Nasional Kaum Muda Tak Perlu Alergi Politik

Kaum Muda Tak Perlu Alergi Politik

-

- Advertisment -

Surabaya ,warnakota.com

Wakil Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana mengajak kaum muda untuk tidak alergi politik. Menurutnya, selama ini politik menjadi pelarian mereka yang gagal masuk pegawai negeri sipil (PNS), dokter, bisnis dan lainnya sehingga masuk partai politik (Parpol) sebagai pelarian dan berujung rusaknya tatanan politik. Whisnu Sakti Buana menyatakan hal itu saat menjadi pemateri  pada acara Youth Town Hall yang digelar PT XL Axiata, di Gedung C Fakultas Ilmu Sosial Politik (Fisip) Kampus B Universitas Airlangga (Unair), Senin (14/5/2018).

 

“Mahasiswa, pelajar, kaum muda jangan apatis bicara politik. Dari politik bisa raih kekuasaan. Tak ada jalan lain untuk meraih kekuasaan selain lewat politik. Di bumi tercinta ini yang masuk politik banyak yang gagal dibidang lain, sebagai usahawan, sebagai dokter,” kata Whisnu Sakti.

 

Pria yang menerjuni politik praktis sejak berstatus mahasiswa ini mengingatkan bahwa jika semakin sedikit orang baik dan berkompeten terjun ke politik sejak awal, maka semakin sedikit pula pemikir baik bangsa ini.

 

‌Kepada mahasiswa. Wisnu mengingatkan para tokoh-tokoh muda pra kemerdekaan  yang menjadi politisi.  Soekarno, Moh Yamin, Bung Tomo dan lainya yang ketika itu muda, masuk golongan pemuda melalui jalan politik, mereka tertempa menjadi pemimpin handal, menjadi negarawan, dan kemudian memimpin perjuangan serta menyatukan bangsa. Mereka memimpin perjuangan dan memerdekakan Republik Indonesia.

 

“Karena itu anak muda jangan apatis politik. Jangan anggap politik itu kotor, politik itu ilmu, politik itu suci. Yang kotor itu orangnya, yang jahat manusianya. Apabila kaum muda ingin mengubah sistem, masih kata Whisnu, maka harus masuk ke dalam. Apabila ingin mengubah dari luar diperlukan ekstra power”, imbuh Whisnu

 

Sementara itu, Ketua Pusat Informasi dan Humas sekaligus pakar politik Unair Suko Widodo mengatakan minimnya ketertarikan kaum muda pada politik bukan saja terjadi di Indonesia. ” Di Malaysia contohnya, yang tua kembali terpilih. Mahathir Muhammad masih turun tangan,” kata Suko. Karena itu, Suko melihat perlunya anak muda untuk menjadikan dunia politik praktis sebagai salah satu pilihan dalam berjuang. *adpt

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest news

Sidang Gugatan PMH Advokat Belly V.S. Daniel Karamoy, S.H., M.H., Dua Kali Tidak Dihadiri Tergugat

Surabaya.warnakota.com Sidang Gugatan Perlawanan Hukum antara  pengacara (advokat) Belly V.S. Daniel Karamoy, S.H., M.H.,...

Diduga Anggaran Apbd Dimanfaatkan Kampanye ERJI Bukan Covid-19

Surabaya,warnakota.com  Komisi A DPRD Surabaya menengarai dana kelurahan dimanfaatkan Pemkot...

Oknum jaksa Mangkrakan Perkara Berkas P21 menjadi P19

Surabaya. Warnakota.com Kepastian hukum dan Keadilan Mulyanto Sampai saat ini Di ombang ambingkan oleh aparat...

Sudah 6 tahun lebih Suhartati Mencari Keadilan Atas Eksekusi Rumahnya

Surabaya. Warnakota.comSudah 6 tahun lebih Jeki Messakh dan Ir.Suhartati Messakh  Patty  mencari keadilan di muka bumi., namun keadilan...
- Advertisement -

Sidang Gugatan Perlawanan Hukum antara Advokat Belly V.S. Daniel Karamoy, dan kliennya Thie Butje Sutedja

Surabaya .warnakota.com Sidang Gugatan Perlawanan Hukum antara  pengacara (advokat) Belly V.S. Daniel Karamoy, S.H., M.H.,...

Ketua DKD Peradi Jatim Pieter Talaway dan Advokat Masbuhin Saling Membenarkan Argumentasinya Masing Masing

Surabaya. Warnakota.com Rupaya berita panas terkait  Mantan...

Must read

- Advertisement -

You might also likeRELATED
Recommended to you