Home Blog

Curi Listrik, PT. Cahaya Citra Alumindo Dihukum Denda 2 Milliar

0

Surabaya, warnakota

Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya akhirnya menjatuhkan vonis bersalah atas kasus pencurian listrik tegangan tinggi yang dilakukan PT. Cahaya Citra Alumindo, pabrik pembuatan sendok dan garpu dikawasan Damar Industri Margomulyo Surabaya.

Dalam amar putusannya, PT. Cahaya Citra Alumindo yang diwakili oleh Direktur Utama, Michael dihukum membayar denda sebesar Rp 2 milliar dengan subsider apabila tidak dibayar sejak putusan pengadilan dinyatakan inkracht, maka Kejaksaan dapat menyita aset yang dimiliki. Vonis ini sama dengan tuntutan yang diajukan Kejari Tanjung Perak sebelumnya. 

“Denda dibayar setelah putusan pengadilan mempunyai kekuatan hukum tetap dan apabila tidak dibayar maka Kejaksaan dapat menyita harta bendanya,” ujar ketua majelis hakim Anne Rusiana membacakan amar putusannya diruang sidang Garuda 2 PN Surabaya, Kamis (13/2/2020).

Terhadap putusan tersebut kuasa hukum PT. Cahaya Citra Alumindo, Rudolf Ferdinand Purba mengaku akan menempuh upaya hukum.

“Hari ini juga kami akan menyatakan banding,” katanya saat dikonfirmasi usai persidangan.

Diungkapkan Rudolf, Kliennya tidak pernah melakukan pencurian listrik. Ia menyebut klieny tidak pernah merusak maupun membongkar meter listrik.

“Karena kesalahan bukan di pihak kami atau perusahaan kami. Tetapi di tahap awal bukti, bukti-bukti mengerucut di PLN sendiri. Seperti gembok pada kwh  meter itu ternyata dibuka kunci dari PLN. Semua dari PLN, kami tidak memasang itu. Dan PLN berapa kali melakukan perubahan kwh berkali-kali. Selama kita tambah daya,” ungkapnya.

Sementara Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Tanjung Perak, Zulfikar mengaku masih menyatakan pikir-pikir.

“Kami masih laporkan dulu putusan ini ke pimpinan. Sementara masih pikir pikir dulu,” pungkasnya.

Diketahui, Kasus kejahatan korporasi pencurian listrik ini disidik oleh Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya .

Kasus pencurian listrik tegangan tinggi ini dilakukan PT. Cahaya Citra Alumindo sejak 3 Juni hingga 14 Oktober 2016. Modusnya, dengan menggunakan alat tenaga listrik untuk memanipulasi pengukuran listrik yang dijual ke UD. Cipta Karya, yang mengakibatkan PT. PLN (Persero) merugi Rp 13 miliar. 

Perusahaan yang berlokasi di Damar Industri  B 37-39 Margomulyo, Surabaya ini disangkakan melanggar pasal 51 ayat (3) juncto Pasal 55 UU RI huruf a UU RI No 30 Tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan.*rhy

Danmenarmed 1/PY/2 Kostrad Menghadiri Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-91

0

Kota Malang,- Danmenarmed 1/PY/2 Kostrad, Kolonel Arm Didik Harmono turut mengikuti berlangsungnya upacara peringatan hari Sumpah Pemuda ke-91 yang berlangsung di Lapangan Balai Kota Malang, Jawa Timur. Upacara tersebut, dipimpin langsung oleh Walikota Malang, Drs. H. Sutiaji.  

            Melalui sambutan Menpora, Sutiaji mengatakan jika peringatan hari Sumpah Pemuda merupakan momentum guna memperingati perjuangan maupun jasa-jasa para Pahlawan yang saat itu berjuang demi kemerdekaan Indonesia.

            “Bangun Pemuda, Satukan Indonesia. Pesan itu, mengajak pemuda dan pemudi Indonesia agar tetap berkomitmen menjaga Persatuan dan Kesatuan,” jelas Walikota Malang. Senin, 28 Oktober 2019.

            Senada, Kolonel Arm Didik Harmono mengapresiasi pelaksanaan upacara peringatan hari Sumpah Pemuda yang berlangsung di Lapangan Balai Kota Malang saat ini. Pasalnya, upacara yang digelar oleh pihak Pemkot itu, dinilai mampu dijadikan semangat oleh para pemuda di Kota Malang. “Upacaranya berlangsung dengan penuh khidmat. Apalagi, ketika menyanyikan lagu Indonesia Raya, para peserta upacara terlihat bersemangat,” ungkapnya.

Lesbi Tawuran DiVonis Dua Bulan 

0

Surabaya,warnakota.com

Pukul sesama lesbi (pencinta sejenis) hingga lebam, kedua terdakwa lesbi yaitu Reni Puspitasari dan Anita Fitria dihukum 2 bulan penjara oleh Ketua Majelis Hakim Widiarso diruang Tirta II, PN.Surabaya, Rabu (24/3/2021) secara online.


