Hukum Mantan Napiter Dapat Bantuan Wirausaha Dari Polres Lamongan

Mantan Napiter Dapat Bantuan Wirausaha Dari Polres Lamongan

-

- Advertisment -

Lamongan ,warnakota.com

Mantan napi terorisme (Napiter) asal Lamongan mendapat bantuan wirausaha dari polisi. Toni Saronggalo salah satu Mantan Napiter yang baru keluar dari Lapas Klas IIA Lamongan. Pria yang bebas pada 27 Desember 2017 tahun lalu melanjutkan usahanya dengan berdagang ayam. Toni Saronggalo yang akrab di panggil Toni, pun mendapat bantuan alat bubut bulu ayam sebagai penunjang usahanya.

 

Alat bubut bulu ayam tersebut diserahkan langsung Kapolres Lamongan AKBP Feby DP Hutagalung ke Toni Sarunggalo disaksikan oleh ketua Yayasan Lingkar Perdamaian, Ali Fauzi. “Lebih lanjut Toni berterima kasih dan merasa senang, semoga alat bantuan dari Polres Lamongan ini menjadi berkah,” tutur Toni kepada awak media usai menerima bantuan alat dari polisi di halaman Mapolres Lamongan, (23/1) kemarin.

 

Menurut Toni, jika dirinya kembali berprofesi sebagai pedagang daging ayam sebelum ditangkap, dengan bantuan alat tersebut, memudahkan dirinya berwirausaha. “Mudah-mudahan alat ini bisa membantu pekerjaan saya yang selama ini ribet karena harus bolak – balik Lamongan – Glagah hanya untuk membubuti ayam,” tegasnya.
Toni yang kini tinggal di Kecamatan Glagah mengaku, usahanya berdagang daging ayam ini sempat terhenti saat ditangkap Densus 88 dan mendekam di tahanan selama lebih kurang 2 tahun.

 

Dalam usahanya Toni memasarkan Daging ayam tersebut keliling di wiayah Glagah dan skitarnya. “Hasilnya lumayan 1 hari saya bisa habis 25 ekor ayam,” imbuhnya, sembari berharap agar setelah menerima bantuan alat usahanya bisa lebih maksimal lagi.

 

Bantuan alat ini, jelas Toni, salah satu bentuk kerjasama kepolisian Lamongan dengan Yayasan Lingkar Perdamaian yang selama ini membina para mantan Napiter. Sementara itu, Ketua Yayasan Lingkar Perdamaian, Ali Fauzi gembira karena Toni sudah bisa move on dan memulai wirausahanya. “Mudah-mudahan apa yang dilakukan Polres Lamongan ini bisa menjadi contoh kegiatan deradikalisasi bagi polres lainnya di Indonesia,” ujar Ustadz Ali Fauzi. Kapolres Lamongan, AKBP Feby DP Hutagalung mengatakan, apa yang dilakukan bentuk pembinaan terhadap mantan Napiter agar para mantan Napiter ini bisa diberdayakan.

 

“Kebetulan Toni ini bisnis daging ayam, sehingga apa yang kami bantu ini semoga bisa berguna,” terang Feby. “Kami berharap, ke depan kerjasama ini akan kami tingkatkan lagi dengan bentuk yang lain,” pungkas Kapolres Lamongan.*dra

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest news

Sidang Gugatan Perlawanan Hukum antara Advokat Belly V.S. Daniel Karamoy, dan kliennya Thie Butje Sutedja

Surabaya .warnakota.com Sidang Gugatan Perlawanan Hukum antara  pengacara (advokat) Belly V.S. Daniel Karamoy, S.H., M.H.,...

Ketua DKD Peradi Jatim Pieter Talaway dan Advokat Masbuhin Saling Membenarkan Argumentasinya Masing Masing

Surabaya. Warnakota.com Rupaya berita panas terkait  Mantan...

Tidak Konsisten PN Surabaya Terkait Perkara Eksekusi

Surabaya,warnakota.com  Pengadilan Negeri (PN) Surabaya terkesan tidak tegas soal pelaksanaan eksekusi lahan di Jalan...

Jaksa Perak, Eksekusi Buronan Kasus Kepabeanan Sempat Sembunyi

Surabaya,warnakota.com Pelarian Hasan Nur Effendi selama 5 tahun sejak dinyatakan bersalah oleh Mahkamah Agung...
- Advertisement -

Merasa Dicemarkan. Masbuhin Umumkan Tantangan Pada Pieter Talaway

Surabaya.warnakota.com Mantan kuasa hukum konsumen Sipoa Masbuhin menduga adanya pihak-pihak yang sengaja menyerang dan...

Advokat Masbuhin Ajukan Banding Atas Sangsi Pemberhentian Setahun dari DKD Peradi Jatim

Surabaya.warnakota.comDewan Kehormatan Daerah (DKD) Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Jawa Timur menjatuhkan sangsi pemberhentian sementara 12 bulan dan...

Must read

- Advertisement -

You might also likeRELATED
Recommended to you