Nasional Gebrak Jaksa Nakal lewat Tanda Pengenal

Gebrak Jaksa Nakal lewat Tanda Pengenal

-

- Advertisment -

Surabaya, Warnakota.com

Tanda pengenal pegawai di dalam Instansi ataupun Perusahaan pada umumnya tidak ada perbedaan dalam segi bentuk ataupun warna. Hanya tulisan Nama dan Jabatan yang membedakan. Dan terkadang membuat orang awam yang melihatnya sama dan setara, terkecuali bila sudah mengenali pegawai tersebut.

Lain halnya dengan Kris Hadi Widayanto SH, selaku Kepala Sub Pembinaan Kejaksaan Negeri Tanjung Perak ini, yang kedepannya menginginkan tanda pengenal yang berbeda antara pegawai tetap dan pegawai honorer.

Menurutnya “Wacana ke depan harapan Saya berharap di kejaksaan Negeri Tanjung Perak akan membuat tanda pengenal yang berbeda warnanya antara pegawai tetap dan pegawai honorer. Mengapa? Karena jika orang luar mendapati Staff Saya yang nakal, Saya hanya menanyakan tanda pengenalnya warna apa jadi kita tahu ini pegawai tetap apa honorer, mengapa dirinya ingin merealisasikan hal tersebut karena ibarat di Instansi Kepolisian dalam jabatan yang dijabatnya dianggap sama dengan Propam, “Ibaratnya Saya ini propamnya Pegawai Kejaksaan yang menerima laporan para Staff Jaksa yang nakal, maka dari itu perbedaan tanda pengenal sangat baik untuk direalisasikan, ” ujarnya

Terkait sanksi Jaksa yang nakal, tetap akan diberikan sanksi tapi dilihat dulu permasalahannya apa, karena kinerja kita harus sesuai dengan PER- 006/A/JA/07/2017.

Dalam menghadapi industri 4.0 sering disebut juga sebagai Making Indonesia 4.0. Istilah ini sebenarnya mengandung makna positif dan dapat memicu perkembangan Indonesia serta merevitalisasi industri nasional secara keseluruhan, baik dari keseluruhan pihak mulai dari pemerintah hingga masyarakat.Sabtu,( 17-8-2019 )

Selain Thailand dan Vietnam, Indonesia juga memiliki optimisme yang signifikan terhadap prospek industri 4.0, terutama di sektor ekonomi berbasis manufaktur. Optimisme semacam ini juga diiringi dengan sedikit kecemasan. Misalnya,pertanyaan singkat mengenai bagaimana negara-negara kepulauan seperti Indonesia berjuang menangani industri 4.0 Dalam wilayah kerja Kejaksaan sebaiknya memahami dan melanjutkan program Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) yang dicanangkan Presiden Joko Widodo, dimana Program WBK dan WBBM merupakan strategi nasional yang kini diterapkan di semua institusi penegak hukum.” Ujarnya

Walaupun terbilang baru 3 bulan menjabat sebagai Kepala Sub Pembinaan, kinerja beliau, patut diacungi jempol. Banyak hal yang ingin direalisasikan Kepala Sub Pembinaan Kejaksaan Negeri Tanjung Perak diantaranya Pembangunan SDM untuk pegawai , Kesehatan Poliklinik dan program digitalisasi sesuai dengan kebutuhan pegawai”, Ujarnya

Ditanyakan perihal penilaian terhadap Jaksa, Kris Hadi Widayanto SH menjawab belum bisa memberikan keterangan karena baru menjabat 3 bulan di Kejaksaan Tanjung Perak. “Namun untuk Jaksa yang terbaik dalam berprestasi Akademik ada 2 orang tapi yang lolos terbaik 1 orang yaitu Jaksa Chalida, memang tidak mudah untuk menjadi yang terbaik, tetap harus diberikan ujian tingkat skill kecerdasan Jaksa, salah satu contoh seorang Jaksa harus pandai dalam berbahasa Ingris bahkan dengan materi yang lainnya juga.

Terakhir ditambahkan kepala Sub Pembinaan Kejaksaan Negeri Tanjung Perak ini mengenai harapan terhadap Kejaksaan Negeri Tanjung perak ini agar ditengah himpitan persaingan yang masuk ke kominfo, harus benar-benar bersaing terutama ITE walaupun bersaing tetap dapat maju berkembang, pungkasnya.*rhy

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest news

Sidang Narkoba Pembelaan Kuasa Hukum Tidak Sependapat Dengan Tuntutan Jaksa

Surabaya,warnakota.comSidang penyala gunaan Narkoba yang disidangkan ketua Majelis Hakim Cantik Ni Putu Purnami SH,MH di Ruang Candra...

Gugatan Keabsahan Wasiat Semakin Memanas King Finder dan Harijana Saling Lapor

Surabaya,warnakota.com  Perseteruan antara King Finder Wong dengan Harijana terkait harta...

Lesbi Tawuran DiVonis Dua Bulan 

Surabaya,warnakota.com Pukul sesama lesbi (pencinta sejenis) hingga lebam, kedua terdakwa lesbi yaitu Reni Puspitasari...

Diduga Sentra Kuliner Urip Sumorjo Dibuat Ajang Pungli Langgar Perwali nomor 78 Tahun 2016

Surabaya ,warnakota.comDiduga pelanggaran terhadap aturan yang ada di dalam Dinas koperasi Perwali nomor 78 tahun 2016 yang...
- Advertisement -

Wooo,,,Baru Tahu Kalau Rumah YKP  Harus Diberikan Kepada Masyarakat 

Surabaya,warnakota.com Pengurus baru Yayasan Kas Pembangunan (YKP) Kota Surabaya, Ketua...

Terdakwa  Venansius Diduga Kebal Hukum Akhirnya Ditahan Oleh Kejaksaan Negeri Surabaya

Surabaya, warnakota.comSurabaya,Terdakwa  Venansius Niek Widodo dikabarkan kembali ditahan atas kasus penipuan dan penggelapan,...

Must read

Sidang Narkoba Pembelaan Kuasa Hukum Tidak Sependapat Dengan Tuntutan Jaksa

Surabaya,warnakota.comSidang penyala gunaan Narkoba yang disidangkan ketua...
- Advertisement -

You might also likeRELATED
Recommended to you