“Menjatuhkan pidana kepada para terdakwa  masing-masing selama dua bulan.Menetapkan masa penangkapan dan penahanan, dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan. Memerintahkan para terdakwa tetap berada dalam tahanan,” ujar hakim Widiarso.
Atas putusan tersebut hakim menilai bahwa para terdakwa terbukti bersalah dalam kasus pasal 170 ayat (1) KUHP tentang pengeroyokan.
Putusan hakim lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Anggraeni,SH dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya, sebelumnya menuntut pidana penjara 3 bulan.
Mendengar putusan hakim, para terdakwa menerimanya.
Diketahui, terdakwa Reni Puspitasari bersama dengan terdakwa Anita Fitria Novitasari, pada hari Rabu tanggal 25 November 2020 sekira jam 04.00 wib, bertempat di Warkop HK Jl. Gunungsari No. 53-B Surabaya.
Berawal terdakwa Anita Fitria yang hubungan asmaranya diputuskan oleh saksi Ratih Yulianti, yang kini saksi Ratih menjalin hubungan asmara dengan saksi korban Dewi Nilasari.
Terdakwa Reni merupakan kakak kandung saksi Ratih Yulianti, terdakwa Reni tidak senang kalau adiknya pacaran dengan saksi korban Dewi Nilasari.
Saat pertemuan di hari Rabu 25 Novermber 2020 jam 3 pagi, terdakwa Reni mengajak ketemuan dengan saksi korban di Warkop HK, dengan maksud saksi korban disuruh menjelaskan hubungan asmara korban dengan adik terdakwa Reni yakni saksi Ratih Yulianti.
Setibanya di Warkop HK saksi korban Dewi Nilasari, tiba-tiba terdakwa Reni Puspitasari dan terdakwa Anita Fitria Novitasari langsung memukul saksi korban menggunakan kepalan tangan kanan mengenai pipi kiri dan wajah saksi korban. Mengakibatkan saksi korban mengalami luka memar hingga berdarah dibagian wajah.*red

Diduga Sentra Kuliner Urip Sumorjo Dibuat Ajang Pungli Langgar Perwali nomor 78 Tahun 2016

0

Surabaya ,warnakota.com
Diduga pelanggaran terhadap aturan yang ada di dalam Dinas koperasi Perwali nomor 78 tahun 2016 yang menaungi Sentra Kuliner dikawasan kota Surabaya.

Dugaan Indikasi perbuatan melawan hukum menyangkut para pedagang pemilik atau  pengguna Stand yang seharusnya kita bantu bukan mengambil keuntungan dari mereka.

Menurut inisial (AS) seorang pedagang yang menyewa stand no13 untuk berjualan di Sentra Kuliner Jl.Urip Sumoharjo . 

Dengan persyartan harus membayar sekali selama Enam Bulan dengan biaya sebesar Rp 1.800.000 . ” Maaf tetapi saya hanya memberi DP Rp. 500.000 beberapa hari kemudian saya lunasi dan itu juga tertulis di Kwitansi Pembayaran pelunasan Rp.1800.000 sayang kwitansi tidak di berikan akan tetapi di foto dan dikirimkan lewat hp Saya “, ujar AS

Dalam kwitansi tertulis menerangkan pembayaran sebesar Rp.1.800.000,- berkisar waktu diantara bulan Januari sampai dengan Bulan Juni dengan ukuran stand 1,5×2 meter.

 Dan untuk penerangan listrik , PDAM dan SKRD , termasuk kebersihan kewajiban kita pedagang membayar setiap bulannya .

Hanya satu bulan (AS) berjualan setelah itu jatuh sakit tidak bisa  berjualan lagi , tetapi dia tetap berkomunikasi pada pengurus atau pengelola sentra Kuliner,  setelah sembuh (AS) ingin berjualan lagi mengingat masih ada masa tempo sewanya ketika akan membersihkan  kiosnya di kuliner (AS) kaget ternyata kios  yang di sewa (AS) sudah ditempati atau dipindah tangankan ke orang lain tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.

Lantaran masa kontra masih ada sampai bulan Juni (AS) tidak terima Karena masih ingin  berjualan di Stand no.13 yang dia sewa, ujarnya. 

Sementara pihak dinas Koperasi saat di konfirmasi Syaifudin staf Dinas koperasi menyampaikan tidakan tersebut salah dan menyalahi aturan, namun dalam hal ini kita akan menyelesaikan dan  menindak lanjuti dan ini masih dirapatkan.

Karena dalam aturan dinas koperasi terkait kuliner untuk penarikan retribusi itu dilihat dari luas kios yang ditempati, kalau kios di Urip Sumoharjo  retribusinya( SKRD ) Rp. 60.000  perbulan dan ada pihak Koperasi yang akan datang menagihnya itupun ada tanda bukti pembayaran dari Dinas koperasi.

