seluruh konsumennya,” tandas Masbuhin.
Hingga berita ini naik pihak wartawan belum konfirmasi pada Pieter Talaway.*rhy

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest news

Sudah 6 tahun lebih Suhartati Mencari Keadilan Atas Eksekusi Rumahnya

Surabaya. Warnakota.comSudah 6 tahun lebih Jeki Messakh dan Ir.Suhartati Messakh  Patty  mencari keadilan di muka bumi., namun keadilan...

Sidang Gugatan Perlawanan Hukum antara Advokat Belly V.S. Daniel Karamoy, dan kliennya Thie Butje Sutedja

Surabaya .warnakota.com Sidang Gugatan Perlawanan Hukum antara  pengacara (advokat) Belly V.S. Daniel Karamoy, S.H., M.H.,...

Ketua DKD Peradi Jatim Pieter Talaway dan Advokat Masbuhin Saling Membenarkan Argumentasinya Masing Masing

Surabaya. Warnakota.com Rupaya berita panas terkait  Mantan...

Tidak Konsisten PN Surabaya Terkait Perkara Eksekusi

Surabaya,warnakota.com  Pengadilan Negeri (PN) Surabaya terkesan tidak tegas soal pelaksanaan eksekusi lahan di Jalan...
- Advertisement -

Jaksa Perak, Eksekusi Buronan Kasus Kepabeanan Sempat Sembunyi

Surabaya,warnakota.com Pelarian Hasan Nur Effendi selama 5 tahun sejak dinyatakan bersalah oleh Mahkamah Agung...

Merasa Dicemarkan. Masbuhin Umumkan Tantangan Pada Pieter Talaway

Surabaya.warnakota.com Mantan kuasa hukum konsumen Sipoa Masbuhin menduga adanya pihak-pihak yang sengaja menyerang dan...

Must read

Sudah 6 tahun lebih Suhartati Mencari Keadilan Atas Eksekusi Rumahnya

Surabaya. Warnakota.comSudah 6 tahun lebih Jeki Messakh dan...
- Advertisement -

You might also likeRELATED
Recommended to you