Hukum Hukuman Mati yang Pantas bagi Yoyok

Hukuman Mati yang Pantas bagi Yoyok

-

- Advertisment -

WarnaKota.com(Surabaya)

Sudah di ambang Pintu Pengadilan Berkas perkara kepemilikan 50 kg sabu, dengan tersangka Yoyok telah bergulir di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya.
Menurut  Kepala Kejaksaan Negeri Surabaya, Didik Farkhan. Hari ini,  Kejaksaan Negeri Surabaya telah melimpahkan perkara Yoyok untuk disidangkan. “Kamis kemarin sudah dilimpahkan ke Pengadilan Negeri,” kata Kajari Surabaya, Didik Farkhan Alisyahdi saat dikonfirmasi wartawan di ruang kerjanya.
Jaksa yangi Tunjuk yaitu untuk  persidangan nanti yaitu  Jaksa Kamarwan  sedangkan terdakwa  dijerat  pasal 114 ayat 2 dan 3. Yoyok adalah big bos dari Aiptu Abdul Latif, anggota Polsek Sedati yang juga terjerat dalam sindikat narkoba.


Yoyok merupakan seorang narapidana (napi) Nusa Kambangan, dia tersandung beberapa kali perkara narkoba. Dari data yang dihimpun, akumulasi hukuman yang diterima Yoyok dari berbagai kasus narkoba mencapai 35 tahun penjara.
Dalam kasus ini, penyidik tidak melakukan penahanan terhadap pria yang akrab dipanggil Jendral di kalangan mafia narkoba ini. “Tidak ditahan karena memang statusnya sudah terpidana,” sambung Didik.
Kendati demikian, Didik telah memiliki gambaran tuntutan hukuman yang akan dijatuhkan ke Yoyok. “Paling tidak sama seperti tuntutan Abdul Latip, hukuman mati,”tandasnya.
Seperti diketahui, Yoyok telah merekrut Aiptu Abdul Latip dalam mendistribusikan 50 kg sabu melalui Tri Diah Torissiah alias Susi, tersangka dalam berkas terpisah.
Sebelum tertangkap Polisi, Aiptu Abdul Latip diperintahkan Yoyok melalui Susi untuk mengambil sabu 50 kg disalah satu hotel dijalan Diponogoro Surabaya.
Selanjutnya barang haram tersebut disimpan dikost-kostan Indri Rahmawati (istri sirih) Abdul Latip di kawasan Pasar Wisata Sedati, Sidoarjo.
Polisi pun mencium peredaran narkoba tersebut dari informasi masyarakat. Setelah digeledah, ditemukan sabu seberat 13 kg. Sebanyak 37 kg sabu telah berhasil dijual oleh Abdul Latip dan Indri Rahmawati.
Dari peredaran sabu tersebut, Abdul Latip mendapatkan upah Rp 50 juta dari Yoyok. Selain itu dia juga dijanjikan sebuah mobil bila mampu menjual sisa 13 kg sabu.
Akibat perbuatannya, Kejari Surabaya menjatuhkan tuntutan mati terhadap Abdul Latip, sedangkan Indri Rahmawati dituntut seumur hidup. “Susi juga akan kita tuntut mati,”ujar Didik Farkhan ,*TIM/RHY

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest news

Sidang Narkoba Pembelaan Kuasa Hukum Tidak Sependapat Dengan Tuntutan Jaksa

Surabaya,warnakota.comSidang penyala gunaan Narkoba yang disidangkan ketua Majelis Hakim Cantik Ni Putu Purnami SH,MH di Ruang Candra...

Gugatan Keabsahan Wasiat Semakin Memanas King Finder dan Harijana Saling Lapor

Surabaya,warnakota.com  Perseteruan antara King Finder Wong dengan Harijana terkait harta...

Lesbi Tawuran DiVonis Dua Bulan 

Surabaya,warnakota.com Pukul sesama lesbi (pencinta sejenis) hingga lebam, kedua terdakwa lesbi yaitu Reni Puspitasari...

Diduga Sentra Kuliner Urip Sumorjo Dibuat Ajang Pungli Langgar Perwali nomor 78 Tahun 2016

Surabaya ,warnakota.comDiduga pelanggaran terhadap aturan yang ada di dalam Dinas koperasi Perwali nomor 78 tahun 2016 yang...
- Advertisement -

Wooo,,,Baru Tahu Kalau Rumah YKP  Harus Diberikan Kepada Masyarakat 

Surabaya,warnakota.com Pengurus baru Yayasan Kas Pembangunan (YKP) Kota Surabaya, Ketua...

Terdakwa  Venansius Diduga Kebal Hukum Akhirnya Ditahan Oleh Kejaksaan Negeri Surabaya

Surabaya, warnakota.comSurabaya,Terdakwa  Venansius Niek Widodo dikabarkan kembali ditahan atas kasus penipuan dan penggelapan,...

Must read

Sidang Narkoba Pembelaan Kuasa Hukum Tidak Sependapat Dengan Tuntutan Jaksa

Surabaya,warnakota.comSidang penyala gunaan Narkoba yang disidangkan ketua...
- Advertisement -

You might also likeRELATED
Recommended to you