Kalau memang tarikan melebihi dari aturan itu sudah menyalahi aturan Perwali .ujar syaifudin  pada wartawan.

Hingga berita ini di naikan pihak ketua pengelolah kuliner Urip Sumoharjo belum dikonfirmasi.*rhy

Wooo,,,Baru Tahu Kalau Rumah YKP  Harus Diberikan Kepada Masyarakat 

0

Surabaya,warnakota.com

Pengurus baru Yayasan Kas Pembangunan (YKP) Kota Surabaya, Ketua Pembina yaitu Ir. Hendro Gunawan Hoesni, MA yang juga merangkap sebagai Sekretaris Pemerintah Kota Surabaya, menjabat 15 Oktober 2020. Wali Kota Surabaya dan DPRD Kota Surabaya sebagai Pendiri.

Perubahan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (ADART) YKP Kota Surabaya terbaru ini dibawa ke notaris Margaretha Dyanawaty S.H, yang sebelumnya tahun 2002 dan tahun 2004, kedudukan notaris yaitu Untung Darnosoewirjo S.H, dengan kekayaan modal Rp 104.745.000.000.

Meskipun selalu berubah-berubah Pembina, Pengurus dan Pengawas, namun dalam arsip Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum, Kementerian Hukum dan HAM (Ditjen AHU Kemenkumham) maksud dan tujuan masih mendasar tahun akta no 83 tahun 2002 dan akta no 72 tahun 2004, yaitu:

Sosial

Lembaga formal dan nonformal

Panti Asuhan, Panti Jompo dan Panti Wreda

Rumah Sakit, Poliklinik, dan Laboratorium

Pembinaan Olahraga

Penelitian di bidang Ilmu Pengetahuan

Studi banding

Kemanusiaan

Memberi bantuan kepada korban bencana alam

Memberikan bantuan kepada pengungsi akibat perang

Memberi bantuan kepada tuna wisma, fakir miskin, dan gelandangan

Memberikan dan menyelenggarakan rumah singgah dan duka

Memberikan perlindungan konsumen

Melestarikan lingkungan hidup

Keagamaan

Mendirikan sarana ibadah

Menyelenggarakan pondok pesantren dan madrasah

Menerima dan menyalurkan amal zakat, infaq, dan sedekah

Meningkatkan pemahaman keagamaan

Melaksanakan syiar keagamaan.

Perubahaan ADART ini juga disebut oleh Ketua Pengurus YKP Kota Surabaya yaitu Maria Theresia Ekawati Rahayu, yang merangkap Kepala Dinas Pengelolaan Bangunan dan Tanah Pemkot Surabaya. Menurutnya, pada saat hearing YKP di Komisi A DPRD Kota Surabaya, Senin (12/4/2021) kemarin, pihak Kejaksaan Tinggi Jawa Timur (Kejati Jatim) tahun 2019 lalu hanya melakukan penyerahan pengurus lama YKP ke pengurus baru, bukan lainnya.

“Kejati Jatim saat itu hanya melakukan penyerahan pengurus lama YKP ke pengurus baru,” kata Maria Theresia Ekawati Rahayu, jika selama ini pengurus lama tidak memberikan laporan pertanggungjawaban ke pengurus baru.

Sementara, Penasihat Hukum Gerakan Putra Daerah (GPD) Danny Wijaya SH melihat ADART YKP Kota Surabaya semakin yakin, jika rumah-rumah atau perumahan yang didanai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Surabaya, ini diberikan secara kemanusiaan untuk masyarakat khususnya warga Surabaya yang tidak punya rumah.

“Kalau melihat ADART YKP Kota Surabaya, kami semakin yakin jika rumah-rumah atau perumahan diberikan, bukan untuk dijual belikan,” tegas Danny Wijaya SH, Sabtu (17/4/2021).

Pernyataan tersebut juga pernah terlontar dari Darmantoko, salah satu saksi GPD yang menggugat Kejati Jatim, perkara nomor 1120/Pdt.G/2020/PN Sby, di Ruang Sari 1 Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Selasa (23/3/2021) lalu. Menurutnya, ADART YKP Kota Surabaya bergerak di bidang sosial, agama dan kemanusiaan. “Yayasan itu setahu saya untuk orang gila, gelandang ataupun fakir miskin dan sebagainya. Kalau ini Yayasan jualan rumah,” jelasnya.red

Terdakwa  Venansius Diduga Kebal Hukum Akhirnya Ditahan Oleh Kejaksaan Negeri Surabaya

0

Surabaya, warnakota.com
Surabaya,Terdakwa  Venansius Niek Widodo dikabarkan kembali ditahan atas kasus penipuan dan penggelapan, kongsi bisnis nikel di Kabaena, Sulawesi Tenggara.

Saat dikonfirmasi Kasipidum Kejaksaan Negeri Surabaya, Fariman Issandi Siregar membenarkan hal tersebut.

