Pendidikan Mahasiswa ITS Sulap Limbah B3 Jadi Beton Berkualitas Tinggi

Mahasiswa ITS Sulap Limbah B3 Jadi Beton Berkualitas Tinggi

-

- Advertisment -

Surabaya ,warnakota.com

Prestasi yang membanggakan kembali berhasil ditorehkan oleh mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya dalam Kompetisi Rancang Bangun (KRB) 2018 yang diselenggarakan di Universitas Udayana, Denpasar, Bali, awal Februari ini. Dalam sesi Lomba Beton Nasional ini tim Senanjaya 79 dari Departemen Teknik Sipil ITS berjaya dengan menyabet juara pertama.

 

Ajang ini diikuti oleh 63 peserta dari 53 perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Mengusung tema High Early Strength and Low Cost Concrete Competition, kompetisi ini menantang para peserta untuk membuat beton bermutu tinggi dalam waktu tujuh hari dengan biaya yang relatif murah.

 

Tim Senanjaya 79 yang digawangi oleh tiga mahasiswa yakni Andini Dwi Agustin, Jonathan Febryan, dan Reza Syihabul Millah S serta satu dosen pembimbing, Faimun MSc PhD. Menanggapi tema tersebut, tim ini kemudian membuat inovasi beton dengan menggunakan fly ash atau sisa pembakaran batu bara pada pembangkit listrik sebagai pengganti semen dan tawas sebagai campurannya.

 

Menurut Reza, pada umumnya beton dengan rancangan kuat tekan dalam 28 hari menghasilkan 60 mpa. Namun berkat kerja keras dari tim ini, inovasi beton mereka mampu menghasilkan kuat tekan 62,3 mpa dalam waktu tujuh hari. Beton tersebut kemudian diberi nama Beton As Crete (Alumn and Sugar Conctete).

 

“Tim Senanjaya 79 ini sempat mengalami kesulitan dalam mencari material. Pasalnya, fly ash sendiri merupakan limbah bahan berbahaya dan beracun atau yang biasa dikenal sebagai limbah B3, sehingga perlu adanya penanganan khusus dan surat pengantar untuk memperolehnya. Selain dari referensi jurnal asing, kami juga melakukan penelitian kurang lebih satu sampai dua bulan sehingga ide tersebut benar-benar matang, jelas mahasiswa angkatan 2016 itu. Meski mengaku persaingan yang terjadi antara peserta cukup ketat, namun tim ini tetap optimistis untuk membawa pulang juara pertama. Kami merasa yakin karena penelitian ini baru pertama kali dilakukan di Indonesia,” ungkapnya.

 

Lebih lanjut Reza mengatakan bahwa tidak hanya untuk sekedar lomba, lebih jauh lagi timnya berharap agar karya mereka nantinya dapat dimanfaatkan oleh masyarakat luas dengan penelitian lebih lanjut yang lebih sempurna hasilnya. *adpt

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest news

Sebagai wakil Tuhan Dimuka Bumi Harus Lebih Jeli Dalam Menilai Perkara Gugatan Wasiat

Surabaya, warnakota.comSidang gugatan perdata nomer perkara: 1127/Pdt.G/2020/ PN.SbyPMH perkara keabsahan warisan Aprilia Okadjaja kembali di gelar di...

IKA Stikosa AWS, Gusdurian dan INTI Surabaya Bagikan 200 Menu Buka Puasa

Surabaya ,warnakota.com Banyak cara dilakukan untuk berbagi kebahagiaan di bulan...

Korem Baladhika Jaya Berkomitmen Bangun Generasi Berakhlak Mulia

        Kota Malang,- Korem 083/Baladhika Jaya berkomitmen untuk mencetak generasi...

Pemohon Renvoi Prosedur Dan Termohon Renvoi Prosedur Ajukan Argumentasi Hukum 

  Surabaya , warnakota.com Sidang lanjutan gugatan Renvoi Prosedur yang dimohonkan Cindro...
- Advertisement -

Keterangan Ahli Menguntungkan Bagi Pengugat , Pemberi Wasiat Bebas Nemberikan Wasiat Kepada Siapapun

Surabaya,warnakota.com Sidang Sengketa waris antara Harijana dan King Finder Wong...

Saya Tidak Pernah Bercerai Dengan Aprilia Okadjaja, Harijana Itu Cucu Keponakan 

Surabaya, warnakota.com Cerita keluarga bahagia dan harmonis meski sudah 28 tahun...

Must read

Sebagai wakil Tuhan Dimuka Bumi Harus Lebih Jeli Dalam Menilai Perkara Gugatan Wasiat

Surabaya, warnakota.comSidang gugatan perdata nomer perkara: 1127/Pdt.G/2020/...
- Advertisement -

You might also likeRELATED
Recommended to you