Hukum Keterangan Terdakwa Khendy Membuat Jaksa Dan Hakim Geram

Keterangan Terdakwa Khendy Membuat Jaksa Dan Hakim Geram

-

- Advertisment -

Surabaya,Warnakota.com

Sidang perkara penggelapan uang pacar dan calon mertuwa kali ini beragendakan pemeriksaan terdakwa. Dalam keterangan Terdakwa Khendy mengakui sejujur sejujurnya uang hasil dari Pinjam Pacar dan Calon Mertuwa semua dipakai Judi Di Singapur .

Atas keterangan terdakwa Khendy mala membuat Jaksa dan Hakim Geram lantaran uang kurang lebih dari 6 Millyar hanya habis di meja judi, tak hanya itu Khendy menerangkan kalau Uang Pengembalian Lebih Besar Dari Uang Yang Digelapkan karena keterangan terdakwa tercantum dalam BAP kepolisian.

Sayangnya dalih keterangan terdakwa membuat Jaksa Gregetan lantaran terdakwa telah pengembalian uang korban lebih besar, tanpa di dasari bukti-bukti karena terdakwa tidak mampu menunjukkan bukti-bukti dihadapan Majelis Hakim.

Hal ini, Edy Soeprayitno SH,Mh selaku, Ketua Majelis Hakim dan kedua hakim anggota Khusaini SH,Mh serta Dewi Istiani SH,Mh menghardik terdakwa di persidangan karena kerap memberikan jawaban dengan bahasa selengek,an berupa, he’e ( ya) dan keterangan korban di persidangan sebelumnya disangkal terdakwa.

Di sesi keterangan saksi dari Dwi Candra yang dibacakan JPU berupa, pada pokoknya korban berinisial N adalah nasabah bank BCA cabang Semarang. Rekening tersebut, kerap terjadi transaksi masuk ke rekening atas nama Agus Sardjono dan terdakwa.

Sedangkan Serly adalah adik terdakwa dalam keterangan juga dibacakan JPU mengatakan, kenal dengan N (korban) karena akan menjadi kakak iparnya serta mengakui ada bisnis dan di danai oleh korban namun, tidak tahu akan bisnis apa. Lebih lanjut, pengakuan terdakwa bahwa bukan dirinya yang menawarkan bisnis kepada korban. Dalih terdakwa, korban mengeluh kalau uang kiriman orang tuanya sering terlambat sehingga, korban butuh pekerjaan maka oleh terdakwa korban di arahkan untuk investasi. Pengakuan lainnya, dana modal dari korban dan orang tuanya digunakan terdakwa main judi di Singapura serta uang hasil kejahatan sebagian juga dikirim ke orang tua terdakwa.

Secara terpisah, Tri Harmastuti selaku, Penasehat Hukum korban yang selalu mengikuti proses persidangan terdakwa, saat ditemui wartawan mengatakan, ” terdakwa lebih banyak memungkiri fakta serta mana mungkin pengembalian uang terdakwa lebih banyak dari yang di gelapkan.

Secara logika, keterangan terdakwa uang hasil kejahatannya dikatakan habis buat judi ,” paparnya. Hal serupa, disampaikan JPU kepada wartawan berupa, saya juga pusing melihat terdakwa yang berbelit-belit menyampaikan keterangan di persidangan. ” Masak setelah menyampaikan keterangan bahwa uang modal korban habis dipakai terdakwa untuk berjudi. Namun, keterangan lainnya, bahwa sudah ada pengembalian uang modal korban bahkan jumlahnya lebih besar dari yang digelapkannya,” ujarnya.

Diketahui bahwa terdakwa dengan janji janji dan rangkaian kebohongan dengan beralibih bisnis ploroti uang calon Mertuwa dan Pacar tetapi tidak kunjung dikembalikan , atas perbuatannya korban dirugikan senilai Rp 7,7 Milyard dan terdakwa di jerat pasal pasal 378 KUHP.*sri

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest news

Oknum Perawat dan Dokter Rumah Sakit Haji Menjalani Pemeriksaan Di Polrestabes Surabaya

Surabaya, warnakota.com Setelah  ada pelaporan dari pihak korban diduga Pelecehan...

Terpidana Perkara Korupsi Pajak PPH Fiktif Rp 1,7 Miliar, Ditangkap Kejaksaan Negeri Surabaya

Surabaya ,warnakota.comHukum harus di tegakan tak memandang usia dan...

Bahaya Merokok Di Dalam Rumah Pada Kesehatan Balita

Surabaya, warnakota.com Perilaku merokok di dalam rumah bersama dengan...

Jaksa Gadungan Dikleler  Ke Rana Hukum  Oleh  Tim  Inteljen Kejari Mojokerto

Mojokerto,warnakota.com Kinerja  Kejaksaan Tim Intel Kejari Kota...
- Advertisement -

Oknum Perawat Rumah Sakit Haji Diseret Ke Ranahukum Oleh Pendekar Pagar Nusa

Surabaya,warnakota.com Inilah Tangan Jahil  yang diduga dilakukan oleh Oknum Perawat Rumah Sakit Haji...

Pidana Perkara Hak Paten ada dugaan dipaksakan karena diduga Terdakwa tidak tunduk Pada Putusan MA 

Surabaya,warnakota.com Sidang Hak Paten kembali di gelar di pengadilan negeri...

Must read

- Advertisement -

You might also likeRELATED
Recommended to you