Wisata Mengintip Indahnya Goa bolet Sendangharjo Brondong

Mengintip Indahnya Goa bolet Sendangharjo Brondong

-

- Advertisment -

Lamongan,warnakota.com

warga pantura di gegerkan dengan penemuan beberapa Goa di wilayah Pantura. Konon, Goa tersebut diduga sudah ada sejak zaman penjajahan. Warga mengenal Goa tersebut dengan nama Goa Bolet. Diduga sebagai tempat persembunyian tentara Jepang untuk mengintai pergerakan pasukan Belanda dan warga.

Lokasi Goa itupun tak jauh dari pohon trinil yang sempat menjadi viral di dunia maya. Goa tersebut ramai dikunjungi setelah beberapa pemuda Desa Sendangharjo, Kecamatan Brondong kabupaten Lamongan, selfie dan mengupload ke media sosial (Medsos).

Lambat laun akhirnya warga baik warga sekitar  Lamongan, Gresik, Tuban, Jombang dan Mojokerto bergantian mendatangi goa tersebut.

Dari pantauan warnakota.com, untuk mencapai goa, kita harus mendaki bukit yang jaraknya sekitar 200 meter ke atas bukit kecil. Meski tidak terjal karena kemiringannya sekitar 40 derajat, namun karena akses jalan masih berupa tanah, sedikit menguras energi. Belum ada pagar di sebelah kanan maupun kiri. Hanya dibatasi tali tambang.

Tapi, untuk memudahkan menaiki bukit kecil ( gumuk menurut warga setempat ) ini, Pemerintah Desa sudah membangun tangga – tangga yang memudahkan pengunjung untuk naik. Terbayar sudah rasa Lelah disaat berada atas bukit. Dari atas bukit ( gumuk )itu, bisa memandang hamparan hijau pepohonan serta ada sport berswafoto yang indah hasil kreasi karang taruna setempat. Tepatnya sebuah perahu di atas awan. Mulut goa yang ada di perbukitan ini berada di tepi sebuah jurang.

Menurut Ahmad Kirom Kepala Desa Sendangharjo, membenarkan goa tersebut, konon pernah dijadikan tempat persembunyian tentara Jepang. Goa ini belum dilakukan penggalian karena pihak Desa masih berkoordinasi dengan pihak terkait.

Lanjut kades Ahmad mengakui ada beberapa tempat lagi yang belum terjamah dan bisa dijadikan objek wisata. Bahkan di sekitar sini juga ada bukit kecil (gumuk) dengan pemandangan yang bagus. Gumuk tersebut oleh pemerintah Desa beserta karang taruna di jadikan sport swafoto. Dengan membuat perahu di atas angin.”Waktu Pagi dan sore hari suasananya bagus di atas itu, kalau di sana kita bisa melihat sejauh mata memandang,” ungkap Ahmad kepada warnakota. com, kamis (16/11), dia mengaku gumuk tersebut berada di ketinggian 114 kaki dari permukaan air laut. Lebih lanjut Ahmad, menjelaskan bahwa di lokasi sekitar hutan pohon Trinil ada 3 goa lagi yang berada di gumuk-gumuk sekitar. Namun, goa -goa ini memang belum dieksplorasi. “Karena kami masih berkonsentrasi ke Pohon Trinil ini dulu. Kami juga harus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait,” terang Ahmad Kirom.

Hal senada juga diungkapkan, salah satu  anggota karang taruna Desa Sendangharjo yang mengaku juga ingin memanfaatkan goa tersebut sebagai lokasi wisata, karena goa tersebut tidak terlalu dalam. “Goa ini adalah Goa peninggalan dari zaman penjajahan, warga disini mengenalnya dengan sebutan Goa Bolet,” pungkasnya. * Dra

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest news

Sinergitas dan Kekompakan Forkopimda dalam menghadapi Covid-19 di Bangkalan

Surabaya,warnakota.com Sinergitas dan kekompakan Forkopimda Jawa...

Sinergitas dan Kekompakan Forkopimda dalam menghadapi Covid-19 di Bangkalan

Surabaya,warnakota.com Sinergitas dan kekompakan Forkopimda Jawa Timur yaitu Gubernur Jatim...

” Waspadai Celah P- 19 Dari Kejaksaan Diduga  Rentan Terjadi Suap  Agar Tidak Terjadi P-21

Surabaya, warnakota.com Sejak berkas tersangka Citra Permana dilimpahkan oleh penyidik Polrestabes ke kejaksaan negeri Surabaya...
- Advertisement -

4 Pengedar Ganja Dibekuk Satreskoba Polres Jember

JEMBER, warnakota.com Jajaran Polres Jember berhasil ungkap peredaran ganja yang...

Forkopimda Jatim Memantau Jalannya Vaksinasi Massal di Sumenep Madura.

SUMENEP, warnakota.com Forkopimda Jawa Timur, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa,...

Must read

- Advertisement -

You might also likeRELATED
Recommended to you