Hukum Kedapatan memiliki 1500 butir ekstasi dan 700 gram sabu.Terancam...

Kedapatan memiliki 1500 butir ekstasi dan 700 gram sabu.Terancam Hukuman Mati

-

- Advertisment -

Surabaya,warnakota.com

 Pasangan suami istri (pasutri) Melissa (27) dan M Nisar Ade Irawan (22), terancam hukuman mati karena menjadi pengedar narkoba jenis ekstasi dan sabu. Pasutri ini menjalani sidang perdana pada Kamis (17/11/2017) di ruang Tirta I Pengadilan Negeri Surabaya.

Melissa yang tercatat sebagai warga Desa Kaliwaru, Prigen, Pasuruan, dan Nisar warga Kutogiring, Ngoro, Mojokerto, merupakan pengedar dari jaringan bandar narkoba di Jawa Timur, yang lebih dulu ditangkap polisi.

Dalam persidangan yang dipimpin oleh Sifauroshidin SH, pasutri ini hanya tertunduk lesu saat mendengar dakwaan yang dibacakan oleh Farkhan Junaedi SH selaku Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjung Perak Surabaya.

“Ancaman hukuman minimal enam tahun hingga hukuman mati, jika dilihat dari barang bukti yang di peroleh dari kedua terdakwa,” ujar JPU.

JPU menjerat kedua terdakwa dengan pasal 112 ayat (2) dan pasal 114 ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.

Usai sidang, Penasehat Hukum kedua terdakwa, Rudi  Wadhesmara, mengatakan alasan tidak mengajukan eksepsi atau keberatan lantaran akan dibuktikan dalam persidangan.

“Yang pasti kami berusaha untuk meringankan hukumannya, dengan pembuktian dalam sidang saat masuk dalam materi pokok perkaranya,” ucap Rudi.

Sebelumnya, kasus ini terjadi Sabtu (26/8/2017) silam, saat jajaran Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Kepolisian Resort Kota Besar (Polrestabes) Surabaya, mendapat informasi adanya bandar narkoba yang kerap beraksi di bunderan Waru Surabaya. Melalui pengintaian yang cukup lama, polisi langsung mengamankan Zendi. Sayangnya, dalam pengembangan kasus tersebut hanya sedikit informasi yang didapat polisi, karena Zendi berupaya melarikan diri maka polisi terpaksa  memuntahkan pelor panas terhadap Zendi hingga merenggang nyawa.

Meski memperoleh sedikit informasi, dalam pengembangan penyelidikan, polisi berhasil menangkap Melissa dan Nisar saat hendak melakukan transaksi narkoba di belakang gedung DPRD Sidoarjo. Selanjutnya pasutri dikeler ke rumahnya dan didapati sebanyak 1.500 butir ekstasi dan 700 gram sabu, serta peralatan hisap alias bong.

Atas sejumlah barang bukti tersebut pasutri digiring ke Mapolrestabes Surabaya, hingga berujung ke meja hijau guna mempertanggung jawabkan perbuatannya. *tim

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest news

Sebagai wakil Tuhan Dimuka Bumi Harus Lebih Jeli Dalam Menilai Perkara Gugatan Wasiat

Surabaya, warnakota.comSidang gugatan perdata nomer perkara: 1127/Pdt.G/2020/ PN.SbyPMH perkara keabsahan warisan Aprilia Okadjaja kembali di gelar di...

IKA Stikosa AWS, Gusdurian dan INTI Surabaya Bagikan 200 Menu Buka Puasa

Surabaya ,warnakota.com Banyak cara dilakukan untuk berbagi kebahagiaan di bulan...

Korem Baladhika Jaya Berkomitmen Bangun Generasi Berakhlak Mulia

        Kota Malang,- Korem 083/Baladhika Jaya berkomitmen untuk mencetak generasi...

Pemohon Renvoi Prosedur Dan Termohon Renvoi Prosedur Ajukan Argumentasi Hukum 

  Surabaya , warnakota.com Sidang lanjutan gugatan Renvoi Prosedur yang dimohonkan Cindro...
- Advertisement -

Keterangan Ahli Menguntungkan Bagi Pengugat , Pemberi Wasiat Bebas Nemberikan Wasiat Kepada Siapapun

Surabaya,warnakota.com Sidang Sengketa waris antara Harijana dan King Finder Wong...

Saya Tidak Pernah Bercerai Dengan Aprilia Okadjaja, Harijana Itu Cucu Keponakan 

Surabaya, warnakota.com Cerita keluarga bahagia dan harmonis meski sudah 28 tahun...

Must read

Sebagai wakil Tuhan Dimuka Bumi Harus Lebih Jeli Dalam Menilai Perkara Gugatan Wasiat

Surabaya, warnakota.comSidang gugatan perdata nomer perkara: 1127/Pdt.G/2020/...
- Advertisement -

You might also likeRELATED
Recommended to you