Hukum Jaksa Hadirkan Saksi.Perkara Pengeroyokan Bonek VS PSHT

Jaksa Hadirkan Saksi.Perkara Pengeroyokan Bonek VS PSHT

-

- Advertisment -

Suràbaya.warnakota.com

Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya kembali menggelar sidang kasus pengeroyokan antara Bonek Vs PSHT yang menyebabkan dua korban meninggal. Sidang yang beragendakan  keterangan saksi penangkapan, di pimpin oleh Ketua Majlis, Sifa’Urosidin. Kamis (25/1)

Dua terdakwa kasus pengeroyokan, Muhammad Tiyo dan Muhammad Ja’far menjalani sidang lanjutan antara Bonek Vs PSHT yang mengakibatkan dua korban, Muhammad Anis dan Aris Eko Ristianto meninggal dunia.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Tanjung Perak, Irene Puspa mengahadirkan dua saksi penangkapan dari anggota kepolisan Polrestabes Surabaya. Dua saksi itu yakni, Ujung Harianto dan saksi, Suhermanto.

Dihadapan majlis hakim saksi mengaku jika kedua terdakwa, Muhammad Tiyo dan Muhammad Ja’far di tangkap setelah polisi melihat isi dari rekaman CCTV serta laporan dari warga. Setelah mengetahui identitas pelaku pengeroyokan, lantas dilakukan pengembangan  dan penangkapan bersama tim yang terdiri dari 6 anggota penangkapan dari kepolisian Polrestabes Surabaya. Kedua Terdakwa di tangkap pada tempat berbeda.

“Muhammad Jafar kami tangkap di rumahnya, sedangkan Muhammad Tiyo kami tangkap di jalan raya setelah keluar dari sebuah bengkel, kita tangkap bersama tim yang terdiri dari 6 anggota polri” Ujar saksi Suhermanto

Dihadapan majlis hakim lanjut saksi, jika kedua korban meninggal yaitu, Muhammad Anis dan Aris Eko Ristianto anggota dari perguruan silat PSHT.

“Setelah dilakukan penyelidikan, kedua korban meninggal dari perguruan silat PSHT” Ujar saksi dihadapan majlis hakim.

Atas keterangan kedua saksi, kedua terdakwa membenarkan dari keterangan yang telah diberikan oleh kedua saksi penangkapan.

“Benar pak hakim” ucap kedua terdakwa dihadapan majlis hakim.

Tak hanya itu orang tua korban, Narsih, ibu dari Muhammad Anis, berharap jika kedua terdakwa pengeroyokan di hukum seberat-beratnya. Narsih mengaku jika buah hatinya yang menjadi korban pengeroyokan adalah tulang punggung keluarga.

“Anak saya tulang punggung keluarga, Bila perlu pelaku jangan sampai di lepas dan dihukum seberat-berat nya” Ujar Narsih ibu kandung Muhammad Anis yang tinggal di Jln. Simo Pomahan Baru, Suko Manunggal, Surabaya.

 

Hal senada juga di sampaikan oleh, Kasminten, ibu dari korban, Aris Eko Ristianto warga Bojonegoro. Dia berharap pelaku penganiayaan di hukum dengan hukuman setimpal sesuai hukum berlaku.

 

“Semoga pelakunya dihukum berat, sesuai pasal yang berlaku” Ujar Kasminten pada saat itu di dampingi kuasa hukum korban, Sutrisno Budi.

Kedua terdakwa, Muhammad Tiyo dan Muhammad Ja’far keduanya warga Jalan Balongsari blok 7 G No. 19 Surabaya dan Jalan Pogot Gang 1 Tanah Kali Kedinding. Dijerat dengan pasal 170 ayat 2 tentang kekerasan yang mengakibatkan kematian dan pasal 351 ayat 1 tentang penganiayaan dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara. *rhy/tim

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest news

Sidang Gugatan Perlawanan Hukum antara Advokat Belly V.S. Daniel Karamoy, dan kliennya Thie Butje Sutedja

Surabaya .warnakota.com Sidang Gugatan Perlawanan Hukum antara  pengacara (advokat) Belly V.S. Daniel Karamoy, S.H., M.H.,...

Ketua DKD Peradi Jatim Pieter Talaway dan Advokat Masbuhin Saling Membenarkan Argumentasinya Masing Masing

Surabaya. Warnakota.com Rupaya berita panas terkait  Mantan...

Tidak Konsisten PN Surabaya Terkait Perkara Eksekusi

Surabaya,warnakota.com  Pengadilan Negeri (PN) Surabaya terkesan tidak tegas soal pelaksanaan eksekusi lahan di Jalan...

Jaksa Perak, Eksekusi Buronan Kasus Kepabeanan Sempat Sembunyi

Surabaya,warnakota.com Pelarian Hasan Nur Effendi selama 5 tahun sejak dinyatakan bersalah oleh Mahkamah Agung...
- Advertisement -

Merasa Dicemarkan. Masbuhin Umumkan Tantangan Pada Pieter Talaway

Surabaya.warnakota.com Mantan kuasa hukum konsumen Sipoa Masbuhin menduga adanya pihak-pihak yang sengaja menyerang dan...

Advokat Masbuhin Ajukan Banding Atas Sangsi Pemberhentian Setahun dari DKD Peradi Jatim

Surabaya.warnakota.comDewan Kehormatan Daerah (DKD) Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Jawa Timur menjatuhkan sangsi pemberhentian sementara 12 bulan dan...

Must read

- Advertisement -

You might also likeRELATED
Recommended to you