“Iya benar, kemarin (Kamis 15/4/21) penyerahan tsk (tersangka) dan bb (barang bukti) atas nama tsk Venansius,” terang Fariman melalui pesan di applikasi Whats App, Jumat (16/4/2021) siang.

Fariman juga membenarkan bahwa perkar tersebut dilaporkan di Bareskrim Mabes Polri.

“Perkara berasal dari Bareskrim Mabes Polri. Saat ini dilakukan penahanan rutan selama 20 hari kedepan di rutan Polrestabes Surabaya,” pungkasnya.

Perlu diketahui, Penahanan tersebut merupakan tahap II dari Laporan Polisi (LP) atas nama Pelapor Rudy Effendy dengan nomor, LP/B/197/II/2019/BARESKRIM tanggal 13 Februari 2019.
Rudy Effendy merupakan salah satu korban penipuan usaha nikel di Kabaena, Sulawesi Tenggara.

Sebelumnya pada perkara nomor 3546/Pid.B/2018/PN Sby tanggal 12 Desembef 2018 silam, Venansius juga dilaporkan dengan kasus pemalsuan dan penipuan. Namun ia hanya divonis inkracht 5 bulan penjara oleh Pengadilan Negeri (PN) atas kasus yang merugikan korbanya hingga ratusan miliyar.

Saat ini Venansius Niek Widodo sedang menghadapi dua perkara lagi yang belum selesai di PN Surabaya yakni perkara Nomor 2482/Pid.B/2020/PN Sby tanggal 9 November 2020 dengan korban Tjen Dedi Winata Chandra senilai Rp 27.037.500.000 dan perkara No 20/Pid.B/2021/PN.Sby tanggal 11 Juni 2021 dengan korban Soewondo Basuki senilai Rp 63.500.000.000. * Red/ dilangsir Berita Lima.com

Hakim Cantik Manjakan Residivis Penipuan dan Penggelapan terdakwa Venansius tidak ditahan

0

Surabaya, warnakota.com

 Sidang Terbuka terkait  perkara dugaan penipuan 63 milliar yang dilakukan oleh terdakwa Venansius dengan korbannya Soewondo.

Dalam persidangan yang digelar di R Candra beragendakan   mendengar keterangan dua saksi, yang dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum Yusuf Akbar SH dari kejari  Tanjung Perak Surabaya.

Dihadapan Hakim Cantik Ni Putu Purnami kedua saksi diantaranya  Anggun dan  Ciolan katoria ( cik ria ) .

Keterangan saksi Anggun pernah bekerja di pak Wondo di Cemara Sewu sejak 2012 s/d 2019 ,saksi tidak kenal dengan terdakwa yang bernama venansius namun saksi pernah kirim cek berkali kali ke venansius melalui rekening BCA.

Ketika ditanya jaksa Yusuf berapa nilai nominal yang sudah dikirimkan kerening terdakwa Venansius,saksi lupa tetapi setiap pengiriman kerekening Venansius nilainya milliaran rupiah ” jelas Anggun.

Lanjut Anggun , bahwa pak Soewondo pernah mengeluh kepada saksi ,bahwa uangnya ditipu temannya sendiri yakni terdakwa Venansius ” jelas saksi.

Sementara keterangan  saksi Ciolan katoria atau dipanggil ( cik Ria ) dirinya pernah bekerja di PT MMM waktu itu hanya kegiatan pencatatan  saja belum ada aktifitas , saksi dikenalkan oleh  pak Hermanto kepada Soewondo yang berkantor dikawasan dharmahusada surabaya, setahui saksi PT MMM itu  milik 4 orang dan setahu saksi  PT tersebut bergerak di bidang tambang nikel di luar Jawa.

Munurut saksi terkait  BL itu bukti pengantaran nikel melalui kapal.

Saksi dapat data dari email visncentius , Dan peran venansius bagian operasional dilapangan, semua 

 yang memberikan  tugas semuanya adalah pak Hermanto ” jelas cik ria.

Ketika majelis hakim Nimade Purnami meminta tanggapan dari  kedua saksi yang dihadirkan , bagaimana terdakwa ?

Menurut terdakwa yang mantan terpidana dan tidak dilakukan penahanan oleh hakim ini ,bahwa dirinya tidak mengenal dengan saksi Anggun dan saksi cik Ria dia mengenalnya ” jelas terdakwa.

Setelah itu 

Sidang akan dilanjutkan pekan depan dengan mendengarkan keterangan saksi yang akan dihadirkan oleh JPU * red

Sidang Keabsahan Wasiat Terkait Harta Peninggalan, Aprilia Okadjaja

0

Surabaya,warnakota.com
Pengadilan Negeri (PN) Surabaya kembali menggelar sidang perebutan harta peninggalan dari (Alm) Aprilia Okadjaja antara King Finder Wong melawan Harijana.

Persidangan kali ini memasuki agenda mendengar keterangan saksi fakta dari pihak tergugat, yang dalam hal ini adalah Harijana.

