Hukum Kepentingan Publik Melawan Hak Keperdataan,Pemkot Surabaya Pasang Strategi.

Kepentingan Publik Melawan Hak Keperdataan,Pemkot Surabaya Pasang Strategi.

-

- Advertisment -

Surabaya,warnakota.com

Lagi lagi Pemkot Kota Surabaya  di gugat,Dimana salah satu aset tanah yang terletak di Jln Ambengan Surabaya.

Sidang Gugatan Perdata atas Kepemilikan tanah SDN Ketabang Surabaya.Kali ini beragendahkan Saksi dari Mantan Ketua Dinas Pendidikan Jawa Timur yaitu Harun.

Dalam Keterangannya di dalam fakta persidangan ,saksi Kali ini,  menjelaskan,bahwa beliau merupahkan Alumi SDN Ketabang I.Tempat Tinggal saksi dekat dengan sekolahnya yaitu di Jln Ketabang 61 Surabaya.

Saksi Harun mulai bersekolah tahun 1960 sampai 1967.dari mulai adik dan kakaknya alumi di SDN tersebut,menurut saksi tahu persis keadaan Sekolahan tersebut.

Sekolahan SDN Ketabang merupahkan sekolahan Tauladan dan punya  track record bagus pada jaman saksi  bersekolah,gurunyapun  sangat tauladan hingga sekarang.

 

Kepada hakim Sigit, Harun juga mengungkapkan, saat dia bersekolah dulu, SDN Ketabang I masih bernama  SDN Ambengan.  Namun, Harun tidak tahu persis kapan sekolah tersebut berganti nama.

 

“Saya juga belum pernah mendengar adanya masalah gugatan atas kepemilikan lahan SDN Ketabang. Tau adanya sengketa saat reuni 2 tahun lalu,” jelas  Harun.

 

Sekolah ini masuk kategori sekolah teladan, tamatan disana berkualitas. Sekolah ini sudah menghasilkan output luar biasa. Saya pribadi berharap SD ini tetap eksis. Jangan sampai ganti status atau lepas,” ujarnya.

 

Ketika ditanya bagaimana kondisi bangunan SDN Ketabang waktu itu, Harun yang menjadi saksi fakta mengakui adanya beberapa perubahan fisik, namun tidak signifikan,

 

“Dulu kondisi bangunanya sangat jelek, lantas dilakukan perbaikan dan renovasi, namun tidak signifikan. Dulu ada pohon beringinnya, sekarang tidak ada. Bangunan utama tetap sepertu dulu, cuma ada perubahan di pojok kiri. Soal luasnya saya anggap sama,” kata Harun.

 

Kepala Dinas Pengeloaan Bangunan dan Tanah Maria Theresia Ekawati Rahayu menjelaskan sejak 1948, tanah dan bangunan yang berada di SDN Ketabang I adalah milik Pemkot Surabaya.

Namun, pada awal 90 an, muncul HGB atas nama perorangan. Ketika pihak perorangan tersebut mengajukan perpanjangan pada 2012, oleh BPN diinformasikan bahwa itu asetnya Pemkot.

 

Pada 2012 tersebut, pihak perorangan (Setiawati Sutanto) ini menang di PTUN, Pemkot dan BPN dinyatakan kalah. Memasuki 2013, Pemkot menyatakan banding dan akhirnya di tingkat kasasi dimenangkan Pemkot.

 

Tak puas, lantas pihak Setiawati mengajukan peninjauan kembali (PK) di pengadilan dan hasilnya Pemkot dinyatakan kalah.

 

“Atas kekalahan tersebut, sejak tahun 2016 hingga saat ini, pemkot mengajukan gugatan perdata di Pengadilan Negeri Surabaya dan kasus ini masih terus diupayakan dan masih berjalan di PN,  kami akan cari lagi saksi fakta berikutnya untuk menguatkan posisi Pemkot Surabaya bahwa itu aset Pemkot,” kata Maria Theresia .

Menurut Kuasa Hukum Setyowati yaitu Nasir SH dan Ridwan SH,Selama bukti bukti yang di miliki Setiawati yaitu surat surat bukti pendukung, apalagi tanah tersebut tanah jaman belanda,sedangkan Pemkot sendiri Cuma punya data aset Negara.jelas Kuasa Hukum Setiawati.

