Hukum Gugatan 270 Milyar Warga Dolly Ditolak Hakim

Gugatan 270 Milyar Warga Dolly Ditolak Hakim

-

- Advertisment -

 

Surabaya,Warnakota.com

Akhirnya nasib perkara gugatan class action warga Lokalisasi Dolly-Jarak ke Pemkot Surabaya sebesar Rp Rp 270 miliar, terjawab sudah.

 

 

Pengadilan Negeri (PN) Surabaya dalam putusannya menyatakan bahwa gugatan yang diajukan sejumlah orang yang mengatasnamakan warga negara ini tidak dapat diterima,

 

 

“Mengadili, menyatakan bahwa gugatan kelompok yang diajukan penggugat dinyatakan tidak dapat diterima,” kata hakim Dwi Winarko, saat membacakan putusan di PN Surabaya jalan Ajuno. Senin (3 /9/2018).

 

 

 

Dalam pertimbangannya, majelis hakim yang diketuai Dwi Winarko  menilai gugatan kelompok yang dilayangkan, tidak memenuhi syarat formal gugatan Class Action sebagaimana yang diatur dalam Peraturan Mahkamah Agung (Perma) No.1 tahun 2002.

 

 

“Syarat – syarat formal gugatan class action tidak terpenuhi untuk melakukan gugatan,” sambungnya.

 

 

Di samping itu, hakim juga menegaskan bahwa penggugat dapat mengajukkan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara terkait keputusan pemkot Surabaya melakukan penutupan eks lokalisasi Jarak – Dolly.

 

 

“Untuk penutupan Dolly dapat diajukan gugatan Tata Usaha Negara,” ucap Dwi Purnomo.

 

 

Atas penolakan tersebut Naen Suryono mewakili pihak penggugat akan mengajukan perlawanan lewat upaya hukum kasasi.

 

 

“Kita akan melakukan perlawanan di tingkat kasasi. Tidak mungkin kita melakukan gugatan TUN atas penutupan Jarak -Dolly, sebab batas waktu gugatan TUN sudah jauh terlampaui yakni 90 hari setelah pemkot Surabaya makukan penutupan Jarak – Dolly pada 2014 lalu,” kata Naen.

 

 

Diketahui, gugatan class action ke Pemkot Surabaya dan Satpol PP ini sebelumnya dilayangkan Komunitas Pemuda Independen (KOPI) dan Front Pekerja Lokalisasi (FPL) pasca penutupan eks lokalisasi Jarak.- Dolly.

 

 

Warga menuntut agar Pemkot membayar gantj rugi Rp.270 miliar kepada warga Jarak -Dolly sebab  telah melakukan perampasan hak ekonomi masyrakat yang kehilangan mata pencaharian atau penurunan penghasilan, tanpa ada persiapan dan konsep peralihan sumber kehidupan masyarakat sekitarnya.*rhy

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest news

Sudah 6 tahun lebih Suhartati Mencari Keadilan Atas Eksekusi Rumahnya

Surabaya. Warnakota.comSudah 6 tahun lebih Jeki Messakh dan Ir.Suhartati Messakh  Patty  mencari keadilan di muka bumi., namun keadilan...

Sidang Gugatan Perlawanan Hukum antara Advokat Belly V.S. Daniel Karamoy, dan kliennya Thie Butje Sutedja

Surabaya .warnakota.com Sidang Gugatan Perlawanan Hukum antara  pengacara (advokat) Belly V.S. Daniel Karamoy, S.H., M.H.,...

Ketua DKD Peradi Jatim Pieter Talaway dan Advokat Masbuhin Saling Membenarkan Argumentasinya Masing Masing

Surabaya. Warnakota.com Rupaya berita panas terkait  Mantan...

Tidak Konsisten PN Surabaya Terkait Perkara Eksekusi

Surabaya,warnakota.com  Pengadilan Negeri (PN) Surabaya terkesan tidak tegas soal pelaksanaan eksekusi lahan di Jalan...
- Advertisement -

Jaksa Perak, Eksekusi Buronan Kasus Kepabeanan Sempat Sembunyi

Surabaya,warnakota.com Pelarian Hasan Nur Effendi selama 5 tahun sejak dinyatakan bersalah oleh Mahkamah Agung...

Merasa Dicemarkan. Masbuhin Umumkan Tantangan Pada Pieter Talaway

Surabaya.warnakota.com Mantan kuasa hukum konsumen Sipoa Masbuhin menduga adanya pihak-pihak yang sengaja menyerang dan...

Must read

Sudah 6 tahun lebih Suhartati Mencari Keadilan Atas Eksekusi Rumahnya

Surabaya. Warnakota.comSudah 6 tahun lebih Jeki Messakh dan...
- Advertisement -

You might also likeRELATED
Recommended to you