Nasional Ketua DPC Organda Pelabuhan Tanjung Perak Mengeluh Adanya Diduga...

Ketua DPC Organda Pelabuhan Tanjung Perak Mengeluh Adanya Diduga Tarikan Pungli PNBP Di Samsat Manyar

-

- Advertisment -

Surabaya,Warnakota.com

Dengan adanya Kebijakan Gubernur Jawa Timur, Soekarwo, yang meluncurkan program pemutihan denda pajak kendaraan bermotor pada tahun 2018  Madyarakat Jawa Timur sangat antusias  mulai kalangan bawah hingga kelas pengusaha.

Akan Tetapi program ini ternyata dalam pelaksanaan dilapangan justru banyak dduga dimanfaatkan oleh oknum-oknum petugas secara tidak bertanggung jawab dengan cara-cara memberatkan masyarakat sendiri.

Menurut Kody Lamahayu Fredy selaku  Ketua DPC. Khusus Organda Pelabuhan Tanjung Perak, Rabu (14/11/2018) mengatakan ” Saya berteri makasih kepada Bapak Gubernur Jawa Timur, karena memberi kemudahan dan kelonggaran sejak bulan September- Desember 2018, memberi program pemutihan bagi kendaraan roda dua, roda empat dan truk yang suratnya sudah mati, jelas  Kody di Kantornya.

Sayangnya Ketua Organda Khusus PelabuhanTanjung Perak ini merasa miris setelah para anggota organda mengeluh atas program pemutihan tersebut.

Dimana  Keluhan anggota kami, terutama di Samsat Manyar Surabaya, mengeluhkan banyak pungutan dan nilainya melebihi PNBP. Saya berharap, apa yang dikeluhkan anggota Organda tidak berjalan terus karena sangat merugikan baik terhadap masyarakat itu sendiri maupun terhadal pembuat kebijakan yakni Gubernur, ” tegas Kody Lamahayu Fredy, menyayangkan sikap para oknum petugas.

” Sepatutnya program dan keinginan Gubernur Jawa Timur itu agar didukung para petugas dan setiap biaya tidak melebihi PNBP, sehingga sangat dapat merugikan pemilik kendaraan itu sendiri,” tuturnya.

Masih menurut Kody Lamahayu Fredy memiliki anggota 200 pengusaha dengan jumlah kendaraan 8000 unit kendaraan truk. Tentu jika para anggota Organda Khusus Pelabuhan Tanjung Perak ini di persulit para oknum petugas dan menaikan biaya dengan berbagai jenis diatas ketentuan bisa di banyangkan berapa ratus juta pungli terjadi di samsat Manyar Surabaya.

Ada kesan terjadi pungli yang tidak kentara dibebankan kepada masyarakat misalnya dengan cara menaikan biaya antara lain cetak STNK, formulir, buka blokir, cek fisik dan pendaftaran, ternyata menurut sejumlah pengusaha di pelabuhan Tanjung Perak semua dinaikan sehingga melebihi PNBP. Benarkah? Lantas benarkah semua masuk ke kas negara?
Namun terkait tingginya biaya pemutihan PNBP tahun ini, saat akan dikonfirmasi di samsat Mayar Surabaya belum dapat di konfirmasi.

Kody Lamahayu Fredy juga mengatakan bahwa pihak Organda Tanjung Perak telah meminta kepada Dinas Perhubungan Jawa Timur maupun Kementerian Perhubungan agar pada saat Natal dan Tahun baru, untuk kendaraan angkutan barang di Jawa Timur tidak di batasi untuk beroperasi/jalan.

Menurut Kody Lamahayu Fredy karena di Jawa Timur, untuk setiap jalan lintasan mulai Surabaya, Malang, Pasuruan, Banyuwangi, dan sebagainya sudah terjadwal waktu kendaraan muatan barang melintas. Oleh sebab itu Kementerian Perhubungan tidak perlu untuk membuat rambu-rambu lagi khusus di Jawa Timur,” urai Ketua Organda Khusus Tanjung Perak ini.

“Jadi tidak membuat rambu lagi yang bisa merugikan pemilik angkutan barang itu sendiri. Untuk kendaraan pengankut barang penguraian tidak perlu diatur oleh Kementerian lagi karena sudahb ada yang mengatur,” ucapnya tegas.

 

Dalam hal ini untuk apa dipasangnya spanduk  atau slogan bebas Calo dan bebas Pungli tetapi  Calo masih berkeliaran Sedangkan Pungli masih Ada .berati Slogan tersebut hanya simbol Kamu Flase saja.

Kementerian Perhubungan diharap bisa melihat pengalaman di tahun tahun sebelumnya. Kalau Natal kami tidak ada libur, kecuali Idul Fitri karena Natal dan Tahun baru supir-supir tidak libur, tambah Kody.

“Kami sudah bermohon dengan menyurati DPP Organda, Kementerian Perhubunhan, DPD, maupun Dinas Perhubungan Jatim,” demikian disampaikan Kody terkait harapan angkutan barang bisa beroperasi di Jawa Timur saat natal dan tahun baru.*rhy /oln

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest news

Oknum jaksa Mangkrakan Perkara Berkas P21 menjadi P19

Surabaya. Warnakota.com Kepastian hukum dan Keadilan Mulyanto Sampai saat ini Di ombang ambingkan oleh aparat...

Sudah 6 tahun lebih Suhartati Mencari Keadilan Atas Eksekusi Rumahnya

Surabaya. Warnakota.comSudah 6 tahun lebih Jeki Messakh dan Ir.Suhartati Messakh  Patty  mencari keadilan di muka bumi., namun keadilan...

Sidang Gugatan Perlawanan Hukum antara Advokat Belly V.S. Daniel Karamoy, dan kliennya Thie Butje Sutedja

Surabaya .warnakota.com Sidang Gugatan Perlawanan Hukum antara  pengacara (advokat) Belly V.S. Daniel Karamoy, S.H., M.H.,...

Ketua DKD Peradi Jatim Pieter Talaway dan Advokat Masbuhin Saling Membenarkan Argumentasinya Masing Masing

Surabaya. Warnakota.com Rupaya berita panas terkait  Mantan...
- Advertisement -

Tidak Konsisten PN Surabaya Terkait Perkara Eksekusi

Surabaya,warnakota.com  Pengadilan Negeri (PN) Surabaya terkesan tidak tegas soal pelaksanaan eksekusi lahan di Jalan...

Jaksa Perak, Eksekusi Buronan Kasus Kepabeanan Sempat Sembunyi

Surabaya,warnakota.com Pelarian Hasan Nur Effendi selama 5 tahun sejak dinyatakan bersalah oleh Mahkamah Agung...

Must read

Oknum jaksa Mangkrakan Perkara Berkas P21 menjadi P19

Surabaya. Warnakota.com Kepastian hukum dan...

Sudah 6 tahun lebih Suhartati Mencari Keadilan Atas Eksekusi Rumahnya

Surabaya. Warnakota.comSudah 6 tahun lebih Jeki Messakh dan...
- Advertisement -

You might also likeRELATED
Recommended to you