Perlu di ketahui  dari sejarahnya,  Menurut  Ira ,SDN Ketabang sudah ada mulai tahun 1932. Di masa Pemerintahan Kolonial Belanda itu namanya ELS (Europeesche Lagere School) atau sekolah rendah. Setelah itu, tahun 1945 berubah menjadi sekolah rakyat (SR). Riwayat selanjutnya menjadi SDN Ambengan, kemudian berubah SDN Ketabang.

 

Pemkot menggugat karena tiba-tiba muncul Hak Guna Bangunan (HGB) atas nama Setyowati. Informasinya, tanah itu dibeli dari yayasan Petrus. Ketika tahun 2012 Setyowati mengajukan perpanjangan HGB, oleh BPN diinformasikan ada bangunan Pemkot. Dan di dalam HGB itu, disyaratkan diktum yang ketiga, kalau mau memperpanjang harus mengganti rugi bangunan yang di atasnya. “Akhirnya kita gugat,” tegasnya.

 

Ira menyatakan, selain SDN Ketabang, ada beberapa lahan yang juga mengalami sengketa. “SDN Bedul Merisi sudah dimenangi Pemkot. Kemudian SDN Gading sudah inkracht, Pemkot kalah,” terangnya. Untuk itu, lanjut dia, Pemkot tengah giat-giatnya menyertifikatkan semua aset.

 

“Semua sudah diinventarisir oleh Dinas Pengelolaan Bangunan Dan Tanah (DPBT) Surabaya untuk disertifikatkan. Semua aset, baik itu SD, kantor, maupun fasilitas umum lainnya,” pungkasnya.

 

Sebelumnya, Kepala Dinas Pengelolaan Bangunan dan Tanah, Maria Theresia Ekawati Rahayu, menjelaskan sejak 1948, tanah dan bangunan yang berada di SDN Ketabang I adalah milik Pemkot Surabaya. Namun, pada awal 90 an, muncul HGB atas nama perorangan. Ketika pihak perorangan tersebut mengajukan perpanjangan pada 2012, oleh BPN diinformasikan bahwa itu asetnya Pemkot. Pada 2012 tersebut, pihak perorangan (Setiawati Sutanto) ini menang di PTUN, Pemkot dan BPN dinyatakan kalah.

 

Memasuki 2013, Pemkot menyatakan banding dan akhirnya di tingkat kasasi dimenangkan Pemkot. Lantas, pihak Setiawati mengajukan peninjauan kembali (PK) di pengadilan dan Pemkot dinyatakan kalah. “Atas kekalahan tersebut, sejak tahun 2016 hingga saat ini, pemkot mengajukan gugatan perdata di Pengadilan Negeri Surabaya dan kasus ini masih terus diupayakan dan masih berjalan di PN,” jelas Maria Theresia *RHY

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest news

IKA Stikosa AWS, Gusdurian dan INTI Surabaya Bagikan 200 Menu Buka Puasa

Surabaya ,warnakota.com Banyak cara dilakukan untuk berbagi kebahagiaan di bulan...

Korem Baladhika Jaya Berkomitmen Bangun Generasi Berakhlak Mulia

        Kota Malang,- Korem 083/Baladhika Jaya berkomitmen untuk mencetak generasi...

Pemohon Renvoi Prosedur Dan Termohon Renvoi Prosedur Ajukan Argumentasi Hukum 

  Surabaya , warnakota.com Sidang lanjutan gugatan Renvoi Prosedur yang dimohonkan Cindro...

Keterangan Ahli Menguntungkan Bagi Pengugat , Pemberi Wasiat Bebas Nemberikan Wasiat Kepada Siapapun

Surabaya,warnakota.com Sidang Sengketa waris antara Harijana dan King Finder Wong...
- Advertisement -

Saya Tidak Pernah Bercerai Dengan Aprilia Okadjaja, Harijana Itu Cucu Keponakan 

Surabaya, warnakota.com Cerita keluarga bahagia dan harmonis meski sudah 28 tahun...

Bagaikan Minum Pil Pahit  Kapolrestabes Surabaya Terkait Oknum Anggotanya Terlibat Narkoba 

Surabaya,warnakota.com Pesta sabu di hotel tengah kota Surabaya, 5 oknum...

Must read

- Advertisement -

You might also likeRELATED
Recommended to you