Hukum Korban Begal Sadis, Jadi Saksi

Korban Begal Sadis, Jadi Saksi

-

- Advertisment -

Surabaya,Warnakota.com

Noval Rinaldy menjadi satu-satunya terdakwa dalam pembegalan setelah rekannya, M Hartono tewas ditembak mati polisi. 
Dalam sidang kali ini Jaksa Sukisno menghadirkan saksi korban Slamet Efendi (21) warga Jatiroto, Lumajang.Dihadapan majelis hakim yang diketuai hakim Johanes Hehamony. 
Slamet dengan tegar menceritakan hari naas itu, yang terjadi pada  4 Desember 2019. Ia hampir saja kehilangan nyawa saat aksi beringas begal sadis bersenjata tajam membacoknya di Jalan Raya Satelit Selatan, Sukomanunggal, Surabaya, sekitar pukul 01.00 WIB.Kejadian pembegalan itu berawal ketika Slamet mengantarkan Wiwin ke Restoran Emerald Citraland Surabaya, pada Selasa (3/12/2019) 
sekira pukul 23.00 WIB untuk menitip berkas lamaran pekerjaan setelah janjian dengan temannya.
Setelah ketemu, keduanya berniat pulang melintasi jalan seputaran perumahan Citraland Surabaya. Disana, beberapa menit kemudian, mereka diberhentikan oleh dua orang pria yang pelaku begal sadis tersebut.
Awalnya, dua pria tak dikenal itu meminta bantuan korban untuk menunjukkan jalan di wilayah Dukuh Kupang dengan alasan ingin menjenguk saudaranya.
“Saya berboncengan dengan Wiwin didepan menunjukan jalan, dia (tedakwa) mengikuti dari belakang,”kata Slamet sambil menatap terdakwa dengan sorotan yang tajam.Dan sesampainya di Jalan Raya Satelit Selatan tepat di depan rumah nomor 38, tiba-tiba salah satu pelaku yakni M Hartono (32) warga Balongsari Madya 7A/20 Surabaya turun memberhentikan laju motor Slamet dan Wiwin.
Sementara terdakwa Noval Rinaldy (22) warga Bongsari Madya 7A/24 Surabaya menunggu di atas motor Honda Scoopy bernopol L 2963 YZ sebagai sarana yang dipakai.
“Terus ngeluarin pisau penghabisan jaket belakang sambil mengacam untuk menyerahkan motor saya. Saya reflek melawan. Saya ditendang sampai motor jatuh. 
Saya coba pertahankan motor saudara saya itu. Tapi dia (Hartono) malah bacok saya beberapa kali,”sambil menunjukan jarinya yang tinggal satu dan kaki yang sudah diamputasi.
Usai membacok korban, motor milik Wiwin pun raib. Korban yang berteriak minta tolong, sia-sia karena lokasi kejadian sangat sepi. “Wiwin tak suruh lari dia minta bantuan,” katanya.
Atas kesaksian korban, terdakwa Noval membenarkan. Bahkwa Noval sempat mengucapkan kata maaf kepada korban dan keluarga korban.*rhy

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest news

Lesbi Tawuran DiVonis Dua Bulan 

Surabaya,warnakota.com Pukul sesama lesbi (pencinta sejenis) hingga lebam, kedua terdakwa lesbi yaitu Reni Puspitasari...

Diduga Sentra Kuliner Urip Sumorjo Dibuat Ajang Pungli Langgar Perwali nomor 78 Tahun 2016

Surabaya ,warnakota.comDiduga pelanggaran terhadap aturan yang ada di dalam Dinas koperasi Perwali nomor 78 tahun 2016 yang...

Wooo,,,Baru Tahu Kalau Rumah YKP  Harus Diberikan Kepada Masyarakat 

Surabaya,warnakota.com Pengurus baru Yayasan Kas Pembangunan (YKP) Kota Surabaya, Ketua...

Terdakwa  Venansius Diduga Kebal Hukum Akhirnya Ditahan Oleh Kejaksaan Negeri Surabaya

Surabaya, warnakota.comSurabaya,Terdakwa  Venansius Niek Widodo dikabarkan kembali ditahan atas kasus penipuan dan penggelapan,...
- Advertisement -

Hakim Cantik Manjakan Residivis Penipuan dan Penggelapan terdakwa Venansius tidak ditahan

Surabaya, warnakota.com  Sidang Terbuka terkait  perkara dugaan penipuan 63 milliar...

Sidang Keabsahan Wasiat Terkait Harta Peninggalan, Aprilia Okadjaja

Surabaya,warnakota.comPengadilan Negeri (PN) Surabaya kembali menggelar sidang perebutan harta peninggalan dari (Alm) Aprilia Okadjaja antara King Finder...

Must read

Lesbi Tawuran DiVonis Dua Bulan 

Surabaya,warnakota.com Pukul sesama lesbi...

Diduga Sentra Kuliner Urip Sumorjo Dibuat Ajang Pungli Langgar Perwali nomor 78 Tahun 2016

Surabaya ,warnakota.comDiduga pelanggaran terhadap aturan yang ada...
- Advertisement -

You might also likeRELATED
Recommended to you