Hadir sebagai saksi fakta Nuryati, seorang perawat yang pernah tinggal serumah dengan Aprilia Okadjaja

Dalam keterangannya sebagai saksi fakta Nuryati menyampaikan bahwa suami Aprilia Okadjaja berkewarnegaraan Brunai. Selain itu ia menyampaikan bahwa saudara kandung Aprilia Okadjaja ada lima orang. “Empat berkewarnegaraan Amerika dan satu warga negara Indonesia,” ungkap Nuryati di ruang sidang Kartika 1 Pengadilan Negeri (PN) Surabaya.

Sejak tahun berapa Suami Aprilia berdomisili di Brunai,? Tanya Penasehat hukum King Finder Wong. “Tidak tahu Pak, setahu saya sejak tahun 1997 dia keluar masuk ke Brunai,” jawab Nuryati.

Saksi Nuryati juga menjelaskan semasa hidupnya hubungan Aprilia dengan suaminya cukup harmonis, selalu bersama. “Suami ibu Aprilia pulang ke Surabaya dua kali dalam setahun. Selalu tidur bersama dalam satu kamar. Kalau pulang ke Surabaya cukup lama bisa dua bulan,” jelasnya.

Ditanya tim penasehat hukum Harijana, apakah saudara-saudarany juga sering datang kerumah ibu Aprilia di Jalan Margorejo,? “Ya, dua kali dalam setahun, mereka gantian datang,” jawabnya.

Ditanya lagi apakah Ibu Aprilia kerap berkomunikasi dengan saudara-saudaranya,? “Setiap hari video call,” jawab saksi Nuryati yang juga pernah merawat almarhum Agung Okadjaja dan

Selesai sidang Yafet Kurniawan mewakili Harijana mengaku cukup puas sudah menghadirkan saksi Nuryati sebagai saksi fakta. Kata Yafet, saksi Nuryati adalah seorang perawat yang pernah merawat Agung Okadjaja dan Ibu Nita, orang tua dari Aprilia Okadjaja. “Hubungan ibu Aprilia dengan suaminya Ing Tjung selalu harmonis. Kalau dia tidak datang sewaktu pemakaman Aprilia dikarenakan adanya kebijakan pemerintah terkait pandemi Covid-19 yang melarang orang berusia lanjut pergi ke luar negeri. Meski sebenarnya dia ingin,” katanya di PN Surabaya.

Kepada awak media Yafet juga menjelaskan bahwa sampai akhir hayatnya Ibu Aprilia tidak pernah memberikan wasiat kepada King Finder. “Tapi justru dia (Aprilia Okadjaja) memberikan kepada Klien kami Harijana,” tutupnya.

Diketahui, King Finder Wong nekad menggugat Harijana karena ingin menguasai harta waris tinggalan (Alm) Aprilia Okadjaja yang sekarang sudah meninggal dunia.

King Finder Wong bulat menggugat Harijana akibat surat somasinya 001020/SP.I RSAN/X/2020 tertanggal 26 Oktober 2020 tidak digubris sama sekali.

Namun, King Finder Wong tidak tahu kalau Harijana dan (Alm) Aprilia Okadjaja, sejak 1992 sangat begitu dekat, bahkan orangtua dari (Alm) Aprilia Okadjaja mengangkat Harijana secara lisan sebagai adik dari (Alm) Aprilia Okadjaja.

Diketahui pula bahwa Harijana dan (Alm) Aprilia Okadjaja pada 22 Desember 2009 pernah mendirikan perusahaan PT ALIMJ berdasarkan Akta Pendirian Perusahaan Nomor 35 di Notaris Tri Avianti Merpatiningsih SH dengan SK pengesahan AHU-03699.AH.01.02 Tahun 2010.

Di PT ALIMJ tersebut Harijana sebagai Komisaris sedangkan (Alm) Aprilia Okadjaja menjabat sebagai Direktur Utamanya. *rhy

Rumah Janda Dilalap Si Jago Merah

0

Surabaya,warnakota.com
Peristiwa kebakaran terjadi di Jalan Dukuh Mbulak Banteng Sekolahan RT 03, RW 01 , pukul 21 :10 wib Surabaya. Satu rumah ludes dilalap si jago merah , beruntung tidak sempat merembet kerumah warga lainnya.Senin ( 11 April 2021 )

Sementara tidak ada korban, hanya kerugian ratusan juta , pada saat kejadian rumah dalam keadaan kosong Karena seluruh penghuninya sedang berada diluar rumah.

Menurut Basir ( 28 ) selaku warga sekitar mengatakan , rumah itu kosong Karena istrinya Simon sedang ke desa , sedangkan anaknya Rani pergi ke Madura , kebakaran terjadi pukul 21.10 WIb . Saat kebakaran terdengar bunyi ledakan , Karena Bu Sumon sejak meninggalnya suaminya Ia berjualan sembako dan LPG.ujar Basir pada wartawan.

