Nasional Guru Honorer Lamongan Kepung Kantor Bupati Lamonga

Guru Honorer Lamongan Kepung Kantor Bupati Lamonga

-

- Advertisment -

 

Lamongan ,Warnakota.com

Aksi ribuan guru katagori (K2) dan non katagori di Lamongan kembali menggelar aksi demo lagi, Selasa (2/10), massa guru menggelar demo dengan satu sasaran ingin  menemui Bupati Fadeli. Aksi demo tersebut berbeda dengan demo sebelumnya, Rabu (26/9), dengan tiga sasaran yakni, Diknas, DPRD dan BKD.  Massa kali ini jauh lebih besar dari demo sebelumnya yang hanya sekitar Kurang lebih 470 guru.”Jika hari ini tuntutan kita tidak dipenuhi, kita akan melakukan mogok massal mengajar,” ujar Syukron Ketua Forum Honorer Sekolah Non Katagori (FHSNK), dalam orasinya.

Dalam Orasinya  Syukran, langsung disambut teriakan gegap gempita menyetujui akan rencana mogok massal mengajar tersebut. “Setuju…,” teriak para pahlawan tanpa tanda jasa ini sembari mengepalkan tangannya. Lebih jauh Syukran mengungkapkan kejengkelannya, karena seolah pemerintah hanya memperhatikan guru PNS. “Jangan hanya memperjuangkan guru PNS dan sertifikasinya saja.

 

Sementara kita (honorer, red) hanya dinomor sebelas,” terang Syukran. Sejumlah perwakilan guru honorer bergiliran melakukan orasi orasi, sementara 11 orang perwakilan guru honorer diterima Asisten 1 Heru Widi di lantai 2 Kantor Pemkab Lamongan. Lima tuntutan yang diajukan para guru honorer diantaranya, meminta kepada pemerintah pusat segera mengeluarkan PP ASN terkait perekrutan PPPK, Bupati segera menerbitkan SK pengangkatan untuk GTT/PTT SD dan SMP Negeri sebagai honorer daerah, DPRD diminta membentuk Panja Raperda tentang honorarium GTT, PTT, meminta pemda memberikan upah yang layak pada tenaga honorer Rp 1, 8 juta serta memberikan jaminan sosial kesehatan dan ketenagakerjaan. Heru widi Asisten 1 Pemkab Lamongan, dihadapan perwakilan guru honorer mengungkapkan, apa yang menjadi tuntutan para honorer akan dikomunikasikan dan ditampung. Jawaban itupun tidak memuaskan perwakilan guru. “Setiap kami demo dan diterima, janjinya mesti diusahakan. Tidak ada yang memuaskan jawabannya,” terang salah satu perwakilan guru honorer.

 

Adanya penambahan tenaga GTT yang muncul setiap tahun dipersoalkan perwakilan massa di ruang Bina Praja. “Kami tidak ingin jawaban politis,” katanya. Hingga kini, guru honorer masih melakukan aksi demo sambil menunggu hasil pertemuan perwakilan yang diterima Pemerintah kabupaten Lamongan.*dra

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest news

Peringatan Hari Kartini Tidak Hanya Memakai Kebaya Tetapi Pikiran Kartini Dan Esensi Di Mata Penegak Hukum 

Surabaya,warnakota.com Habis Gelap Terbitlah terang  merupakan buku karangn RA Kartini Yang Lahir Pada Tanggal...

Sidang Narkoba Pembelaan Kuasa Hukum Tidak Sependapat Dengan Tuntutan Jaksa

Surabaya,warnakota.comSidang penyala gunaan Narkoba yang disidangkan ketua Majelis Hakim Cantik Ni Putu Purnami SH,MH di Ruang Candra...

Gugatan Keabsahan Wasiat Semakin Memanas King Finder dan Harijana Saling Lapor

Surabaya,warnakota.com  Perseteruan antara King Finder Wong dengan Harijana terkait harta...

Lesbi Tawuran DiVonis Dua Bulan 

Surabaya,warnakota.com Pukul sesama lesbi (pencinta sejenis) hingga lebam, kedua terdakwa lesbi yaitu Reni Puspitasari...
- Advertisement -

Diduga Sentra Kuliner Urip Sumorjo Dibuat Ajang Pungli Langgar Perwali nomor 78 Tahun 2016

Surabaya ,warnakota.comDiduga pelanggaran terhadap aturan yang ada di dalam Dinas koperasi Perwali nomor 78 tahun 2016 yang...

Wooo,,,Baru Tahu Kalau Rumah YKP  Harus Diberikan Kepada Masyarakat 

Surabaya,warnakota.com Pengurus baru Yayasan Kas Pembangunan (YKP) Kota Surabaya, Ketua...

Must read

Sidang Narkoba Pembelaan Kuasa Hukum Tidak Sependapat Dengan Tuntutan Jaksa

Surabaya,warnakota.comSidang penyala gunaan Narkoba yang disidangkan ketua...
- Advertisement -

You might also likeRELATED
Recommended to you