Umum Hobi Belajar Di Usia Muda, 2 Gelar Dan 3...

Hobi Belajar Di Usia Muda, 2 Gelar Dan 3 Profesi Didapatkan Seorang Advokat Muda Asal Surabaya

-

- Advertisment -

Surabaya,warnakota.com
Keinginan untuk terus belajar dan haus akan ilmu pengetahuan memang tidaklah memandang usia, bila kita pernah mendengar ada seorang lansia yang mengejar Sarjana diusia senja, tak mau kalah sosok anak muda di Surabaya-Jawa Timur juga melakukan hal yang sama. Bedanya, Advokat Memo Alta Zebua, S.H, M.H, C.L.A telah menyelesaikan semua pendidikannya dengan memiliki 2 gelar Pendidikan dan 3 profesi sekaligus pada usia 30 tahun.

Pasalnya, Memo, begitu sapaan akrabnya, telah menyelesaikan pendidikan Sarjana Hukum dan Magister Hukum serta telah menyelesaikan pendidikan profesi hingga mendapatkan sertifikasi Legal Auditor (CLA) sejak 10 Desember 2018 dan Kurator pada 16 September 2020 lalu.

Beberapa waktu lalu awak media ini berkesempatan melakukan wawancara khusus dengan Advokat Memo di Kantornya di Bumi Mandiri Lantai 12 Jalan Panglima Sudirman Kav 66-68 Surabaya, terlihat perbincangan santai namun berkesan dengan anak muda ini.

Kesan pertama yang didapat menggambarkan sosok laki-laki lulusan Universitas Pelita Harapan ini adalah pribadi yang ramah dan cerdas. Beberapa pertanyaan dari awak media pada Memo menyangkut profesinya sebagai Advokat, praktisi hukum, Legal Auditor, dan Kurator dijawab secara runtut, menandakan yang bersangkutan mempunyai wawasan luas.

Terkait bagaimana menilai proses peradilan di Indonesia, Memo berpendapat pada prinsipnya hukum di negara ini tidak ada masalah. Namun sebagai manusia, Memo menyadari ada berbagai macam kelemahan dalam praktek khususnya pada proses hukumnya.

“Justru kita sebagai Advokat yang termasuk penegak hukum harus saling mengingatkan satu sama lain. Supaya apa yang sudah disumpah pada saat pengangkatan menjadi seorang Advokat benar-benar kita jalankan,” tegasnya.

Sedangkan sebagai Kurator, Memo mengatakan sudah ada beberapa perusahaan yang menunjuknya menjadi kuasa kreditur untuk memasukkan tagihan-tagihan terhadap debitur yang dinyatakan pailit.

Masa pandemi Covid-19 yang mana banyak perusahaan terancam bangkrut tak luput disikapinya sebagai praktisi hukum. “Memang tidak bisa dipungkiri setelah adanya Covid-19 banyak perusahaan merugi, tutup, dan pailit karena ketidaksanggupan membayar hutang-hutangnya. Tetapi saya rasa setelah pandemi Covid-19 berakhir, pelan-pelan perusahaan tersebut pasti berangsur normal kembali.

Kita berharap supaya keadaan pandemi ini bisa segera diatasi dan vaksin yang tengah dijalankan oleh Pemerintah dapat segera didistribusikan sehingga perekonomian nasional dapat kembali tumbuh,” tandasnya.

Mengenai apa yang menjadi penyebab perusahaan pailit, rupanya Memo mempunyai temuan menarik berdasarkan pengalamannya beberapa kali sebagai kuasa kreditur maupun debitur.

Memo mengungkap ternyata penyebab pailit paling banyak berasal dari sisi internal perusahaan, pengelolaan manajemen perusahaan dan sikap dalam mengambil setiap keputusan.

“Banyak beberapa perusahaan dari segi laporan keuangan ada yang tidak transparan. Terkadang pucuk pimpinan tidak mengecek langsung, bawahan hanya mengkondisikan laporan keuangan yang tidak real.
Faktor lain dari sisi pinjaman di perbankan ditengah kondisi pandemi Covid-19, membuat perusahaan selaku debitur juga kelabakan, pasalnya permasukan dan pengeluaran jauh tidak seimbang hal ini menyebabkan kerugiannya besar para perusahaan tersebut,” ungkapnya.