Saat kejadian warga langsung berkerumun di lokasi kejadian , sempat hanya mengandalkan ember saja untuk memadamkan api, sambil menunggu mobil PMK datang.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut , lantaran pada saat kejadian rumah kondisi kosong ditinggal pemiliknya , Simon ( janda )sedang berpergian .bersyukur api bisa padam 30 menit dengan 7 Mobil PMK. * red

Terdakwa David Memohon Untuk Dihadirkan Ke Persidangan

0

Surabaya ,warnakota.com
Sidang perkara Penipuan dan atau Penggelapan yang mendudukan terdakwa David Handoko, kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya .

Terdakwa menolak diperiksa sebagai Terdakwa secara virtual. Dia meminta didatangkan ke ruang sidang agar lebih jelas menyampaikan fakta yang belum tersampaikan.

Kepada Hj. Widarti dan dua hakim anggota lainnya Handoko mengatakan alasannya, mengapa ia menolak untuk diperiksa dan dimintai keterangannya.

“Yang mulia, hari ini saya menolak untuk disidangkan. Saya mohon, tolong Yang Mulia, hadirkan saya pada persidangan ini,” ujar David Handoko, Senin (12/4/2021).

“ Saya ingin mengungkapkan semuanya Yang Mulia, lanjut terdakwa David Handoko. Dengan tidak dihadirkannya saya di persidangan ini, saya tidak bisa menjelaskan apa yang terjadi pada diri saya,” lanjutnya.

Atas permintaan Terdakwa, majelis hakimpun meminta tanggapan Jaksa Winarko dan menurut jaksa dari Kejati Jatim ini menyatakan bahwa ia sudah berkoordinasi dengan pihak Polda Jatim. Namun berhubung situasi saat ini sedang pandemi, maka persidangan hanya bisa dilakukan secara virtual.

Terdakwa David Handoko pun mengajukan tanggapannya atas pernyataan Jaksa Winarko ini. Terdakwa David Handoko kemudian menginformasikan kepada majelis hakim, bahwa minggu lalu ada terdakwa yang saat ini juga sama-sama ditahan di Polda Jatim, namun bisa didatangkan ke pengadilan untuk didengar kesaksiannya.

Pada kesempatan ini, Yudi Wibowo Sukinto ikut bereaksi dan langsung melayangkan kritik pedas kepada jaksa. Dengan tegas Yudi mengatakan bahwa ada indikasi jika jaksa nampaknya sengaja tidak mau menghadirkan terdakwa David Handoko.

“Jika jaksa tetap tidak mau menghadirkan terdakwa dan memaksa supaya perkara ini disidangkan secara virtual, berarti ada apa-apa dengan jaksa,” pungkas Yudi.

Namun Jaksa Winarko menolak anggapan Yudi Wibowo ini. Jaksa Winarko kemudian menjelaskan, bahwa pihak Polda Jatim berpesan jangan sampai ada yang terpapar Covid 19 jika terdakwa David Handoko harus dihadirkan dimuka persidangan secara offline.

“Kita tidak tahu, siapa yang membawa virus ini. Jangan sampai terdakwa yang membawa virus ini, atau malah terdakwa yang akan terpapar virus ini,” jelas Winarko.

Usai mendengar penjelasan Jaksa Winarko ini, majelis hakim kemudian berdiskusi sejenak.

Hakim I Ketut Suarta, hakim anggota kemudian mempertanyakan sikap jaksa yang tidak menginformasikan ke majelis hakim, bagaimana hasil koordinasinya dengan pihak Polda Jatim, terkait ijin untuk terdakwa David Handoko, untuk mengikuti persidangan.

“Kami sudah berdiskusi, agar penuntut umum memberi informasi kepada majelis, tentang bagaimana hasil koordinasinya dengan pihak Polda Jatim,” ujar hakim I Ketut Suarta.

Jaksa, lanjut hakim Ketut Suarta, juga harus menerangkan alasannya, mengapa terdakwa tidak bisa dihadirkan atau membawa ke persidangan secara offline.

Apabila jaksa sudah berkoordinasi dengan pihak polda, lanjut Ketut Suarta, majelis minta surat koordinasi itu dilampirkan, supaya majelis tahu kewenangan dari polda mengapa tidak memberikan ijin membawa terdakwa ke persidangan offline.

Melihat itikad jaksa Winarko yang tidak memberikan informasi apa-apa kepada majelis hakim terkait bagaimana koordinasinya dengan Polda Jatim, termasuk dengan bagian tahanan Polda Jatim, hakim Widarti kemudian memerintahkan penuntut umum untuk melayangkan surat ijin ke Polda Jatim. Bagaimana hasilnya, secara tegas hakim Widarti mengatakan bahwa nantinya hakim yang akan mengambil sikap.

“Saat ini, majelis hakim perintahkan, kepada penuntut umum untuk berkoordinasi dengan Polda Jatim, supaya bisa menghadirkan terdakwa pada persidangan offline mendatang,” perintah hakim Widarti.

