Hukum Memutus Penyebaran Covid 19, Pengadilan Negeri Surabaya Lock Down...

Memutus Penyebaran Covid 19, Pengadilan Negeri Surabaya Lock Down 2 Pekan

-

- Advertisment -

Surabaya,Warnakota.com

Humas Pengadilan Negeri surabaya, Dalam kaitan degan Penularan Covid 19 di lingkungan kerja PN SBY.  
Dalam memutus Rantai penularan virus Covid maka PN   sby tetap konsisten berupaya mencegah penyebaran virus di lingkungan PN SBY karena PN merupakan instansi pelayanan publik yg wajib meminimalisir adanya ancaman Virus bagi pengguna jasa Pengadilan.

Dikarenakan  PN SBY telah 3 x melakukan rapid test utk tujuan mecegah meluasnya wabah virus di PN. Bahwa pada kondisi new normal saat ini, telah banyak muncul CLUSTER2 Covid 19 di kantor kantor.

Menurut Ginting Martin SH , menyampaikan Untuk mengantisipasi agar tidak muncul penyebaran virus di kantor PN SBY di new normal, setelah adanya perayaan Idhul Adha 1441 M dan dikhawatirkan  banyak ASN PN SBY yg mudik di Hari Raya Qurban pd 11 Juli 2020, dan mereka akan membawa Virus dari LUAR KANTOR, maka utk memonitor sejauh mana penyebaran covid di PN SBY,
 Pada tanggal 3 Agustus 2020 telah di lakukan Rapid test utk seluruh ASN , HONOR di PN Sby. Hasilnya 9 orang yg REAKTIF..selanjutnya terhadap mereka yg reaktif langsung di lakukan SWAB dan kemarin sekitar jam 19.00 wib telah diperoleh hasil . Sabtu ( 8 Agustus 2020 )

bahwa terdapat 5 orang yg dinyatakan POSITIF terjangkit Virus Covid 19. Dan 1 orang ASN yg di Swab mandiri jg terpapar.
 Sehingga  terdapat 7 orang ASN PN SBY yg positif Covid 19 termasuk 1 orang hakim. 

Saat ini 5 orang yg terpapar tsb telah dirawat di Asrama haji Sukolilo Surabaya yg di tangani oleh Gugus tugas covid , 1 orang isolasi mandiri dan 1 orang hakim di rawat di RS  Jawabarat.

 Utk memutus mata rantai covid 19 di PN SBY, maka setelah di laporkan dan di koordinasikan  kepada Kepala Pengadilan Tinggi JATIM, akhirnya pimpinan PN SBY melakukan PENUNDAAN SEMUA pelayanan ( LOCK DOWN) kecuali penganan Upaya hukum ,persidangan perkara pidana yg akan habis masa tahanan, Penerimaan surat yg dilayani di FRONT OFICE.
 penundaan pelayanan ini adalah kali kedua dilakukan utk memutus mata rantai penyebaran virus dan utk menghindari adanya cluster virus di ruang kerja PN SBY. 
Keselamatan dari para ASN  PNS sby menurut pimpinan adalah hal paling utama sbg bahan pertimbangan utk menghentikan pelayanan, krn bila ASN PN SBY tercemar virus mk dpt menularkannya kpd para pencari keadilan atau kpd pengguna jasa pengadilan itu .

 Prinsipnya di Hentikan pelayanan sementara dg pengecualian selama 2 minggu sejak 10 Agustus 20 dgn harapan lingkungan PN SBY menjadi Sterill. 

Pd tgl 24 Agustus 20 pelayanan  akan normal kembali. Demikian disampaikan agar PUBLIK pengguna jasa PN SBY maupun para pihak yg sedang berperkara atau para keluarga para terdakwa serta para advokat dan Jpu dpt mengetahui dan memakluminya.,” ucap Ginting Pada Wartawan.*rhy

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest news

Kejagung dan Kejati Bagi Bagi 10.000 masker dan face Shield.

Surabaya,warnakota.com Jaksa Agung Muda Pengawas (Jamwas) Kejaksaan Agung (Kejagung) RI, Amir Yanto bersinergi dengan...

Pengacara Yakubus Protes Atas Pelayanan Prima Dipengadilan Arjuno, Perlu Dikaji Ulang

Surabaya, warnakota.com ,Gara gara Pelayanan Pengadilan Negeri Surabaya yang tidak sesuai SOP . Pengacara...

Uji Assesmen Dari Kejagung Diikuti Pegawai dan Pejabat Esselon 3 dan Eselon 4

Surabaya,warnakota.com Pada hari senin tanggal 19 okt 2020 sekira pukul 08.00 telah dilaksanakan tes...

Terdakwa Mangku Siswanto Dituntut 5 Tahun Penjara

Surabaya,warnakota.com Terdakwa Mangku Siswanto ( 21 ) warga Dusun Setro Gresik  dalam Perkara Diduga...
- Advertisement -

Warga Lamongan Disidangkan Dalam Perkara Narkoba.

Surabaya,warnakota.com Warga lamongan Muhammad Erfan Saputro ( 24 ) yang tinggal di Jalan  Keputih...

Uji Materil Ke Mahkamah Konstitusi Perkara Aldiano alias Dino Terkait Penanaman Ganja

Surabaya, warnakota.comPermohonan Uji Materil penjekasan pasal 111 dan 114 Undang Undang Republik Indonesia ...

Must read

- Advertisement -

You might also likeRELATED
Recommended to you