Hukum Kehadiran Dua Saksi Meringankan Terdakwa Agus Setiawan Jong

Kehadiran Dua Saksi Meringankan Terdakwa Agus Setiawan Jong

-

- Advertisment -

Surabaya Warnaakota.com

Sidang Perkara Jasmas yang Mendudukan Terdakwa Agus Setiawan Jong Di Kursi Pesakitan . Sidang kali ini Beragenda Saksi yang di hadirkan oleh Kuasa Hukum Terdakwa. Dua orang saksi selaku penerima hibah pemkot Surabaya tahun anggaran 2016 berupa Jasmas .

Dua orang saksi tersebut antara lain Fathorrahman Ketua Lembaga RT 20 RW 04 dan Karjani Ketua Lembaga RT 24 RW 04 Kelurahan Tanah Kali Kedinding, Surabaya. Saksi Fathorrahman yang dimintai keterangan pertama kali dipersidangan menyatakan, Barang-barang jasmas yang disuplai oleh Agus Setiawan Jong ternyata memiliki garansi. Apabila terdapat barang yang rusak atau tidak sesuai permintaan, Barang tersebut bakal diganti dengan barang yang baru. “Masalah las – lasan [terop] ada yang lepas, saya waktu itu kembalikan ke pak agus, setelah beberapa hari diganti baru.”terang Fathorrahman, pada majelis hakim pimpinan Rakhmad. Selain terop, saksi juga mengatakan ada beberapa kursi yang diganti baru oleh Agus Setiawan Jong, karena dikomplain oleh penerima hibah. “Kursi juga diganti baru”imbuhnya. Didalam pengajuan dana hibah tersebut, para saksi mengakui menandatangani sendiri proposal yang mereka ajukan pada Pemkot Surabaya. “Pengajuan Rp. 55 Juta, yang di ACC [Pemkot] Rp. 49 Juta.”papar Fathorrahman. Dari nilai dana hibah yang cair itu, mereka kemudian membelanjakan uang tersebut sesuai dengan barang-barang yang tercantum didalam proposal pengajuan dana hibah. “Isi pengajuan seperti unit terop ukuran 3 x 6 meter, terus seratus biji kursi plastik, 50 meja plastik, 20 meja lipat besi serta sound syistem lengkap”terangnya. Saksi juga menjelaskan, barang barang Jasmas yang disuplai oleh Agus Setiawan Jong, jumlah, spesifikasi dan ukurannya sama, tidak kurang tidak lebih. Dengan adanya barang-barang itu, Para saksi pada intinya bersukur, Karena hingga saat ini masih dimanfaatkan oleh warga. “Manfaatnya banyak sekali, barusan ini di pakai [sarana] pemilu, dan juga digunakan untuk warga yang kesusahan. Jadi Manfaatnya banyak sekali.”imbuh Faturrohman yang diamini oleh Saksi Karjani. Mendengar keterangan Saksi, majelis hakim memberikan kesempatam pada Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk melontarkan pertanyaan. Namun, Tak satupun ada jaksa yang melontarkan pertanyaan, mereka seoalah tercengang dengan keterangan saksi. “Tidak ada majelis.”kata JPU Dimaz Atmadi pada hakim ketua Rakhmad. Sementara, Kuasa hukum Agus Setiawan Jong (ASJ), Hermawan Benhard Manurung SH Menyatakan, apa yang disampaikan oleh saksi dipersidangan itu setidaknya membuka fakta baru yang selama ini belum terungkap. “Jadi jelas tidak ada barang yang fiktif, semua menerima bahkan klien kami memberikan garansi full apa bila ada yang komplain”. Tandas Benhard.

Seperti diketahui, Agus Setiawan Jong didakwa JPU menggunakan Pasal 2 dan pasal 3 UU – RI No. 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU No. 20 Tahun 2001, Juncto pasal 55 KUHP. Agus setiawan Jong dituduh JPU mengkoordinir pelaksaan dana hibah dalam bentuk Program Jasmas senilai Rp. 12 Miliar lebih. Adapun demikian, dakwaan Jaksa tersebut dinilai Benhard masih belum dapat dibuktikan didalam persidangan. Beda dengan penjelasan Dimas Ahmadi kepada wartawan Menyampaikan Keterang kedua Saksi yang diajukan oleh penasehat hukum pada dasarnya penuntut umum tidak mengajukan pertanyaan karena yang . Pertama hal hal yangvdi terangkan oleh saksi itu sama dan mereka secara langsung tidak membuat proposal dan kedua saksi tidak mengetahui bagaimana situasi barang .

Yang Kedua mereka juga tidak mengetahui nilai barang yang berada di dalam proposal tersebut.sedangkan keterangan kedua saksi tersebut sama halnya dengan keterang pada saat kita memeriksa dan di bantu oleh BPK pusat. Terkait penghitungan Kerugian Negara yang menghitung adalah BPK pusat. Bpk hanya konsentrasi pada dana Jasmas yang bergulir dan kita menemukan penyimpangan dalam fakta persidangan. Dan kita tidak berdasarkan Audit Bpk Inspektorat Pemkot Surabaya walaupun sebagai perbandingan antara BPK Inspektorat Pemkot dengan BPK pusat yang kita ketahui hanya BPK pusat saja. Mengenai BPK jawa timur pada saat itu kita berkirim surat pada bpk jawa timur untuk dibantu menghitung kerugian negara akan tetapi selanjutnya sesuai dengan prosedur mereka akan diambil alih oleh BPK pusat untuk menghitung kerugian negara. TUTUR dimas Kepada Wartawan.* rhy

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest news

Sidang Narkoba Pembelaan Kuasa Hukum Tidak Sependapat Dengan Tuntutan Jaksa

Surabaya,warnakota.comSidang penyala gunaan Narkoba yang disidangkan ketua Majelis Hakim Cantik Ni Putu Purnami SH,MH di Ruang Candra...

Gugatan Keabsahan Wasiat Semakin Memanas King Finder dan Harijana Saling Lapor

Surabaya,warnakota.com  Perseteruan antara King Finder Wong dengan Harijana terkait harta...

Lesbi Tawuran DiVonis Dua Bulan 

Surabaya,warnakota.com Pukul sesama lesbi (pencinta sejenis) hingga lebam, kedua terdakwa lesbi yaitu Reni Puspitasari...

Diduga Sentra Kuliner Urip Sumorjo Dibuat Ajang Pungli Langgar Perwali nomor 78 Tahun 2016

Surabaya ,warnakota.comDiduga pelanggaran terhadap aturan yang ada di dalam Dinas koperasi Perwali nomor 78 tahun 2016 yang...
- Advertisement -

Wooo,,,Baru Tahu Kalau Rumah YKP  Harus Diberikan Kepada Masyarakat 

Surabaya,warnakota.com Pengurus baru Yayasan Kas Pembangunan (YKP) Kota Surabaya, Ketua...

Terdakwa  Venansius Diduga Kebal Hukum Akhirnya Ditahan Oleh Kejaksaan Negeri Surabaya

Surabaya, warnakota.comSurabaya,Terdakwa  Venansius Niek Widodo dikabarkan kembali ditahan atas kasus penipuan dan penggelapan,...

Must read

Sidang Narkoba Pembelaan Kuasa Hukum Tidak Sependapat Dengan Tuntutan Jaksa

Surabaya,warnakota.comSidang penyala gunaan Narkoba yang disidangkan ketua...
- Advertisement -

You might also likeRELATED
Recommended to you