Hasilnya seperti apa, lanjut hakim Widarti, jaksa harus melaporkannya ke majelis hakim supaya majelis hakim bisa mengambil sikap.

Lebih lanjut Hakim Widarti menjelaskan, sikap yang akan diambil majelis hakim nantinya itu adalah apakah persidangan ini tetap akan digelar secara virtual ataukah akan digelar secara offline dengan mendudukkan David Handoko di kursi terdakwa.

Hakim Widarti juga mengatakan, majelis hakim yang memeriksa perkara ini menginginkan semuanya transparan. Kepada terdakwa David Handoko hakim Widarti juga berpesan agar terdakwa tunduk dan patuh atas putusan yang diambil majelis hakim nantinya, jika surat koordinasi jaksa dengan pihak polda sudah dilaporkan jaksa kepada majelis hakim.

Setelah memberikan penjelasan panjang lebar baik kepada terdakwa David Handoko yang berada diruang penyidik Polda Jatim maupun kepada Jaksa Winarko, Hakim Widarti kemudian mengetuk palu tanda persidangan selesai dan ditunda hingga tanggal 21 April 2021.

Ditemui usai persidangan, Yudi Wibowo Sukinto, salah satu penasehat hukum terdakwa David Handoko memberikan tanggapannya.

Lebih lanjut Yudi mengatakan, bahwa benar pada persidangan minggu lalu, ada terdakwa yang saat ini juga ditahan di Polda Jatim, bisa dihadirkan ke muka persidangan.

“Temannya David Handoko ada dua orang, saat ini juga ditahan di Polda Jatim namun bisa dihadirkan ke persidangan. Kalau dia bisa, mengapa saya tidak bisa,” ujar Yudi Wibowo menirukan penuturan David Handoko.

Kehadiran David Handoko ke persidangan, lanjut Yudi, untuk menjelaskan hal-hal yang sangat penting sekali.

“Tapi jaksanya, hanya berkirim surat supaya terdakwa bisa disidangkan secara virtual saja. Aada kesengajaan dari jaksa untuk tidak menghadirkan terdakwa ke persidangan. Perkara ini makin terlihat direkayasa,” ungkap Yudi.

Rekayasa yang dimaksud Yudi ini adalah terkait angka-angka yang jumlahnya hingga milyaran rupiah sehingga dengan angka itu dipakai dasar untuk melaporkan David Handoko ke polisi.

“Angka-angkanya tidak dimasukkan semua. Jika angkanya dimasukkan semua, tidak mungkin David ditahan,” ujar Yudi.

Angka Rp. 25 miliar itu jika dimasukkan semua, lanjut Yudi, tidak bisa seperti itu sebab ada uang terdakwa David juga tidak dimasukkan. Jika uang terdakwa David Handoko sebesar Rp. 21 miliar dimasukkan, tidak mungkin ada yang digelapkan terdakwa.

Kehadiran terdakwa, menurut Yudi, sangat penting. Hanya David yang bisa jelaskan, uangnya yang lebih berapa, yang kurang berapa. Saat ini, ada beberapa nilai yang sengaja disimpan atau disembunyikan jaksa. Kalau persidangan virtual, terdakwa tidak mungkin bisa menjelaskannya. *red

Ahli Waris Kamiso Akhirnya Bernafas Lega Dari Belenggu Mafia Tanah

0

Surabaya,warnakota.com
Selama Puluhan tahun berjuang menjadi korban Mafia tanah Aprilia akhirnya bernafas lega dan membuahkan hasil

Tanah yang seluas 640 meter persegi akhirnya mendapatkan hak atas tanah tersebut berdasarkan Putusan pada tanggal 13 Oktober 2020 tertanggal Pengadilan PTUN dan Kasasi Tun dengan Nomor 437 KITUN/KI2020 dari Mahkamah Agung yang memeriksa perkara tata usaha negara pada tingkat kasasi telah memutus
sebagai berikut dalam perkara:
Lurah Panjang Jiwo, tempat kedudukan di Jalan Raya Saronojiwo Nomor 45 Surabaya.

Menimbang, bahwa gugatan tersebut ditolak oleh Pengadilan Tata Usaha Negara Surabaya dengan Putusan Nomor 19/G/KI/2020/PTUN.SBY.,

Putusan ini, Pemohon Kasasi meminta agar

  1. Menerima Permohonan Kasasi Pemohon Kasasi | Pemohon
  2. Membatalkan Putusan Pengadilan Tata Usaha Negara Suraba
    Nomor 19/G/KI/2020 / PTUN.SBY;

Bahwa Pemohon Informasi beralasan hukum untuk memohon
informasi publik kepada lurah Panjangjiwo Kecamatan Trenggilis
Mejoyo Surabaya in casu (Termohon Informasi) karena sebagai cucu
kandung dari Kamiso secara hukum memiliki hak waris atas harta peninggalan orang tuanya, dan terhadap hal ini Pemohon Informasi
memiliki kepentingan hukum untuk membuktikan apakah tanah yang
dimaksud dalam Buku C Kelurahan Panjangjiwo Nomor 147 Persil
Nomor 2. Klas D-1 luas 640 m² tercatat atas nama Mohamad Soleh
adalah benar milik orang tua Termohon Keberatan, dengan demikian.

