Pendidikan Hukuman yang gak bermoral Oknum Guru Hukum Muridnya...

Hukuman yang gak bermoral Oknum Guru Hukum Muridnya gigit Sandal jepit Bekas

-

- Advertisment -

Surabaya, Warnakota.com

Guru digugu lan di ditiru, ini yang dialami oknum guru SD yang Kurang sabar mendidik siswanya. Oknum guru yang ngajar di Sekolah Dasar (SD) Negeri Tanah Kalikedinding 1 No 251, Kenjeran, Surabaya. hukum siswanya menggigit sandal jepit. Perbuatan tidak terpuji ini membuat geram orang tua murid.

Amri (29) orang tua Ar kelas 3 C mengaku, perbuatan tidak terpuji ini sudah dilaporkan ke Kepala Sekolah. Namun, entah kenapa tidak ditanggapi serius dari Sekolah. “Saya minta surat pernyataan secara baik-baik, agar tidak mengulangi perbuatannya, malah anak saya dapat intimidasi disuruh pindah sekolah,” katanya, Rabu (23/10/2019). Karena itu, tak heran jika Amri hendak melaporkan kasus ini ke ke Polsek Kenjeran, Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Beruntung, dapat dicegah oleh Binmas Aiptu Lagiman. “Saya sudah dimediasi oleh Aiptu Lagiman.

Tapi kalau anak saya dapat intimidasi ataupun hukuman guru tak wajar lagi, tak segan saya pidanakan,” tambahnya. Sementara, guru kelas 3 Sri Merawati tak membantah pernah menghukum muridnya bernama Ar dan Av menggigit sandal bekas pakai.

Menurutnya, dengan hukuman gigit sandal, membuat para siswa tidak mengulangi kesalahannya lagi. “Semenjak tak suruh gigit sandal, Ar dan Av sudah tidak mengulangi lagi,” dalihnya. Alasan menyuruh gigit sandal bekas, karena kedua murid Ar dan Av kerap saling mengumpat mengeluarkan ucapan kotor dan terlihat sering jalan-jalan dikelas. “Keduanya meso dan sering jalan-jalan dikelas,” akunya. Ditempat yang sama, Kepala Sekolah Saepulloh baru saja memberi sanksi sebuah teguran biasa. “Sudah satu tahap dilakukan, cara yang saya lakukan hanya sanksi teguran,” ujarnya.

Perbuatan guru Sri Merawati diakui Saepulloh salah. “Diapa-apain tetap salah, walaupun khilaf itu juga salah. Memang niat menakut-nakuti tapi melanggar. Walaupun sebentar saja (gigit sandal), itu tetap salah keliru,” pungkasnya.* rhy ( dikutip dari Potret Kota )


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest news

Laporan Yunus Yamani Di Polda Jatim Di Duga Dimangkrakan Oknum Penyidik

Surabaya,warnakota.com Entah penyebabnya  keadilan hukum Yunus Yamani hingga sekarang belum di dapatkan tak hanya...

Sejumlah 325 orang dari Keluarga Besar PN Surabaya Di Sweb dan Hasilny 4 hari lagi

Surabaya,warnakota.comKegiatan Sweb berjalan Lancar dalam kegiatan Sweb ini di ikuti oleh 325 orang  wajib dari seluruh ASN kel...

Kata Ketua PN Surabaya, Yang tidak Ikut Sweb Tidak Boleh Bekerja Demi Kesehatan Dan Program Pemerintah

Surabaya,warnakota.com Sehubungan dengan gelombang kedua puncak peningkatan terjangkitnya Virus covid 19 di Dunia internasional,...

Kuasa Hukum Belly Karamoy Meminta Perdamaian Hanya dilakukan Antara Principal Tergugat Dengan Pengugat

aynNgGnYYnSurabaya,warnakota.comgGAYNGSidang Gugatan Perlawanan Hukum antara  pengacara (advokat) Belly V.S. Daniel Karamoy, S.H., M.H., dengan   Thie Butje Sutedja ...
- Advertisement -

Dalam waktu 3 Bulan Kejaksaan Negeri Tanjung Perak Musnakan Barang Bukti Sabu 8.793,586 Gram

Dalam waktu 3 Bulan Kejaksaan Negeri Tanjung Perak Musnakan Barang Bukti Sabu 8.793,586 Gram  Surabaya.warnakota.comDiawal...

Terdakwa Moh Rosol Warga Bangkalan Diduga jadi Marketing Sabu

Surabaya.warnakota.comSidang perkara narkoba dengan NO REG PERK 40/Euh 2/11/ 2020  dengan terdakwa Moh Rosol Bin Mukri (...

Must read

Laporan Yunus Yamani Di Polda Jatim Di Duga Dimangkrakan Oknum Penyidik

Surabaya,warnakota.com Entah penyebabnya  keadilan...

Sejumlah 325 orang dari Keluarga Besar PN Surabaya Di Sweb dan Hasilny 4 hari lagi

Surabaya,warnakota.comKegiatan Sweb berjalan Lancar dalam kegiatan Sweb...
- Advertisement -

You might also likeRELATED
Recommended to you