Hukum Keterangan Dua Saksi diduga Meragukan ,Terdakwa Korban Rekayasa Hukum

Keterangan Dua Saksi diduga Meragukan ,Terdakwa Korban Rekayasa Hukum

-

- Advertisment -

Surabaya.warnakota.com
Sidang dugaan pemalsuan surat yang dialami oleh terdakwa Djie Kian Sioe (75) Warga Jalan Mahakam no 12 Madiun kini memasuki agenda keterangan saksi. Pasalnya, Jaksa Penuntut Umum Kejati Jatim dalam perkara ini mendatangkan dua orang saksi untuk dimintai keterangan di hadapan majlis hakim. ( Rabu,2 Mei 2018 )

Jaksa Penuntut Umum Kejati Jatim, Hendro mendatangkan dua saksi yakni, Ferry Soetanto sebagai saksi pelapor dan saksi Suherman sebagai pemilik tanah di Jln. Jl. H.A. Salim No. 58 Madiun.

Saksi Pelapor Ferry Soetanto mengutarakan jika tanah seluas 1.733 m2 dibelinya seharga Rp. 530.000.000 atas nama Sanjaya.

“Sertifikat itu atas nama Sanjaya dengan luas tanah 1.733 m2 (seribu tujuh ratus tiga puluh tiga meter persegi) dengan harga sebesar Rp.530.000.000,- (lima ratus tiga puluh juta rupiah)” ujar saksi pelapor dihadapan majlis hakim.

Pada keterangan yang lain, Ferry menjawab pertanyaan majlis hakim terkait barang bukti berupa kwintansi pembayaran tanah dan rumah yang berada di Jln. HA Salim No. 58 Madiun pada tanggal 8 Desember 1995 yang di tanda-tangani oleh saksi Suherman yang di duga tanda tangan tersebut dipalsukan oleh terdakwa.

“Saya tidak tahu apakah kwintasi tersebut asli, yang jelas kwintansi tersebut ada” ujar Ferry menjawab pertanyaan majlis hakim.

Menanggapi keterangan saksi, majlis hakim menanyakan barang bukti berupa kwintansi tersebut untuk di uji keaslianya melalui Laboratorium Forensik (Lapfor). Akan tetapi saksi pelapor tidak mengetahui jika untuk mengecek keaslian tanda tangan tersebut harus melalui uji lab.

“Dikarenakan saya tidak mengerti ilmu hukum, yang bisa menjawab pertanyaan ini pengacara saya” ujar saksi pelapor menanggapi pertanyaan majlis hakim yang di pimpin oleh ketua majlis Pujo Saksono SH.

Sementara itu, saksi Suherman mengaku jika Ia tidak pernah menjual tanah di Jl. HA Salim No.58 Madiun Madiun dengan SHM No.2064 Kel. Nambangan Lor kepada terdakwa. Ia menambahkan jika dirinya tidak tahu menahu soal bukti kwintansi tersebut.

Mendengar keterangan saksi Suherman, kuasa hukum terdakwa Petter Talaway SH bersama partner meminta JPU untuk memperlihatkan bukti documentary evidence berupa kwintansi yang diperlihatkan kepada majlis hakim.

Setelah itu majlis hakim meminta kepada saksi Suherman untuk memberikan tanda tangan pada kertas kosong yang sudah dipersiapkan untuk mengetahui keaslian tanda tangan tersebut.

Setelah majlis hakim melihat tanda tangan yang dibuat oleh saksi Suherman, Hakim Pujo terkejut dikarenakan lima tanda tangan yang ditulis saksi Suherman antara tanda tangan pertama sampain tanda tangan kelima berbeda.

“Lima tanda tangan kok berbeda” Tanya hakim Pujo kepada saksi Suherman yang pada persidangan saksi Suherman tidak menanggapi pertanyaan hakim.

Disisi lain, Kuasa Hukum terdakwa Petter Talaway SH mengatakan jika perkara ini sebelumnya masuk ke perkara perdata sebanyak 6 kali di Madiun dan dimenangkan oleh terdakwa. Ia menambahkan jika keterangan yang telah diberikan oleh saksi tersebut tidak benar.

“Keterangan saksi, dia menang pada persidangan perdata, padahal pada sidang perdata sebelumnya semuanya dimenangkan kita” ujar Petter saat dikonfirmasi setelah persidangan.

Dalam  perkara ini seharusnya tidak sampai ke pengadilan di karenakan  keceroboan penyidik dan jaksa.karena  pada tahun 1999 perkara  ini  sudah di lanjutkan  di kepolisian.dàn di lakukan Leb dan hasilnya bahwa tanda tangan itu asli setelah itu perkara  di SP3 .

 

Setelah itu tahun 2005 di laporkan lagi  hasilnya di SP 3.sedangkan obyek sudah di jual ke orang laindengan dasar  dan alat bukti yang sama yaitu bukti kwitansi palsu.padahal tanda tangan tersebut hasil leb asli.

 

 

Padahal putusan perdata sudah 3 kali sampai ke PK  ( Peninjauan Kembali ) dan putusannya pun di menangkan oleh terdakwa,.

Dari  perkara ini terdakwa Djie Kian Sioe harus bebas murni Hakim sebagai wakil tuhan harus jeli dan amanah serta adil dalam menyikapi perkara ini.*rhy

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest news

Oknum jaksa Mangkrakan Perkara Berkas P21 menjadi P19

Surabaya. Warnakota.com Kepastian hukum dan Keadilan Mulyanto Sampai saat ini Di ombang ambingkan oleh aparat...

Sudah 6 tahun lebih Suhartati Mencari Keadilan Atas Eksekusi Rumahnya

Surabaya. Warnakota.comSudah 6 tahun lebih Jeki Messakh dan Ir.Suhartati Messakh  Patty  mencari keadilan di muka bumi., namun keadilan...

Sidang Gugatan Perlawanan Hukum antara Advokat Belly V.S. Daniel Karamoy, dan kliennya Thie Butje Sutedja

Surabaya .warnakota.com Sidang Gugatan Perlawanan Hukum antara  pengacara (advokat) Belly V.S. Daniel Karamoy, S.H., M.H.,...

Ketua DKD Peradi Jatim Pieter Talaway dan Advokat Masbuhin Saling Membenarkan Argumentasinya Masing Masing

Surabaya. Warnakota.com Rupaya berita panas terkait  Mantan...
- Advertisement -

Tidak Konsisten PN Surabaya Terkait Perkara Eksekusi

Surabaya,warnakota.com  Pengadilan Negeri (PN) Surabaya terkesan tidak tegas soal pelaksanaan eksekusi lahan di Jalan...

Jaksa Perak, Eksekusi Buronan Kasus Kepabeanan Sempat Sembunyi

Surabaya,warnakota.com Pelarian Hasan Nur Effendi selama 5 tahun sejak dinyatakan bersalah oleh Mahkamah Agung...

Must read

Oknum jaksa Mangkrakan Perkara Berkas P21 menjadi P19

Surabaya. Warnakota.com Kepastian hukum dan...

Sudah 6 tahun lebih Suhartati Mencari Keadilan Atas Eksekusi Rumahnya

Surabaya. Warnakota.comSudah 6 tahun lebih Jeki Messakh dan...
- Advertisement -

You might also likeRELATED
Recommended to you