Mengadili menolak permohonan kasasi dari pemohon kasasi lurah panjang jiwo dan menghukum pemohon kasasi membayar biaya perkara pada tingkat kasasi sejumlah Rp 500 Ribuh.

Melalui kuasa Hukumnya Belly V.S. Daniel Karamoy S.H.M.H & Patner mendatangi Lokasi memasang Plang nama yang memastikan bahwa tanah tersebut milik Kamiso.

Sementara menurut Aprilia mengaku senang karena PTUN memberikan keputusan yang adil pada dirinya Atas kepemilikan tanah tersebut yang sudah puluhan tahun Ia memperjuangkan bersama keluarganya.

Dengan adanya putusan PTUN dan dikuatkan dengan hasil putusan Kasasi Tun, rencananya tanah tersebut akan segera ditingkatkan menjadi hak milik agar tidak ada lagi orang yang mengaku ngaku, Ujar Aprilia pada wartawan.

Sementara menurut Kuasa hukum Belly menyampaikan,” kita membantu masyarakat yang sekiranya di Dolimi para Koporasi mafia tanah berpuluh puluh tahun pemilik atau ahli waris dari Kamiso tidak bisa memiliki.

Akhirnya kita menelusuri data data yang ada sampai tembus putusan PTUN tahun 2020 yang menyatakan bahwa tanah ini adalah milik Kamiso.

Sedangkan pihak Kelurahan Panjang Jiwo setelah kita koordinasi dan diberitahu sepertinya menutup nutupi akhirnya pihak kelurahan Panjang Jiwo angkat bicara ” Silakan pasang plang atau ditempati pihak kelurahan tidak bertanggung jawab, ujar Belly.

Masih menurut Belly , putusan ini sudah inkra dari Administrasi Kelurahan Panjang Jiwo terhadap Buku C Kelurahan Panjangjiwo Nomor 147 Persil
Nomor 2. Klas D-1 luas 640 m² yang selama ini dibuat ribet oleh Kelurahan.

Jika ada yang merusak plang ini, akan berurusan dengan hukum. untuk Langka selanjutnya kami ingin meningkatkan dari Petok Ke SHM.

Dengan demikian
khusunya kami akan memberantas mafia tanah di Jawa Timur khususnya di Surbaya, contoh kecil perkara ini merupakan korban dari Koporasi Mafia tanah yang tidak bertanggung jawab , ujar Belly V.S.Daniel Karamoy S.H.M.H & Partner.*Rhy

Kejaksaan Negeri Surabaya Dan Kejaksaan Negeri Tanjung perak Bersatu Dalam Sinergitas

0

Surabaya,warnakota.com
kejaksaan negeri.surabaya
Bertempat di ruang kerja Kajari
Surabaya didampingi kasi Intelijen
dan kasi Datun pada hari Selasa
tanggal 6 April 2021.

Menerima kunjungan kajari Tanjung Perak diantaranya . I ketut kasna Dedi selaku Kejari Tanjung Perak beserta para kasi dan Kasubbagbin Kejari Tanjung Perak.

Kunjungan tersebut merupakan silaturahmi setelah Kajari Tanjung
Perak dilantik pada bulan Maret lalu.
Kajari Surabaya Anton Delianto SH,M.H menyampaikan
ucapan terima kasih atas kunjungan
tersebut dan berharap sinergitas
antara Kejari Surabaya dan kejari
Tanjung Perak yang berada di wilayah
administrasi yang sama dapat
berjalan dengan baik.ucapnya.* red

- Advertisement -

Latest article

Lesbi Tawuran DiVonis Dua Bulan 

0
Surabaya,warnakota.com Pukul sesama lesbi (pencinta sejenis) hingga lebam, kedua terdakwa lesbi yaitu Reni Puspitasari dan Anita Fitria dihukum 2...

Diduga Sentra Kuliner Urip Sumorjo Dibuat Ajang Pungli Langgar Perwali nomor 78 Tahun 2016

0
Surabaya ,warnakota.comDiduga pelanggaran terhadap aturan yang ada di dalam Dinas koperasi Perwali nomor 78 tahun 2016 yang menaungi Sentra Kuliner dikawasan kota...

Wooo,,,Baru Tahu Kalau Rumah YKP  Harus Diberikan Kepada Masyarakat 

0
Surabaya,warnakota.com Pengurus baru Yayasan Kas Pembangunan (YKP) Kota Surabaya, Ketua Pembina yaitu Ir. Hendro Gunawan...