Hukum Mendengar Tuntutan Jaksa 3 Tahun , Terdakwa Pingsan

Mendengar Tuntutan Jaksa 3 Tahun , Terdakwa Pingsan

-

- Advertisment -
Surabaya,warnakota.com
Sidang Perkara Penipuan kembali Di gelar di Pengadilan Negeri Surabaya.
Terdakwa Swesti Yulita (31), warga jalan Dukuh Kupang Timur V / 9 Surabaya duduk dan tertunduk malu saat mendengarkan Tuntutan. yàng di bacakan oleh jaksa Siska , begitu juga kuasa hukum terdakwa Billy tim mendengarkan pembacaan tuntutan .
Dalam tuntutannya, jaksa Siska menyampaikan bahwa terdakwa dituntut selama 3 tahun penjara, karena terbukti bersalah telah melakukan tindak pidana penipuan secara bersama-sama sebagaimana di atur dalam dakwaan pertama yaitu pasal 378 KUHP juncto pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
Jaksa Penuntut Umum dari Kejaksaan Negeri Surabaya, Siska Christina juga mengatakan, tuntutan terhadap terdakwa merupakan tutuntan maksimal sesuai dengan pasal-pasal yang didakwakan.
” Adapun yang memberatkan terdakwa adalah menimbulkan keresahan yang meluas bagi masyarakat, terdakwa sudah menikmati hasil dari kejahatannya, korban kehilangan harta benda, dan terdakwa sudah pernah dihukum. Untuk hal yang meringankan terdakwa telahmenyesali perbuatannya,” kata Siska dalam persidangan di PN Surabaya,
Sementara Penasehat Hukum terdakwa, Billy SH mengatakan, tuntutan JPU terlalu tinggi dan memberatkan terdakwa. Padahal  terdakwa sudah mengembalikan barang curiannya dan sepakat berdamai dengan korban.
 Terkait dengan perdamaian  nanti  yang akan kami sampaikan dalam pembelaan terdakwa,” jelas Eko
Selesai persidangan tiba tiba terdakwa terjatuh.dengan pingsannya terdakwa membuat kuasa hukum ,serta Scurity dan pengunjung  bingung  .beberapa menit kemudian terdakwa sadar.
Seperti diketahui, terdakwa Swesti pada hari Rabu tanggal 17 Januari 2018 sekira pukul 17.00 WIB hendak membeli perhiasan di toko mas Jaya Abadi lantai GL blok C 10-11 BG Junction Jl. Bubutan Surabaya. Terdakwa membayar via kartu ATM dan mengatakan bahwa didalam ATM tersebut berisi Rp. 33.000.000,00. Setelah memilih 3 perhiasan yang dipakai langsung. Terdakwa pamit untuk ke toilet dan ketika ditunggu oleh penjaga toko, terdakwa tidak kunjung datang.
Pada akhir persidangan yang digelar pada sesi terakhir ini, ada kejadian menarik dimana terdakwa langsung pingsan saat mengetahui dirinya di tuntut 3 tahun penjara oleh JPU. Hal ini membuat panik seisi sidang dan segera memberikan pertolongan dengan menggotong terdakwa ke kursi roda untuk di bawa kembali ke ruang tahanan PN Surabaya. *rhy

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest news

Lesbi Tawuran DiVonis Dua Bulan 

Surabaya,warnakota.com Pukul sesama lesbi (pencinta sejenis) hingga lebam, kedua terdakwa lesbi yaitu Reni Puspitasari...

Diduga Sentra Kuliner Urip Sumorjo Dibuat Ajang Pungli Langgar Perwali nomor 78 Tahun 2016

Surabaya ,warnakota.comDiduga pelanggaran terhadap aturan yang ada di dalam Dinas koperasi Perwali nomor 78 tahun 2016 yang...

Wooo,,,Baru Tahu Kalau Rumah YKP  Harus Diberikan Kepada Masyarakat 

Surabaya,warnakota.com Pengurus baru Yayasan Kas Pembangunan (YKP) Kota Surabaya, Ketua...

Terdakwa  Venansius Diduga Kebal Hukum Akhirnya Ditahan Oleh Kejaksaan Negeri Surabaya

Surabaya, warnakota.comSurabaya,Terdakwa  Venansius Niek Widodo dikabarkan kembali ditahan atas kasus penipuan dan penggelapan,...
- Advertisement -

Hakim Cantik Manjakan Residivis Penipuan dan Penggelapan terdakwa Venansius tidak ditahan

Surabaya, warnakota.com  Sidang Terbuka terkait  perkara dugaan penipuan 63 milliar...

Sidang Keabsahan Wasiat Terkait Harta Peninggalan, Aprilia Okadjaja

Surabaya,warnakota.comPengadilan Negeri (PN) Surabaya kembali menggelar sidang perebutan harta peninggalan dari (Alm) Aprilia Okadjaja antara King Finder...

Must read

Lesbi Tawuran DiVonis Dua Bulan 

Surabaya,warnakota.com Pukul sesama lesbi...

Diduga Sentra Kuliner Urip Sumorjo Dibuat Ajang Pungli Langgar Perwali nomor 78 Tahun 2016

Surabaya ,warnakota.comDiduga pelanggaran terhadap aturan yang ada...
- Advertisement -

You might also likeRELATED
Recommended to you