Terkait perbankan mengatasi kredit macet, Memo menilai pemerintah telah memberikan suatu kebijakan pada para perusahaan untuk memberikan kelonggaran kepada para nasabah, termasuk para debitur yang pailit ini.

Namun Memo menyayangkan ada beberapa debitur yang terancam pailit itu rupanya sudah menumpuk hutangnya bukan pada saat pandemi ini saja, tetapi jauh terjadi sebelumnya. Hutang yang menumpuk dari waktu ke waktu inilah yang menurut Memo salah satu faktor perusahaan jatuh pailit.

Memo berharap perekonomian bisa normal dan bergairah kembali. Ia melihat pemerintah berusaha menempatkan diri dari dua sisi. Di satu sisi menurutnya pemerintah ingin para pengusaha berkembang, di sisi lain pemerintah juga harus mengupayakan suku bunga bank yang stabil agar semua berjalan balance atau seimbang.

Diminta pendapat soal Undang-Undang (UU) Omnibus Law (Cipta Kerja), Memo mengibaratkan seperti bayi yang baru lahir, karena Undang-Undang ini masih baru kita belum tau tantangannya seperti apa, namun baru sebatas gambaran umumnya saja. Ia yakin tujuan Pemerintah menetapkan UU Omnibus Law bertujuan memberikan manfaat yang baik pada masyarakat.

“Kita sebagai masyarakat harus mengontrol. Kalau dirasa UU ini tidak tepat, kita bisa melakukan uji materiil terhadap UU tersebut atau pasal yang terdapat di dalamnya. Mari kita berikan kepercayaan kepada pemerintah untuk menjalankan dan tentu sebagai masyarakat harus kita patuhi,” pungkasnya.
Memo tidak berpuas diri dengan ilmu dan kemampuan yang sudah dimilikinya sekarang ini. Dia terus ingin kedepannya mengembangkan diri. Salah satu tujuannya, Memo ingin menjadi Advokat profesional supaya bisa memberikan pelayanan terbaik bagi semua para pencari keadilan.*Red

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest news

Sidang Narkoba Pembelaan Kuasa Hukum Tidak Sependapat Dengan Tuntutan Jaksa

Surabaya,warnakota.comSidang penyala gunaan Narkoba yang disidangkan ketua Majelis Hakim Cantik Ni Putu Purnami SH,MH di Ruang Candra...

Gugatan Keabsahan Wasiat Semakin Memanas King Finder dan Harijana Saling Lapor

Surabaya,warnakota.com  Perseteruan antara King Finder Wong dengan Harijana terkait harta...

Lesbi Tawuran DiVonis Dua Bulan 

Surabaya,warnakota.com Pukul sesama lesbi (pencinta sejenis) hingga lebam, kedua terdakwa lesbi yaitu Reni Puspitasari...

Diduga Sentra Kuliner Urip Sumorjo Dibuat Ajang Pungli Langgar Perwali nomor 78 Tahun 2016

Surabaya ,warnakota.comDiduga pelanggaran terhadap aturan yang ada di dalam Dinas koperasi Perwali nomor 78 tahun 2016 yang...
- Advertisement -

Wooo,,,Baru Tahu Kalau Rumah YKP  Harus Diberikan Kepada Masyarakat 

Surabaya,warnakota.com Pengurus baru Yayasan Kas Pembangunan (YKP) Kota Surabaya, Ketua...

Terdakwa  Venansius Diduga Kebal Hukum Akhirnya Ditahan Oleh Kejaksaan Negeri Surabaya

Surabaya, warnakota.comSurabaya,Terdakwa  Venansius Niek Widodo dikabarkan kembali ditahan atas kasus penipuan dan penggelapan,...

Must read

Sidang Narkoba Pembelaan Kuasa Hukum Tidak Sependapat Dengan Tuntutan Jaksa

Surabaya,warnakota.comSidang penyala gunaan Narkoba yang disidangkan ketua...
- Advertisement -

You might also likeRELATED
Recommended to you